Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Tafsir Surat Al-Kautsar Ayat 1-2: Perspektif Ulama Klasik hingga Kontemporer

Tafsir Surat Al-Kautsar Ayat 1-2: Perspektif Ulama Klasik hingga Kontemporer

Diposting pada 15 Juni 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 3.289 kali / Kategori:

Pendahuluan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam, di mana terdapat dua ibadah utama yang hanya bisa dilakukan pada bulan ini, yaitu haji dan kurban. Ibadah kurban memiliki makna mendalam karena melibatkan berbagi dengan sesama. Di antara surat yang membicarakan persoalan kurban adalah surat Al-Kautsar, yang terkenal dan mudah dihafal. Artikel ini akan membahas tafsir surat Al-Kautsar ayat 1-2 dari perspektif ulama klasik dan kontemporer.

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ ٣

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (Q.S. Al-Kautsar 1-3)

 

Status Surat Makkiyah atau Madaniyyah dan Penamaannya

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah surat ini termasuk golongan Makkiyah atau Madaniyyah. Pendapat yang lebih terkenal dan diterima oleh jumhur ulama adalah bahwa surat ini termasuk golongan Makkiyah. Namun, beberapa ulama seperti Imam Hasan, Imam Ikrimah, Imam Qatadah, dan Imam Ibnu Katsir berpendapat bahwa surat ini termasuk golongan Madaniyyah. Surat ini dinamakan Al-Kautsar karena dimulai dengan firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam tentang banyaknya kebaikan yang diberikan kepada beliau di dunia dan akhirat, termasuk sungai Al-Kautsar di surga.

 

Kandungan Surat Al-Kautsar

Dijelaskan dalam Tafsir Al-Munir bahwa surat ini mempunyai tiga kandungan utama:

  1. Karunia Allah kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Surat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dianugerahi banyak kebaikan di dunia dan akhirat, termasuk sungai Al-Kautsar di surga, meskipun makna sungai ini masih diperdebatkan di kalangan mufassir.
  2. Perintah untuk shalat dan kurban. Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dan umatnya diperintahkan melaksanakan shalat dengan ikhlas dan menyembelih hewan kurban sebagai wujud syukur kepada Allah.
  3. Kabar gembira untuk Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Surat ini memberikan kabar gembira kepada Rasulullah tentang kemenangan atas musuh-musuhnya, yang akan merugi dan terhina di dunia serta akhirat.

 

Sebab Turunnya Ayat

Imam al-Suyuthi menyebutkan beberapa riwayat yang menjelaskan sebab turunnya ayat ini, salah satunya adalah ketika kaum Quraisy mengolok-olok Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam karena kehilangan putra-putranya. Allah Subhanallahu wa Ta’ala menurunkan ayat ini sebagai penghiburan dan penegasan bahwa musuh-musuh Nabi adalah yang sebenarnya terputus dari kebaikan.

Prof. Dr. Wahbah al-Zuhayliy menyimpulkan bahwa surat ini turun karena kaum Quraisy meremehkan Nabi Salallahu Alaihi Wassalam dan pengikutnya, serta bersukacita atas cobaan yang menimpa kaum mukminin. Surat ini memberitahukan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam kuat, akan selalu ditolong, dan kepergian putra-putranya tidak melemahkannya. Sebaliknya, orang-orang yang membenci beliau adalah yang terputus dari kebaikan dan tidak akan dikenang.

 

Tafsir Per-Ayat Surah Al-Kautsar

Ayat ke-1: Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

Imam Ibnu Jarir al-Thabariy menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang maksud kata “Al-Kautsar“:

  1. Sungai di surga: Banyak ulama menafsirkan Al-Kautsar sebagai nama sungai di surga yang diperuntukkan kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Pendapat ini didukung oleh 15 riwayat, termasuk riwayat dari Ibnu Abi Suraij dan Anas Ibnu Malik yang mengatakan bahwa Nabi Salallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Al-Kautsar adalah sebuah sungai di surga.”
  2. Nikmat yang banyak: Sebagian ulama menafsirkan Al-Kautsar sebagai nikmat/kebaikan yang banyak. Pendapat ini merujuk kepada 18 riwayat, termasuk dari Sa’id bin Jubair yang mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak. Nikmat ini termasuk kenabian, Al-Qur’an, dan Islam.
  3. Telaga di surga: Ada juga yang menafsirkan Al-Kautsar sebagai telaga yang diberikan kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam di surga. Pendapat ini didukung oleh 2 riwayat, termasuk dari Abu Kuraib yang mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah telaga di surga yang diberikan kepada Rasulullah.

Imam Ibnu Jarir memilih pendapat pertama, yaitu Al-Kautsar adalah sungai di surga. Pendapat ini juga didukung oleh Ibnu Katsir yang menyebutkan riwayat dari Imam Ahmad bahwa Nabi Salallahu Alaihi Wassalam berkata,

دَخلت الجنة فإذا أنا بنهر حافتاه خيام اللؤلو فضربت بيدي إلى مايجري فيه الماء فإذا مسك أذفر، قلت: ماهذا جبريل؟ قال: هذا الكوثر الذي أعطاكه الله

Artinya:

“Aku masuk surga dan ternyata aku sudah berada di sungai yang kedua sisinya dipenuhi oleh kemah-kemah mutiara. Kemudian aku memukul dengan tanganku kepada tempat mengalir air, ternyata ia adalah minyak adzfar. Lalu kutanyakan: ‘Apa ini, wahai Jibril?’ Jibril menjawab: ‘Itu adalah Al-Kautsar yang diberikan kepadamu oleh Allah.”

 

Kemudian, dalam Tafsir Al-Misbah disebutkan bahwa Al-Kautsar adalah kebajikan yang banyak, yang meliputi segala bentuk kebaikan yang diberikan kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.

Ayat ke-2: Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

Para mufassir berbeda pendapat tentang maksud dari perintah ini:

  1. Memelihara shalat fardhu: Beberapa ulama berpendapat bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala menganjurkan Nabi untuk senantiasa memelihara shalat fardhu dan melaksanakan pada waktunya.
  2. Mengangkat tangan saat shalat: Ada yang menafsirkan “berkurbanlah” sebagai mengangkat tangan dalam shalat. Pendapat ini merujuk kepada beberapa riwayat, termasuk dari Abu Ja’far yang menjelaskan bahwa “berkurbanlah” berarti mengangkat tangan ketika bertakbir dalam shalat.
  3. Menyembelih hewan kurban: Banyak ulama menafsirkan bahwa “berkurbanlah” merujuk pada menyembelih hewan kurban. Pendapat ini didukung oleh riwayat dari Fithr yang mengatakan bahwa “berkurbanlah” berarti menyembelih hewan kurban setelah melaksanakan shalat
  4. Shalat Iduladha: Ada juga yang menafsirkan ayat ini sebagai perintah untuk melaksanakan salat Iduladha sebelum menyembelih hewan kurban. Pendapat ini didukung oleh riwayat dari Anas bin Malik yang mengatakan bahwa Nabi Salallahu Alaihi Wassalam dahulu menyembelih hewan kurban sebelum shalat, lalu diperintahkan untuk shalat Iduladha terlebih dahulu.
  5. Murni beribadah kepada Allah: Tafsir lain menekankan pentingnya menjadikan semua ibadah hanya untuk Allah, bukan untuk berhala atau sesembahan lainnya.

 

Imam Ibnu Jarir menyimpulkan bahwa yang paling tepat adalah menjadikan semua shalat dan kurban murni untuk Allah sebagai ungkapan syukur atas nikmat-Nya yang tak terhingga, termasuk pemberian Al-Kautsar.

Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan mudah dipahami tentang surat Al-Kautsar, serta menambah keimanan dan ketakwaan kita dalam menjalankan ibadah di bulan Dzulhijjah.

 

Penulis: Ustadz. Moch. Deni Abdul Sho’im, M.Ag.

 

Referensi:

Buya Yahya, https://pustakaalbahjah.com/blog/keutamaan-dan-amalan-10-hari-bulan-dzulhijjah.

Katsir, Imaduddin Ismail bin Umar bin. Tafsir Ibnu Katsir, diterjemahkan oleh Abdul Ghoffar et al. dari judul Lubâbu al-Tafsîr min Ibnu Katsîr. Bogor: Pustaka Imam asy-Syafi’i, 2004.

Suyuthiy, Jalal al-Din. Asbabun Nuzul: Sebab Turunnya Ayat-Ayat Al-Qur`an, diterjemahkan olehTim Abdul Hayyie dari judul kitab Lubâbu al-Nuqûl Fî Asbâbi al-Nuzûl. Depok: Gema Insani, 2008.

Thabariy, Abu Ja’far Muhammad. Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl Al-Qur`an. Kairo: Maktabah al-Taufiqiyyah, t.th..

Zuhayliy, Wahbah. alTafsîr al-Munîr fî al-‘aqîdah wa al-Syarî’ah wa al-Manhaji. Damaskus: Dâr al-Fikr, 2009.

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , , , , ,

Bagikan ke

Tafsir Surat Al-Kautsar Ayat 1-2: Perspektif Ulama Klasik hingga Kontemporer

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Langkah-Langkah Menulis Beserta Penjelasannya
15 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa pun dapat menulis, tetapi tidak semua orang dapat menghasilkan tulisan yang baik. Sebab, menulis merupakan wujud... selengkapnya

Sambut Idul Adha 1444 H, LPD Al-Bahjah Gelar Buka Puasa Arafah Bersama
28 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – LPD Al-Bahjah menggelar buka puasa Arafah bersama pada hari Kamis 9 Dzulhijjah 1444 H , 28... selengkapnya

Bijak Memandang Fenomena Pawang Hujan Mandalika
27 Maret 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – MOTOGP Mandalika 2022 rampung digelar pada Ahad, 20 Maret 2022 pekan lalu. Dibalik kemeriahannya, banyak hal... selengkapnya

Di Bawah Kubah Nabawi
18 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cahaya fajar menari-nari di atas bukit hijau yang perlahan menyembulkan wajahnya dari selimut malam. Udara segar, belum ternoda... selengkapnya

Menjadi Tamu Allah Bukan Sekadar Perjalanan Tapi Impian Semua Orang
8 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Umrah bukan hanya perjalanan wisata religi, tetapi perjalanan hati menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Untuk menautkan hati kepada... selengkapnya

Bolehkah Mahasiswa Muslim Mengunjungi Gereja untuk Tugas Kuliah? Begini Penjelasan Buya Yahya
25 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mahasiswa muslim menghadapi dilema ketika harus mengunjungi gereja untuk keperluan tugas kuliah. Dalam sebuah kesempatan, ia... selengkapnya

Shalat Itu Mudah, Jangan Dibuat Susah
23 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam adalah shalat. Untuk mengerjakan shalat secara sempurna seorang... selengkapnya

Antrean Haji Hingga Berpuluh Tahun, Harus Bagaimana?
11 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat diimpikan oleh jutaan umat islam di seluruh dunia. Banyak diantara... selengkapnya

Dari Pikiran Menuju Perbuatan: Sebuah Rantai Kebaikan dan Keburukan
19 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak menyadari bahwa segalanya bermula dari satu titik kecil yang tak terlihat;... selengkapnya

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya
16 Januari 2023

Pustaka Al-Bahjah – Pengguna media sosial dihebohkan dengan fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi. Pasalnya, negeri yang terkenal dengan... selengkapnya

Tafsir Surat Al-Kautsar Ayat 1-2: Perspektif Ulama Klasik hingga Kontemporer

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: