Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pacaran Tidak Ada di dalam Islam: Haruskah Barang Pemberian Mantan Dikembalikan?

Pacaran Tidak Ada di dalam Islam: Haruskah Barang Pemberian Mantan Dikembalikan?

Diposting pada 20 Januari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.694 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Tidak jarang kita tergelincir dalam kesalahan yang mungkin disebabkan oleh kelalaian atau ketidaktahuan kita sendiri. Namun, Allah Subhanallahu wa Ta’ala, dengan segala kasih sayang-Nya, senantiasa membuka pintu tobat bagi hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus dan penuh penyesalan.

Dalam kehidupan, terkadang seseorang terjerumus ke dalam hubungan yang tidak sesuai syariat, seperti pacaran atau komitmen yang belum sah secara agama─keduanya sama saja tidak ada di dalam syariat Islam. Hubungan ini sering kali diwarnai dengan pemberian hadiah atau kenangan tertentu. Ketika seseorang menyadari kesalahan ini dan berniat untuk bertobat, lantas muncul pertanyaan, apa yang harus dilakukan dengan barang-barang kenangan tersebut?

Tobat yang Sungguh-Sungguh

Tobat yang benar adalah tobat yang disertai penyesalan mendalam dan tindakan nyata untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dalam konteks ini, menyimpan barang-barang kenangan seperti hadiah atau bahkan nomor telepon dari masa lalu dapat menjadi penghalang untuk melupakan dan benar-benar meninggalkan masa lalu tersebut. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah sebagai berikut.

  1. Menghapus Segala Jejak Masa Lalu

Semua barang kenangan, seperti hadiah atau benda lain yang mengingatkan pada hubungan tersebut, sebaiknya dihilangkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah nostalgia atau godaan yang dapat mengembalikan seseorang kepada masa lalu yang kelam. Bahkan hal kecil seperti nomor telepon atau sapu tangan pun dapat menjadi jalan masuk bagi godaan setan untuk mengingat kembali hubungan yang tidak diridhai Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

  1. Menguatkan Diri dengan Ibadah

Menyesal saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah. Tingkatkan kualitas shalat, perbanyak membaca Al-Qur’an, dan istiqamah dalam berdoa agar diberikan kekuatan untuk menjaga hati.

  1. Membangun Hidup yang Baru

Setelah melepaskan semua kenangan masa lalu, fokuslah membangun hidup baru yang lebih baik. Dengan demikian, seseorang dapat mempersiapkan diri untuk bertemu dengan pasangan yang halal dan diridhai Allah.

Hikmah di Balik Penghapusan Kenangan

Menghapus kenangan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan spiritual. Ketika kita menyimpan sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu yang kelam, hati kita rentan untuk terjebak dalam rasa rindu atau nostalgia. Setan pun akan memanfaatkan momen ini untuk menggoyahkan niat tobat kita. Oleh karena itu, menghilangkan segala sesuatu yang menjadi pemicu kenangan buruk adalah wujud dari keteguhan dalam bertobat.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala Maha Penerima Tobat. Jika seseorang benar-benar menyesal dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan, maka Allah pasti akan menerima tobatnya. Namun, tobat yang sungguh-sungguh harus diiringi dengan tindakan nyata untuk meninggalkan segala sesuatu yang berpotensi membawa kembali kepada kehinaan. Dengan demikian, hati kita akan senantiasa terjaga dari godaan, dan kita dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

Penulis: Solahudin Al Ayyubi S.Sos.
Penyunting: Idan Sahid

Referensi: Youtube Al-Bahjah TV

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Pacaran Tidak Ada di dalam Islam: Haruskah Barang Pemberian Mantan Dikembalikan?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Muncul Keyakinan di Masyarakat Bulan Dzulqa’dah (Kapit) adalah Bulan Sial, Benarkah?
24 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya

(Teks Khutbah Jumat) Kekuatan Iman dan Cinta
23 Juli 2026

Di antara kesempurnaan pada diri manusia yaitu Allah memberikan anugerah berupa akal dan hati. Dengan akal, manusia mampu berpikir, merenung,... selengkapnya

Hukum Memasang Kanopi Rumah yang Menjorok ke Tanah Milik Fasilitas Umum
16 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sekitaran kompleks perumahan, sering kita jumpai rumah yang di beberapa bagiannya berbatasan langsung dengan selokan kecil atau... selengkapnya

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan Pendapat Setiap Orang?
19 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam pengambilan keputusan, selalu terdapat perbedaan pendapat yang beragam. Hal ini sering terjadi dan sulit dihindari. Tak... selengkapnya

Cara Mengoreksi Diri Sendiri ala Imam Al-Ghazali
6 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya

5 Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya
27 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Seorang penulis hendaknya memperhatikan daya baca pembaca sasarannya. Dalam hal ini penulis harus menempatkan diri sebagai... selengkapnya

Buya Yahya Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2023
22 Oktober 2023

Hari ini, Ahad (22/10) bertepatan dengan perayaan Hari Santri Nasional 2023. Pada momentum berharga ini, kita perlu mengetahui makna dari... selengkapnya

Hukum Wudhu dengan Air Asin
6 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa daerah pesisir yang dekat dengan laut, masyarakat kerap menghadapi kenyataan bahwa sumber air yang tersedia terasa... selengkapnya

Cara Meraih Keutamaan Lailatul Qadar bagi Wanita yang Sedang Haid
25 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh... selengkapnya

Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Pacaran Tidak Ada di dalam Islam: Haruskah Barang Pemberian Mantan Dikembalikan?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: