fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Melek Literasi Digital Menuju Santri yang Berdaya Saing

Melek Literasi Digital Menuju Santri yang Berdaya Saing

Diposting pada 10 Mei 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 256 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pesantren, yang sejak dulu menjadi tempat utama pendidikan agama, kini banyak berinovasi dengan berbagai program, salah satunya peningkatan literasi digital santri agar dapat bersaing di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Menanggapi hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) mendorong pesantren untuk meningkatkan literasi digital melalui program “Pesantren Menjadi Pusat Literasi Digital”. Program ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan teknologi digital, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan masa depan.

Menteri Agama, H Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi revolusi industri 4.0. Dengan literasi digital, santri dapat mengembangkan potensi diri dan membuka peluang usaha yang lebih luas di masa depan.

 

Pemerintah Dorong Pembangunan Budaya Digital

Selaras dengan itu, pemerintah pun memberikan dukungan kepada pesantren dalam meningkatkan literasi digital bagi para santri. Hal ini juga bisa jadi peluang untuk membuka peluang usaha haji dan umroh di era digital.

Program Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 resmi dibuka di Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur. Acara ini berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 30 April 2024.

Pada acara pembukaan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, memberikan sambutan dan motivasi kepada para santri peserta program.

Selama 4 hari tersebut, para santri mengikuti berbagai kegiatan, seperti workshop, seminar, dan kompetisi.

 

Keseimbangan Pengetahuan dan Kompetensi

Selain meningkatkan literasi digital, pemerintah juga mengutamakan penguatan pendidikan agama di pesantren. Hal ini dilakukan agar para santri memiliki kekuatan spiritual yang kuat, sehingga menjadi generasi berakhlak mulia yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Pemerintah memberikan beasiswa kepada santri berprestasi untuk menunjukkan nilai penting pendidikan agama. Selain itu, pemerintah juga mengupayakan pesantren memberikan pendidikan berkualitas melalui program “Pesantren Berdaya Saing”. Program ini bertujuan untuk memodernisasi pesantren dan memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dunia industri.

Dengan program ini, diharapkan pesantren dapat memberikan pendidikan holistik dan komprehensif bagi santri. Santri tidak hanya pandai dalam bidang agama dan teknologi, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja.

Pendidikan agama yang kuat dan literasi digital yang baik diharapkan dapat membuka peluang usaha yang lebih luas bagi santri, salah satunya usaha haji dan umroh. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, santri dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah haji dan umroh.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Koperasi dan UMKM juga membuka peluang bagi pesantren untuk mengembangkan usaha haji dan umroh. Dengan pelatihan dan pendampingan dari pemerintah, pesantren diharapkan dapat menjadi sentra usaha haji dan umroh di daerah tersebut.

Hal ini memberikan manfaat bagi pesantren dan masyarakat sekitar. Pesantren dapat memperoleh penghasilan tambahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sedangkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan haji dan umroh berkualitas dari pesantren yang dikenal.

Pemerintah akan terus memberikan dukungan dan bantuan untuk pengembangan usaha haji dan umroh bagi pesantren di seluruh Indonesia. Generasi muda yang terdidik di pesantren diharapkan tidak hanya menjadi santri yang berpengetahuan dan berkarakter, tetapi juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan negeri ini.

Dengan adanya usaha haji dan umroh yang dikembangkan oleh pesantren, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah menjalankan ibadah tersebut dan meraih pahala yang berlipat ganda. Hal ini juga merupakan bentuk nyata kerja sama antara pesantren dan pemerintah dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan umat.

“Pesantren adalah rumah pintar yang terus berupaya untuk menjadi lebih baik,” ungkap Menteri Agama.

Dengan bekal ilmu agama dan pengetahuan tentang bisnis, para santri diharapkan dapat menjadi pengusaha sukses di sektor haji dan umroh, sekaligus berkontribusi dalam memajukan ekonomi kreatif Indonesia. Ke depannya, literasi digital ini akan terus digelorakan melalui beberapa program pada beberapa sektor.

 

Penulis: M. Khoiruzzadittaqwa

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Melek Literasi Digital Menuju Santri yang Berdaya Saing

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Melek Literasi Digital Menuju Santri yang Berdaya Saing

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: