Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » (Puisi) Menjelang Pulang

(Puisi) Menjelang Pulang

Diposting pada 26 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 13 kali / Kategori:

 

1

Ketika Sudah Tiba Waktunya

Ketika sudah tiba waktunya,

tak ada lagi yang bisa ditunda,

langkah yang dulu terasa panjang

mendadak berhenti di satu titik sunyi.

 

Jam tidak lagi berdetak untuk rencana,

mulut kelu oleh kata “nanti”,

dan dunia yang dulu terasa luas

menyempit menjadi doa yang tak sempat terucap.

 

Di saat itu,

yang tersisa bukan nama besar,

bukan harta,

bukan pula pujian manusia—

melainkan amal yang diam-diam pernah dilakukan

dan air mata yang pernah jatuh

karena takut kepada-Nya.

 

2

Waktu yang Menjemput

Aku kira waktu selalu menungguku,

padahal ia hanya berjalan,

tanpa peduli aku siap atau tidak.

 

Ketika sudah tiba waktunya,

langit tetap biru,

burung tetap pulang ke sarang,

namun aku dipanggil sendirian

menghadap Dia

yang sejak awal tak pernah meninggalkanku.

 

Andai aku tahu

panggilan itu sedekat napas,

mungkin aku tak akan

menunda taubat

atau meremehkan doa.

 

3

Pada Detik yang Ditentukan

Pada detik yang telah ditentukan,

tak ada lagi ruang berdebat,

tak ada alasan,

tak ada pengulangan.

 

Lidah yang dulu ringan berkata

berat mengucap satu kalimat,

hati yang sering lalai

berharap sempat mengingat-Nya.

 

Ketika sudah tiba waktunya,

aku belajar satu hal:

hidup bukan tentang seberapa lama aku tinggal,

melainkan seberapa siap aku pulang.

 

4.

Jangan Tunggu Nanti

Jangan tunggu nanti,

karena nanti bukan milik siapa-siapa.

 

Ketika sudah tiba waktunya,

penyesalan hanya menjadi saksi

bahwa kita pernah diberi kesempatan

namun memilih menunda.

 

Jika hari ini masih ada sujud,

masih ada istighfar,

masih ada dada yang bergetar

saat menyebut nama-Nya—

barangkali itu tanda

bahwa waktunya belum tiba,

dan pintu-Nya masih terbuka.

 

5

Pulang dengan Apa

Ketika sudah tiba waktunya,

aku ingin pulang

bukan dengan bangga,

melainkan dengan harap.

 

Harap pada ampunan-Mu

yang lebih luas dari dosaku,

harap pada rahmat-Mu

yang sering kuabaikan.

 

Jika hidup hanyalah perjalanan,

maka kematian adalah pulang,

dan aku bertanya pada diri sendiri:

sudahkah aku menyiapkan bekal

atau masih sibuk menghias jalan?

 

Oleh: Syariif Ahmad Ja’far Shoodiq

Penulis: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

(Puisi) Menjelang Pulang

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Lepas Cadar Di Media Sosial, Bagaimana Hukumnya?
29 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kejadian seorang muslimah yang melepas cadarnya di awak media. Sontak kejadian... selengkapnya

Merasa Air Kencing Menetes Saat Shalat, Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Buya Yahya
4 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menghadapi perasaan ragu-ragu atau waswas saat melaksanakan shalat, terutama terkait najis seperti air kencing, sering kali menjadi... selengkapnya

(Teks Khutbah Jumat) Kemuliaan dan Amalan Bulan Muharrom
18 Juni 2026

Oleh: Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) Bulan Muharrom adalah salah satu dari empat bulan mulia yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Amalan... selengkapnya

Keutamaan dan Kesunnahan dalam Berbuka Puasa di Bulan Suci Ramadhan
8 April 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ketika sedang berpuasa, khususnya di bulan suci Ramadhan, hal yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam adalah waktu... selengkapnya

Perempuan dan Cinta
27 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pembahasan mengenai perempuan dan cinta tidak bisa dipisahkan, keduanya seperti saudara kembar. Artinya, memiliki kesamaan antara satu... selengkapnya

Tanpa Akhlak, Peradaban Islam Bisa Apa?
13 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan... selengkapnya

Kebangsaan dalam Perspektif Islam
11 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dan terbesar di bandingkan negara lainnya, tidak dapat serta merta... selengkapnya

4 Tanda Malam Lailatul Qadr Menurut Buya Yahya
20 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya

Menyiapkan Bekal Akhirat dengan Sambung kepada Nabi Muhammad Saw
1 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dunia ini sangat sementara. Segala yang kita miliki dan kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada... selengkapnya

Merawat Hati di Tengah-Tengah Gempuran Teknologi Informasi
11 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati memiliki dua pintu utama, yaitu mata dan telinga. Segala informasi yang diterima hati melalui mata dan telinga... selengkapnya

(Puisi) Menjelang Pulang

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: