● online
4 Tanda Malam Lailatul Qadr Menurut Buya Yahya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan dengan pasti, melainkan hanya bisa dikenali melalui tanda-tanda yang disebutkan dalam berbagai riwayat. Menurut Buya Yahya, terdapat beberapa tanda yang dapat diperhatikan untuk mengetahui malam Lailatul Qadr. Berikut adalah empat tanda utama.
1. Matahari Terbit Tanpa Sinar yang Menyengat
Salah satu tanda yang paling dikenal adalah terbitnya matahari pada pagi hari dengan cahaya yang tidak menyilaukan. Matahari tampak lebih redup, cerah namun tidak menyengat, seperti nampan bersih tanpa sinar tajam.
2. Cahaya Bulan Seperti Belahan Nampan
Pada malam Lailatul Qadr, bulan tampak seperti belahan nampan atau piring besar. Cahaya yang dipancarkan bulan terlihat lebih lembut dan berbeda dari malam-malam biasanya.
3. Malam yang Sejuk dan Tenang
Malam Lailatul Qadr memiliki suasana yang sejuk, tidak terlalu panas atau dingin. Udara malamnya terasa nyaman, tidak ada angin kencang, dan langit tampak bersih tanpa gangguan cuaca ekstrem.
4. Langit Cerah Tanpa Meteor
Salah satu tanda lain dari malam Lailatul Qadr adalah langit yang cerah dan bersih tanpa ada bintang jatuh atau meteor yang bertebaran. Dalam hadis disebutkan bahwa pada malam itu, langit tampak lebih tenang dan tidak ada gangguan dari bintang jatuh.
Buya Yahya menegaskan bahwa tanda-tanda ini bukanlah sesuatu yang perlu dicari dengan sengaja. Justru, fokus utama seorang Muslim adalah beribadah dengan sungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Jika seseorang menemukan tanda-tanda tersebut setelah beribadah, itu menjadi penghibur dan penguat keyakinan bahwa ia telah mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadr.
Lebih penting dari sekadar mencari tanda-tanda, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam telah mengajarkan doa yang bisa dibaca saat bertemu dengan malam Lailatul Qadr,
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي يا كَرِيمٌ
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).”
Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadr dan mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Wallahu A’lam Bisshowab
Referensi: Youtube Al Bahjah TV
Penulis: Dede Al Mustaqim
Penyunting: Assyifa
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
4 Tanda Malam Lailatul Qadr Menurut Buya Yahya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengantuk adalah sifat manusia yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa kantuk ini bisa disebabkan oleh berbagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Fenomena stres dan depresi bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia. Namun pada zaman modern dengan tekanan hidup yang... selengkapnya
HUJAN turun pelan sejak sore, seperti sengaja menunda reda. Tidak deras, tidak pula berhenti. Butirannya jatuh satu-satu di atas atap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Memiliki seorang ibu merupakan anugerah yang luar biasa sehingga berbakti kepadanya memiliki arti penting bagi seorang anak.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya
Cahaya matahari masuk ke sela-sela ruang kamarku. Aku menggeliat malas, tubuhku terasa sakit di beberapa bagian. Kejadian semalam seperti mimpi.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masyarakat Indonesia telah melangsungkan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali yang digelar pada tanggal 14 Februari 2023. Setelah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Definisi dan penamaan Hari Arafah beberapa ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mengatakan Arafah diambil dari kata i’tiraf yang... selengkapnya
Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000
Saat ini belum tersedia komentar.