Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita

Diposting pada 14 Oktober 2021 oleh Dzikri Imaddudin / Dilihat: 3.117 kali
Guru Mulia Buya Yahya - Pengasuh LPD Al-Bahjah

Guru Mulia Buya Yahya – Pengasuh LPD Al-Bahjah

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi, pemimpin umat manusia, Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Walau dua tahun belakangan ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, namun alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Tuhan Semesta Alam, di tahun ini Pondok Pesantren Al-Bahjah dapat kembali menggelar maulid akbar ‘Satu Hati di Al-Bahjah,’ pada Ahad 03 Rabi’ul Awal 1443 H (10 Oktober 2021 M).

“Alhamdulillah maulid akbar 1443 H di Pondok Pesantren Al-Bahjah telah selesai. Seperti biasa maulid dimulai dengan pembacaan Maulid Ad-Dibai, kemudian ditutup khusus oleh guru kita semua Buya Yahya.” ungkap Hilman, salah satu pejuang Mizka Al-Bahjah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, pada peringatan maulid akbar tahun ini Pondok Pesantren Al-Bahjah hanya membuka untuk jamaah internal pondok saja, santri dan para pejuangnya.

Walau demikian ternyata antusiasme jamaah di luar pondok ternyata masih sangat tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pesan yang sampai ke Pondok Pesantren melalui panitia yang menanyakan perihal boleh-tidaknya jamaah untuk turut serta hadir di Pondok Pesantren Al-Bahjah.

“Kesannya memang maulid tahun ini, kurang begitu ramai. Akan tetapi kerinduan jamaah terhadap acara ini ternyata masih sangat tinggi karena banyak sekali pesan masuk dari jamaah kepada panitia yang menanyakan boleh-tidaknya jamaah hadir walau itu sekadar di luar pondok.” imbuh Hilman.

Namun karena kebijakan serta keadaan yang belum meridhai maka opsi untuk mengikuti kegiatan pun dialihkan secara virtual. Sebuah tanda kecintaan dan kerinduan yang sangat luar biasa, dari umat untuk Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam mengekspresikan kecintaan dan kerinduan kepada Nabi tersebut bisa dilakukan dengan cara apa saja, kapan saja, dan dimana saja.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Guru Mulya Buya Yahya bahwa bentuk cinta kepada Rasulullah bisa dengan terus mengucapkan shalawat kepada Baginda Nabi, karena shalawat itu pengagungan yang ‘murah meriah.’

“Dan juga jangan lupa membaca shalawat, perbanyak shalawat kepada Baginda Nabi di bulan Maulid ini khususnya, shalawat yang serius. Siapa pun anda, shalawat itu tidak harus wudhu, tidak harus ini-itu, ‘murah meriah.’ Murah maksudnya gampang, meriah maksudnya pahalanya gede. Saat kerja, saat di sawah, saat di pasar, apa saja, di mana saja. Allahuma shali ‘ala Sayidina Muhammad, sesaat di samping kesibukan anda, sesaat hadirkan Nabi.” ungkap Buya dalam tausiahnya.

Hal sama pun turut diungkapkan oleh Hilman bahwa bagi jamaah yang belum bisa menghandiri maulid di mana pun acara maulid tersebut belum bisa dihadiri secara langsung, maka hadirkan penghayatan akan maulid tersebut di diri, di hati, di rumah, di mana pun berada.

“Untuk harapan kedepannya, untuk Pondok Pesantren Al-Bahjah khususnya, semoga bisa menjadi Pondok Pesantren yang terus memberikan cahaya bagi umat Rasulullah ﷺ. Tentunya dengan bimbingan guru kita Buya Yahya.” ujarnya.

Dan juga untuk para pejuang, imbuh Hilman yang telah ikut serta dalam membantu mensukseskan acara ini, semoga Allah menjadikan semuanya untuk bisa terus saling mencintai/menyayangi karena Allah dan Rasulullah ﷺ.

“Hingga kita semua bisa berkumpul lagi, kelak insyaAllah dengan baginda Nabi ﷺ. Aamiin ya rabbal ‘alamiin.” pungkasnya.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Bahjah tahun ini sendiri turut menghadirkan empat orang guru, tokoh alim ulama dari Yaman, Turki, serta Syiria.

Keempat alim ulama tersebut diantaranya, Syekh Dr. Ali Bin Isma’il Al-Qudaimi, tokoh ulama Yaman. Kemudian Syekh Dr. Abdul Qadir Husain As-Syaami, tokoh ulama Turki. Sayidi Syekh Dr. Muhammad Bin Ali Ba’athiyyah, Rektor Univ. Al-Imam As-Syafi’i Mukalla, Hadramaut-Yaman. Kemudian Syekh Dr. Muhammad Darwis tokoh ulama Syiria. (Ru/Zal)

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Jangan Menjadi Kufur Karena Satu Nikmat yang Terlepas
27 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita sejenak menepi dari hiruk-pikuk dunia dan merenung: mengapa di zaman yang serba instan ini, justru kesehatan... selengkapnya

Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa?
27 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya. Namun, Islam juga memberikan keringanan (rukhsah)... selengkapnya

Saat Kontak Mata Hilang, Makna Pembicaraan Terbuang
6 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak manusia mengenal istilah saling menyapa dalam sejarah peradaban, kontak mata atau tatap muka menjadi hal yang bermakna... selengkapnya

Banyak yang Mau Hijrah tapi Tidak Jadi karena Ditakut-Takutin Duluan
21 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada beberapa kajian keagamaan yang sering bersileweran di media sosial, banyak di antaranya memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian mengerikan... selengkapnya

Resensi Buku Oase Iman: Agar Arah Langkah Tidak Salah
22 Juni 2026

Judul                             : Oase Iman Refleksi Problematika Umat “Sebuah Upaya Menuju Perubahan dengan Keindahan dan Cinta” Penulis                         : Buya... selengkapnya

Hukum Menunda Mandi Junub hingga Setelah Subuh di Bulan Ramadan
12 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di Bulan Suci Ramadan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit... selengkapnya

Menjaga Pandangan dan Pendengaran: Dua Pintu yang Bisa Merusak Hati
29 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman sekarang, setiap orang dapat mengakses apa pun dengan bebas melalui peranti teknologi. Tidak sedikit pula melalui... selengkapnya

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka
8 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang sudah mengikrarkan dirinya beriman secara otomatis akan mudah untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Ia juga akan secara... selengkapnya

Wanita Wajib Memperhatikan Auratnya
29 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Satu helai rambut saja, bagi wanita itu adalah aurat bagi. Begitu yang disampaikan Umi Fairuz Arrahbini dalam channel... selengkapnya

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: