● online
Makna Suci di Hari nan Fitri

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Idulfitri sering kali disebut sebagai Hari Kemenangan bagi kaum muslimin. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, memperbanyak amal ibadah, serta berusaha menjauhi segala larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, akhirnya umat Islam menyambut Idulfitri dalam suasana yang suci, penuh kebahagiaan, dan suka cita.
Makna suci yang dirasakan pada Idulfitri adalah bentuk harapan seorang hamba agar setelah melalui bulan Ramadan dia dapat kembali dalam keadaan suci atau fitrah. Harapan tersebut muncul karena selama Ramadan seorang Muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui berbagai ibadah, seperti shalat tarawih, shalat witir, berpuasa, bersedekah, menunaikan zakat fitrah, melakukan i’tikaf, serta mengerjakan berbagai amalan kebaikan lainnya. Beriringan dengan itu, kita melanjutkan kebaikan setelah bulan Ramadan dengan saling bersilaturahmi, saling memaafkan, dan saling menyenangkan hati dengan sesama sehingga dengan semua itu kita berharap bisa menjadi hamba yang diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Hal ini pernah dijelaskan oleh Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa ada orang-orang yang menemui bulan Ramadan, lalu keluar darinya tanpa membawa kebaikan apa pun dan tidak pula memperoleh ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kerugian tersebut dialami oleh mereka yang ketika bertemu dengan Ramadan tidak berusaha meningkatkan kualitas ibadahnya, tidak bersungguh-sungguh mengharapkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta tidak menjaga dan memperkuat tali silaturahmi dengan sesama. Mereka hanya menjalani Ramadan sekadar menahan lapar dan dahaga, tanpa mengambil hikmah, keutamaan, dan manfaat yang terkandung di dalamnya.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Guru kita Buya Yahya:
“Ketika seseorang aktif di bulan Ramadan, maka dia InsyaAllah termasuk golongan ahli fitrah, yaitu orang yang mendapatkan fitri. Itulah sebabnya hari raya (1 Syawal) disebut dengan Idulfitri. Di hari tersebut (setelah) kita beribadah kepada Allah di bulan pengampunan (Ramadan) dengan serius, lalu menjalin hubungan sesama manusia dengan baik dan indah, maka dengan itu semua kita (kembali dalam keadaan) fitri, seolah-olah kita telah bersih dari dosa. Karenanya, makna suci di Idulfiti adalah pengharapan (seorang hamba agar bisa dikembalikan oleh Allah menjadi hamba yang diampuni dari dosa).”
Oleh karena itu, mari kita senantiasa berusaha meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan dan melanjutkan semangat kebaikan tersebut pada Idulfitri dengan mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan saling mengasihi sesama. Dengan demikian, Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta dengan sesama manusia. Semoga semangat kebaikan yang telah kita bangun selama bulan Ramadan dapat terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga dengan segala amal kebaikan yang telah kita lakukan, kita termasuk golongan orang yang memperoleh kemuliaan Ramadan dan keberkahan Idulfitri dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan kita keluar dari bulan Ramadan dalam keadaan yang lebih baik dan suci, serta dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya dengan harapan dan semangat yang lebih baru lagi. Mari kita jadikan momen Ramadan dan Idulfitri sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi diri secara pribadi, keluarga, lingkungan sekitar, bangsa, dan agama.
Penulis: Fahmi Sidik Marunduri
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Makna Suci di Hari nan Fitri
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di Bulan Suci Ramadan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman terus berubah saban detik. Kini, kita berada pada zaman digital yang memungkinkan setiap orang terhubung hanya dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa daerah pesisir yang dekat dengan laut, masyarakat kerap menghadapi kenyataan bahwa sumber air yang tersedia terasa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari menjelang akhir tahun ini kita akan menyaksikan banyak perayaan, panggung gembira, pesta, atau apa pun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banjir yang melanda berbagai wilayah di Indonesia akhir-akhir ini menjadi pengingat nyata akan pentingnya menjaga lingkungan (hifzh... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada era digitalisasi informasi seperti sekarang ini, secara sadar atau tidak pernah mengalami bullying atau yang lebih kita... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selasa, 16 Dzulhijjah 1444 H bertepatan dengan 4 Juli 2023 rombongan dari Yayasan Aliqa yakni Owner... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dan mulia di bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyaksikan sebuah gebyar yang menjunjung tinggi kepintaran? Saat masih anak-anak, kita mungkin pernah mendengar dengan... selengkapnya
Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000
Saat ini belum tersedia komentar.