● online
Kenali 6 Jenis Paragraf Ini Sebelum Kamu Menulis. Lengkap dengan Contohnya!

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penulis hebat tidak pernah terlepas dari kemampuan penulisan paragraf yang baik, sehingga pengetahuan paragraf yang baik penting dikenali oleh setiap orang, terutama bagi kamu yang mau menulis buku. Teknik menulis paragraf adalah penyajian gagasan dalam kalimat secara tersusun yang diperoleh dari gagasan pokok. Setiap kalimat yang memiliki gagasan pokok akan menghasilkan paragraf yang mudah dipahami sehingga pesan yang disampaikan oleh penulis akan mudah dimengerti oleh pembaca.
Setiap orang yang menulis memiliki maksud dan tujuan yang bermacam-macam. Dengan demikian, tema yang ditulis oleh seseorang harus disesuaikan dengan cara penulisan paragrafnya. Misalnya, jika ingin menulis buku motivasi, kita harus memperkaya isi buku dengan paragraf yang bersifat persuasif. Mengapa? Dengan paragraf persuasif penulis dapat merayu dan memengaruhi pembaca agar mengikuti setiap motivasi yang ia sampaikan. Hal tersebut berbeda jika penulis hanya menggunakan jenis paragraf ekspositif yang cenderung bercerita tanpa menawarkan sesuatu yang menarik bagi pembaca. Oleh karena itu, penting bagi setiap penulis memahami jenis-jenis paragraf.
Jenis Paragraf Berdasarkan Tujuannya
-
Paragraf Naratif
Paragraf naratif adalah cara penulisan paragraf dengan memaparkan suatu peristiwa secara kronologis dan memiliki alur yang pasti. Paragraf ini sering digunakan dalam penulisan cerpen atau novel yang membutuhkan penggambaran alur cerita.
Contoh:
Aku Juang Sastra Jingga, kini umurku 20 tahun. Sedari kecil aku tumbuh dari ribuan belaian kasih Bunda. Tak mengherankan jika selepas kepergiannya aku merasa kesepian. Lantas ingatanku berputar pada masa di mana setiap sore Bunda selalu menembangkan lagu pengingat umat. Tembang yang anak Sunda sebut “pupujian”. Mengantarkan laku agar senantiasa ingat pada Illahi Rabbi. “Eling-eling umat” yang Bunda ganti dengan “Eling-eling Juang…”. Sederhana, namun mengena hanya sekadar menjadi pengingat untuk cepat pergi mengaji. Selepas magrib tiba, tepat saat burung cabak selesai berkicau keras. Tak ayal, aku selalu masih belum berangkat ngaji, teriakan Bunda yang kembali menjadi penggerak. Kini setelah dewasa, aku merasakan manfaat dari yang almarhumah Bunda selalu ajarkan waktu kecil.
Jika kita baca dengan saksama, paragraf di atas mempunyai alur dalam penceritaan gagasan pokoknya. Yakni dengan alur mundur untuk mengenalkan tokoh tersebut, waktu kejadian dan apa yang sedang dialami oleh sang tokoh. Paragraf tersebut juga mengenalkan beberapa tokoh pendukung sebagai pendukung intisari paragraf tersebut. Berikut ini poin-poin naratif yang bisa kita dapati: Sedari kecil Juang tumbuh dari ribuan belaian kasih Bunda. Tak mengherankan jika selepas kepergian Bundanya Juang merasa kesepian. Salah satu kenangan Juang bersama Bundanya seperti tembang “Eling-eling umat” yang Bundanya ganti dengan “Eling-eling Juang…” dan teriakan-teriakan Bunda sebagai pertanda agar Juang segera berangkat ngaji.
-
Paragraf Ekspositif
Paragraf ekspositif adalah cara penulisan paragraf dengan menggambarkan suatu peristiwa yang bertujuan untuk menginformasikan atau memberitahukan sesuatu kepada orang lain. Menurut Rusyana (1984:56), paragraf ini menguraikan suatu peristiwa atau objek dengan cara menjelaskan, menerangkan, dan memberitahukan agar orang lain mengetahuinya secara detail. Jenis paragraf ini menggunakan pola paragraf dengan menjawab unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how), sehingga informasi yang tertera bersifat lengkap. Jenis paragraf ini biasanya banyak kita jumpai pada tulisan pada sebuah berita.
Contoh:
Pada akhir tahun 2023 ini SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon kembali meraih prestasi gemilang pada acara Ekspose Hasil Akreditasi 2023 yang digelar di Harris Hotel Convention & Festival Citilink Bandung Jawa Barat. Acara yang dihelat dari tanggal 28 hingga 30 November 2023 tersebut menorehkan berbagai pencapaian bersejarah bagi sekolah-sekolah utusan yang ada di wilayah pendidikan Jawa Barat. Penghargaan yang diraih tersebut setimpal dengan usaha dan ikhtiar segenap pihak yang maksimal.
Dari contoh paragraf eksposisi di atas, terdapat tulisan yang disajikan untuk dapat menjawab 5W+1H. Pertama, paragraf tersebut menjawab ‘apa’ yang dibahas dan jawabannya adalah prestasi gemilang SMAIQu Al-Bahjah. Untuk menjelaskan ‘kapan’, pembaca dapat ketahui di alinea keempat. Lalu, untuk menjawab ‘siapa’, paragraf tersebut menyebutkan SMAIQu Al-Bahjah. ‘mengapa’ terjawab pada alinea-alinea terakhir. Sedangkan untuk menjawab ‘bagaimana’ itu tersampaikan pada kalimat kedua.
-
Paragraf Persuasif
Paragraf persuasif adalah paragraf yang cara penulisan gagasannya ditujukan untuk memengaruhi dan mengajak orang untuk melakukan sesuatu yang diharapkan oleh sang penulis.
Contoh:
Penggunaan media sosial terkadang disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Terutama kelompok-kelompok pendukung yang sering disebut dengan buzzer. Tidak jarang mereka menyampaikan dukungan dengan dengan cara-cara yang berpotensi memecah belah umat. Untuk itu, Buya Yahya memberikan rambu-rambu yang harus diperhatikan oleh para buzzer saat menyatakan dukungan pada seseorang. Yakni dengan mengutamakan adab dan tata krama dalam memberi informasi atau pun dukungan terhadap orang yang kita sukai.
Pada contoh di atas, penulis mengajak pembaca untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial, terutama dalam memberikan informasi terhadap apa yang menjadi lawan bersaingnya. Pada kepentingan yang lain, penulis dapat menambahkan data-data yang bersifat fakta. Bisa menggunakan kutipan dari salah satu ahli atau pakar. Tetapi secara umum, contoh paragraf persuasif di atas sudah cukup memengaruhi atau membujuk pembaca untuk memahami ajakan yang penulis sampaikan.
Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Utamanya
Paragraf adalah satuan tulisan yang terdiri dari berbagai kalimat. Setiap paragraf memiliki ide pokok yang dijelaskan melalui kalimat-kalimatnya. Agar ide pokok dapat tersampaikan dengan baik, maka antarkalimat harus memiliki keterhubungan antara satu sama lainnya. Paragraf menyimpan gagasan utama yang tersimpan dalam kalimat. Oleh karena itu, berdasarkan letak gagasan utamanya paragraf terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf ineratif.
-
Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah cara penulisan paragraf dengan menempatkan gagasan utamanya di awal paragraf. Ciri dan cara mengidentifikasi jenis paragraf ini dapat kita ketahui dari penguraian gagasan dari khusus ke umum.
Contoh:
Dunia ini sangat sementara. Segala yang kita miliki akan kita tinggalkan. Sedangkan semua yang kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada satu pun dari dunia ini yang akan mengikuti kita saat kita sampai di liang lahat. Tidak hanya itu, kita juga akan dimintai pertanggungjawaban atas segala hal yang telah kita lakukan di dunia ini.
Dari contoh di atas kita dapat mengidentifikasi bahwa gagsan utama berada di kalimat pertama, yakni kalimat yang menjelaskan bahwa dunia ini sangat sementara. Sedangkan kalimat kedua, ketiga, dan seterusnya merupakan kalimat penjelasan dari kalimat yang pertama.
-
Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah cara penulisan paragraf yang berkebalikan dengan paragraf deduktif, yakni menempatkan gagasan utama di akhir kalimat. Cara mengetahui kalimat induktif lainnya ditandai dengan penggunaan konjungsi “jadi”, “akhirnya”, “akibatnya”, “oleh karena itu”, “maka dari itu”, atau “berdasarkan uraian di atas”.
Contoh:
Segala yang kita miliki dan kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada satu pun dari dunia ini yang akan mengikuti kita saat kita sampai di liang lahat. Tidak hanya itu, kita juga akan dimintai pertanggungjawaban atas segala hal yang telah kita lakukan di dunia ini. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menyadari bahwa dunia ini sangat sementara.
Paragraf di atas begitu jelas menggunakan penekanan atau kesimpulan pada akhir kalimatnya. Sedangkan kalimat-kalimat pertama merupakan kalimat rincian untuk mendukung kalimat terakhir sebagai gagasan utama tersebut. Paragraf di atas adalah paragraf induktif.
-
Paragraf Ineratif
Paragraf ineratif adalah salah satu jenis paragraf yang dilihat dari letak gagasan utamanya. Cara menuliskan paragraf ineratif dengan menempatkan gagasan utamanya berada di tengah kalimat. Dengan begitu paragraf ineratif menggunakan pola umum-khusus-umum.
Contoh:
Buya Yahya menyampaikan bahwa apa yang kita temui setelah kita mati adalah segala yang sudah kita berikan di jalan yang benar, bukan apa yang kita miliki. Oleh karena itu, persiapan terbaik kita untuk bekal kematian kita ialah memberikan kebaikan sebanyak-banyaknya di jalan Allah Swt selama hidup di dunia. Salah satu kunci untuk bisa menebar kebaikan yang banyak selama kita hidup di dunia adalah dengan rasa mahabbah (cinta) kepada Nabi Muhammad Saw.
Contoh paragraf ineratif di atas menempatkan gagasan utama di kalimat bagian tengah. Fungsi kalimat awal untuk mengantar pernyataan umum. Sedangkan kalimat akhir sebagai pengantar kembali.
Kesimpulan yang dapat kita ambil setelah memahami jenis-jenis paragraf di atas adalah hendaknya seorang penulis memperhatikan setiap detail kalimat yang akan ia gunakan. Sebab penulisan paragraf yang salah akan menghasilkan pesan, maksud, dan tujuan yang tidak sesuai. Penulisan antarparagraf sebagai pola lanjutan setelah kalimat harus diperhatikan lagi sebelum menjadi satu kesatuan utuh, yakni sebuah buku. Oleh karena itu, mari belajar memahami setiap bagian dalam menulis buku, termasuk dalam memahami jenis paragraf. Hingga pada akhirnya, kegiatan menulis buku yang kamu lakukan akan menjadi lebih berkualitas. Selamat menulis buku!
Penulis: Idan Syahid
Tags: Paragraf, Tips Menulis
Kenali 6 Jenis Paragraf Ini Sebelum Kamu Menulis. Lengkap dengan Contohnya!
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Idulfitri sering kali disebut sebagai Hari Kemenangan bagi kaum muslimin. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya
Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita telah berada di bulan mulia yang penuh kebahagiaan, bulan untuk memupuk kasih sayang, yaitu bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ngabuburit telah menjadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat Indonesia dan keberadaannya hanya ada di bulan Ramadan. Ngabuburit... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kemeriahan rangkaian maulid dan silaturahmi akbar Al-Bahjah 1444 H kian terasa menjelang hari puncak, besok Ahad,02... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegiatan yang melibatkan perlombaan, mulai dari lomba olahraga hingga lomba yang lebih ringan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak luput dari yang namanya komunikasi. Baik itu dengan pasangan, keluarga, teman kerja,... selengkapnya
Mungkin hidup ini berjalan tidak sesuai dengan pilihan kita, tetapi yakinlah kepada Allah Swt bahwa pilihan-Nya tidak akan pernah salah.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pernahkah kita bekerja keras siang dan malam demi mengejar harta dan jabatan dunia tetapi malah merasa... selengkapnya
Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000
Saat ini belum tersedia komentar.