Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Menyingkap Rahasia Bulan Rabi’ul Awal sebagai Bulan Rahmat

Menyingkap Rahasia Bulan Rabi’ul Awal sebagai Bulan Rahmat

Diposting pada 4 Oktober 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 875 kali

Buya Yahya Saat Maulid Akbar Al-Bahjah Bulan Rabi'ul Awal 1445 H

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini, kita telah berada di pertengahan bulan Rabi’ul Awal. Bulan penuh rahmat dan kemuliaan. Tidak bosan kiranya jika kita mengingat kembali alasan kenapa bulan ini menjadi bulan rahmat dan mulia. Buya Yahya menyebutkan bahwa bulan Rabi’ul Awal sebagai bulan rahmat bagi semesta alam. Di bulan ini, lahir manusia agung dan mulia yakni Baginda Nabi Muhammad Saw. Inilah yang menjadi alasan kenapa bulan Rabi’ul Awal menjadi bulan penuh rahmat dan kemuliaan.

Sungguh tepat jika di bulan ini kita kembali mengantarkan diri, anak, keluarga dan sahabat untuk semakin kenal, dekat, dan cinta kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Salah satunya adalah dengan mengadakan gebyar peringatan serta pengagungan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.

Kelahiran Rasulullah Saw sebagai Rahmat bagi Alam Semesta

Gebyar maulid Nabi Muhammad Saw memiliki makna dan tujuan yang sangat agung yaitu mengangkat syi’ar, mengagungkan, dan mengenalkan umat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Berdasarkan pendapat para ulama, pelaksanaan maulid Nabi Muhammad Saw di bulan Rabi’ul Awal juga memiliki alasan yang kuat. Memang benar bahwa tidak ada satu hadist pun yang menyebutkan tentang tanggal kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw. Namun, terdapat satu hadist yang menyebutkan tentang hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw.

عَنْ أبِي قَتادَةَ الأنْصارِيِّ،  أنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ

Artinya: “Dari Abu Qatadah Al-Anshari ra, Rasulullah Saw ditanya mengenai puasa di hari Senin lalu beliau bersabda, ‘Itu adalah hari ketika aku dilahirkan dan aku diutus (atau pada hari itu wahyu diturunkan atasku)’” (HR. Muslim, Abi Daud, At-Tarmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

Di balik itu semua, Buya Yahya mengingatkan,

Kita sesungguhnya tidaklah merayakan tanggal lahirnya Nabi Saw melainkan kita merayakan kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw. Sebab kelahiran Nabi Muhammad Saw sangatlah istimewa dan kita tidak hanya membicarakan perihal kelahiran Nabi Saw saja, akan tetapi juga menghadirkan sunnah-sunnah Baginda Nabi Muhammad Saw di dalam acara maulid. Dan siapa pun yang ingin merayakan maulid Nabi Muhammad Saw di tanggal-tanggal tertentu, tentu dibolehkan.”

Dengan begitu, hikmah hari, bulan, dan tahun kelahiran Nabi Muhammad Saw bukan merupakan kebetulan. Kehormatan Baginda Nabi Saw bukan karena lahir di bulan-bulan mulia seperti asyhurul hurum (bulan-bulan mulia tertentu), tapi justru kelahiran Nabi Saw sendiri yang membuat bulan kelahirannya, Rabi’ul Awal menjadi rahmat dan istimewa.

Rabi’ul Awal sebagai bulan untuk Menambah Kecintaan Kepada Baginda Nabi Saw

Kemudian, terkait tahun kelahiran Nabi Saw pada tahun gajah juga memiliki hikmah luar biasa. Sebelum ada sistem penanggalan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra, bangsa Arab biasa menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai titimangsa setiap kejadian. Penyerangan Ka’bah oleh tentara gajah Raja Abrahah merupakan tragedi terbesar yang dialami orang Arab saat itu. Pasukan Abrahah berhasil dipukul mundur oleh sekawanan burung Ababil yang Allah Swt utus. Hal ini tidak lain merupakan kehendak Allah Swt untuk memuliakan kota Makkah, tempat yang lima puluh hari setelah itu lahir seorang nabi akhir zaman. Artinya, Nabi Muhammad Saw sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta, sudah ada dalam kandungan Siti Aminah ra saat penyerangan terjadi.

Oleh karena itu, kita semestinya menyambut dengan penuh sukacita bulan Rabi’ul Awal ini sebagai bulan Rahmat untuk semakin menambah kecintaan kita kepada Baginda Nabi Saw. Sebagaimana Buya Yahya menyampaikan,

Setiap saat, para sahabat tambah cinta kepada Nabi Muhammad Saw karena melihat beliau. Sedangkan kita, umat akhir zaman tidak bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. Maka kita perlu membaca sejarah Nabi Muhammad Saw. Di dalam maulid Nabi Muhammad Saw, para hamba-hamba Allah Swt mendapatkan motivasi untuk mengenal, mencintai, dan membela Nabi Muhammad Saw.”

Mari kita tanamkan di dalam hati dan pikiran kita untuk selalu meningkatkan kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Semoga tumbuhnya kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw menjadi salah satu sebab kita bisa bersamanya di akhirat kelak dalam rida Allah Swt. Dan ingatlah! Memperoleh rida Allah Swt harus dimulai dengan cinta kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.

Tags: , ,

Bagikan ke

Menyingkap Rahasia Bulan Rabi’ul Awal sebagai Bulan Rahmat

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pergantian Tahun Adalah Renungan Muhasabah Diri untuk Menyongsong Tahun Depan yang Lebih Baik
28 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari menjelang akhir tahun ini kita akan menyaksikan banyak perayaan, panggung gembira, pesta, atau apa pun... selengkapnya

Agar Mahar Pernikahan Tidak Jadi Petaka
31 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya

Telah Dibuka Kesempatan Emas Menjadi Pejuang Rasulullah!
1 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah kembali membuka kesempatan dan peluang kepada anda untuk berjuang bersama kami dalam menebarkan risalah dakwah Rasulullah Saw. Pustaka... selengkapnya

Amalan Penghapus Dosa
14 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan kurang nyaman ketika menjalankan hari-hari. Seperti pekerjaan yang seakan tidak kunjung beres,... selengkapnya

Mencium Tangan Guru: Tradisi Hormat atau Tanda Pengkultusan?
21 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya

Sambut Malam Puncak Harlah ke-13 Al-Bahjah, Perbaharui Semangat Menuju Kejayaan Umat
20 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini tepat 13 tahun yang lalu pada tanggal 23 Muharram 1431 H, Lembaga Pengembangan Dakwah... selengkapnya

Amanah dalam Berutang, Hak-Hak Pemberi Pinjaman, dan Adab yang Seharusnya Dijaga oleh Kedua Belah Pihak
22 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Utang piutang adalah salah satu bentuk muamalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, kegiatan ini... selengkapnya

PROMO PAHALA JUM’AT BERKAH BERSAMA LPD AL-BAHJAH
13 Februari 2020

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sahabat Infaq Center Al-Bahjah ☺ Semoga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari selalu dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT,... selengkapnya

Wanita Karier Vs Ibu Rumah Tangga
5 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki dunia pernikahan nyatanya tidak seindah seperti yang dibayangkan. Setiap Muslimah memiliki jalan rumah tangganya masing-masing. Banyak hal... selengkapnya

Gen Z, Generasi paling Kesepian
14 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Generasi Z sering kali disebut sebagai generasi beruntung karena hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi. Oleh karenanya, kepemilikan gawai... selengkapnya

Menyingkap Rahasia Bulan Rabi’ul Awal sebagai Bulan Rahmat

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: