Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Ahad & Hari Besar Tutup
Beranda » Blog » Masalah dalam Bersedekah

Masalah dalam Bersedekah

Diposting pada 22 Maret 2021 oleh Dzikri Imaddudin / Dilihat: 2.392 kali

Masalah dalam Bersedekah

Oleh: Admin 2

Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Sedekah, satu kata yang memiliki cakupan yang sangat luas. Kita banyak mendengar pembahsan-pembahasan tentang sedekah. Misalnya, bersedekah akan menjauhkan kita dari musibah. Bersedekah itu harus seperti seolah-olah tangan kiri kita tidak tahu. Bersedekah jangan menghardik orang yang disedekahi dan masih banyak lagi yang lainnya.

                Adapun masalah mengenai sedekah ini bukan ikhlas atau tidak ikhlasnya. Sulit menilai keikhlasan yang tersembunyi di dalam hati. Akan tetapi, boleh atau tidak bolehnya sedekah itu dari barang dagangan yang tidak laku atau dari sesuatu yang kurang baik serta layak. Sebagaimana yang ditanyakan oleh seorang jemaah kepada Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) pada saat Majelis  “Kajian Kitab Riyadhus Shalihin” Minggu (21/03/2021) yang kami kutip dari chanels Youtube Al-Bahjah TV.

                 “Jika saya jualan dengan sistem kulakan. Lalu, yang tidak terjual akan saya sedekahkan. Apakah itu diperbolehkan Buya? Apakah saya termasuk orang yang tidak ikhlas dalam bersedekah tersebut?” Tanya Jemaah.

Buya menjawab, “Ada cara bersedekah. Sebaik-baik derma adalah dari sesuatu yang baik dan yang paling kita cintai.”

                Menurut Buya, walaupun bersedekah dengan sesuatu yang baik dan yang paling dicintai itu sesuatu hal yang berat. Akan tetapi, setidaknya kita bersedekah dengan barang yang layak dipakai oleh orang lain atau dimakan orang lain.  Kalaupun itu ternyata juga tidak bisa, maka jangan sampai barang itu menjadi mubazir (tidak berguna). Dengan itu semua, kita masih dapat pahala sedekah, walaupun martabatnya tidak tinggi-tinggi amat. Akan tetapi, lumayan daripada orang yang pelit.

              “Ada orang saking pelitnya itu mending rusak. Ada kekikiran, daripada diberikan ke orang lebih baik busuk. Itu kebusukan jiwa.”

                Biarpun barang yang kita sedehkahkan itu tidak laku, bukan berarti menjadi barang yang tidak berguna. Akan tetapi, bagi orang lain barang tersebut bisa jadi menjadi hal yang berguna. Jangan menganggap remeh.

Buya juga mengingatkan, “Bahkan Nabi mengajarkan, ‘Bersedekahlah engkau walau hanya dengan separuh kurma!’”

                Maka dari itu, berdasarkan hal tersebut di atas. Mari kita tingkatkan, jangan sampai bersedekah kepada orang lain dengan barang yang tidak laku saja. Akan tetapi, kita tambah dengan yang lebih bagus lagi, sedikit demi sedikit. Kemudian, hendaknya kita bersedekah jangan di saat barang dagangan kita tidak laku saja atau dengan barang sisa jualan tersebut. Akan tetapi, niatlah bersedekah semoga dagangan kita lancar, sehingga kita  bisa membantu orang lain, fakir miskin dengan yang lebih banyak lagi.

Wallahualam bissawab.

Ditulis oleh: Admin 2

Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)

Referensi: https://www.youtube.com/watch?v=76UQFkTkI_I

Video lengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=PO0x7MsgKfs&t=0s

Bagikan ke

Masalah dalam Bersedekah

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Masalah dalam Bersedekah

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: