Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Diposting pada 22 December 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 160 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Keberhasilan seseorang dalam menghadapi tantangan, memecahkan masalah, atau mencapai tujuan tergantung tindakan atau keputusannya sendiri. Namun, banyak orang yang asal bertindak sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Hal tersebut disebabkan karena tidak mencermati dan memikirkan terlebih dahulu tindakan yang akan dilakukannya. Oleh karena itu, salah satu cara agar tindakan kita terukur adalah dimulai dengan merenung. Loh, bagaimana hubungannya bertindak dengan merenung? Simak penjelasan berikut.

Tahun Terburuk di Sepanjang Sejarah Makhluk Hidup

Dunia, pernah mengalami tahun terburuk dalam sejarahnya, yaitu pada tahun 536 M. Tahun tersebut menjadi penanda awal kegelapan karena terjadi beberapa bencana yang sangat dahsyat. Salah satunya gunung-gunung meletus, wabah virus, penurunan suhu dingin di wilayah Eropa secara ekstrem, dan lain-lain. Tak pelak dari rentetan musibah tersebut menghasilkan kegagalan panen di berbagai negara. Tidak hanya secara langsung berdampak pada tahun tersebut, bahkan 60 sampai 70 tahun ke depan dunia pun harus menghadapi masa-masa penceklik.

Puluhan tahun berikutnya─pada tahun 571 M atau 36 tahun setelah peristiwa mengerikan di atas─kita mengenal sejarah agung, yaitu kelahiran seorang manusia istimewa Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Dengan demikian, dikatakan bahwa Nabi Muhammad lahir di saat dunia sedang dalam keadaan panceklik.

Banyak orang dan telah menjadi suatu tradisi, terutama di kalangan bangsa Arab zaman dahulu, bahwa orang-orang saat itu sering mengubur anak-anaknya sendiri hidup-hidup. Hal itu tiada lain karena mereka para orang tuanya tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan anaknya─bagaimana ia bisa memenuhi kebutuhan anak dan keluarganya, sedangkan untuk sekadar bertahan hidup untuk dirinya sendiri saja kesusahan─kalau tidak dikarenakan sebuah aib karena memiliki anak yang berjenis kelamin perempuan. Selain itu, berbagai keburukan merajalela pada waktu itu. Munculnya riba di mana-mana, pencurian dan perampokan tak kenal hukum, dan lain sebagainya.

Merenung dan Refleksi Adalah Pekerjaan para Nabi

Singkatnya, setelah Rasulullah beranjak dewasa, dan mendapati segala keburukan yang terjadi di sekitarnya, maka kemudian yang dilakukan Rasulullah adalah dengan khalwat (menyendiri) ke sebuah tempat yang dinamakan Gua Hira. Di sana beliau merenungkan dirinya atas segala hiruk pikuk yang terjadi pada kaumnya; meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.

Merenung atau juga termasuk merefleksikan diri yang demikian itu, juga sangat relevan untuk dilakukan oleh kita semua yang disebut sebagai manusia modern. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, yang berarti pula banyak hal-hal yang berubah dan baru, kita perlu menepi sejenak untuk mengambil jeda dan melakukan perenungan atas apa yang telah dan yang akan kita lakukan. Tidak sedikit, perilaku, tindakan, atau keputusan yang dibuat tidak berdasarkan atau tidak melalui proses merenung akan menelurkan hasil yang tidak maksimal. Hal ini barangkali disebabkan karena luput dari satu tahapan yang terkesan sepele tapi dampaknya sangat besar, yaitu tahap merenung sebelum berbuat.

Melalui merenung dan refleksi, kita bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas. Kita bisa memetakan permasalahan lebih luas. Kita bisa memiliki opsi atau alternatif solusi dengan lebih variatif. Sesuatu hal yang dirasa abu-abu, melalu proses merenung, setelahnya hal tersebut menjadi lebih terang benderang. Seperti halnya Rasulullah yang melakukan perenungan di atas bukit, secara geografis di atas sana beliau dapat melihat Kota Makkah secara lebih luas untuk kemudian secara filosofis dapat melihat permasalahan dengan pola pikir yang lebih luas.

Merenung dan refleksi dapat dilakukan dalam berbagai konteks, disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan. Proses refleksi tidak hanya dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam, tetapi juga hampir dilakukan oleh semua Nabi. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan jeda atau fase kepada nabi-nabinya untuk melakukan perenungan dan refleksi tatkala mereka diutus kepada kaum-kaumnya. Dengan demikian, sekembalinya melakukan perenungan dan refleksi─ada yang melalui perjalanan, khalwat di sebuah tempat, dan lain-lain─lebih matang dan siap lagi menghadapai persoalan yang ada di kaumnya. Sebab, taraf berpikirnya menjadi meningkat.

Bersambung…

Penulis: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Puisi-Puisi Odi Yanuar
8 June 2024

  Lima Tiang   Ada lima tiang Tiang itu berdiri kokoh Kokoh karena selalu dijaga Dijaga dan dilestarikan   Tiang... selengkapnya

(Cerpen) Auman di Balik Semak
12 October 2025

PADA suatu hari, Hutan Alamara tidak lagi memantulkan ketenangan yang dulu menjadi jiwanya. Sungai yang pernah berkilau bagai kaca kini... selengkapnya

Meski Belum Bisa Berangkat ke Tanah Suci, Amalan Ini Setara dengan Pahala Haji
14 May 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ibadah haji merupakan impian setiap Muslim. Setiap Muslim rindu untuk bisa berangkat haji. Sebab, ibadah haji itu merupakan... selengkapnya

Kamu Sedang Galau? Coba Amalkan 9 Cara Membenahi Hati Ini
29 January 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hati adalah cerminan diri kita sendiri. Ketika hati itu baik maka perilaku pun menjadi baik, begitu pun... selengkapnya

5 Identitas Aqidah sebagai Pondasi Syariat Umat
18 July 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seseorang diibaratkan sebagai rumah yang harus memiliki pondasi dalam hidupnya. Jika rumah tidak memiliki pondasi atau pondasi... selengkapnya

Selamatkan Anak dengan Pemanfaatan Gadget yang Cermat
5 December 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Memiliki seorang ibu merupakan anugerah yang luar biasa sehingga berbakti kepadanya memiliki arti penting bagi seorang anak.... selengkapnya

Mudah Mengingatkan dan Mudah Diingatkan
23 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjalani hidup yang harmonis merupakan impian semua orang dan untuk menuju hidup yang harmonis tentunya harus dengan usaha,... selengkapnya

Masih Ada Yang Suka Menjual Kulit Hewan Kurban? Ternyata Begini Hukumnya
19 June 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Praktik penjualan kulit hewan kurban saat hari raya Idul Adha adalah fenomena yang sering kita temui... selengkapnya

Lakukan Ini Agar Anda Bisa Berkunjung ke Makkah dan Madinah
29 July 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berkunjung ke Makkah dan Madinah merupakan impian yang dimiliki banyak orang. Makkah dan Madinah merupakan dua tempat... selengkapnya

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana
20 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Abu Dzar adalah sahabat dekat Rasulullah dan termasuk salah satu orang terawal yang masuk Islam. Ketika ia masuk... selengkapnya

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: