Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu

Diposting pada 6 Mei 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.233 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam kita di perintahkan untuk terus menjalin silaturahmi dengan orang tua dan saudara-saudara kita.

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَ

“Beribadahlah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara.” (HR Bukhari)

Bahkan mereka yang memutus tali silaturahmi mendapatkan ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hadis, Rasulullah Sallahu ‘Alaihi Wassalam mengingatkan ancaman bagi pemutus tali silaturahmi. Abu Jabir bin Muth’im meriwayatkan bahwa Rasulullah Sallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

ايَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi).” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karena karena itu, kita dianjurkan untuk terus menjalin silaturahmi yang baik dengan siapa pun itu. Terutama orang-orang terdekat kita, seperti orang tua, saudara, tetangga, dan sebagainya. Terdapat 4 hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga silaturahmi agar tetap terjalin dengan baik.

Pandai Mendoakan di Saat Berpisah

Sebelum kita silaturahmi secara fisik, hendaknya kita silaturahmi secara batin terlebih dahulu. Mendoakan orang yang akan kita datangi ataupun orang yang belum sempat kita kunjungi. Itu merupakan ciri bahwa hati kita sambung dengan mereka. Sambung hati lebih utama daripada bertemu secara fisik, orang yang sambung hati akan senantiasa mendoakan di saat tidak bertemu, di mana pun dan kapan pun.

Jika terdapat dua orang bersahabat, jika belum bisa mendoakan disaat berpisah, dua-duanya adalah pendusta. Dia hanya senang numpang mobilnya, ingin ditraktir, ingin mendapatkan pekerjaan dan sebagainya. Mendoakan di saat berpisah itu penting, bukan berdoa di depan muka itu namanya penjilat.

Jangan Menggunjing Keburukan Orang Lain

Setelah kita berkunjung atau bersilaturahim, jangan sampai membicarakan kejelekan orang lain atau yang disebut dengan menggunjing. Seburuk apa pun yang kita lihat jangan sampai kita membicarakan keburukan orang atau tempat yang baru saja kita kunjungi. Tidak ada gunjingan yang keluar dari mulut seseorang yang hatinya bersih, gunjingan keluar hanya dari hati yang busuk, maka hendaknya engkau bercermin wahai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ketahuilah bahwa gunjingan dapat menghabiskan pahala yang kita miliki.

Biasakan Membicarakan Kebaikan Orang Lain

Ketika kita menyebutkan kebaikan orang lain maka sesungguhnya kita telah menyambungkan dan menularkan kecintaan. Orang yang hatinya baik hanya bisa melihat kebaikan orang lain. Seseorang ketika berkunjung ke rumah orang lain terdapat dua model, yang pertama hati yang baik. Ia tidak akan melihat segala sesuatu yang terdapat pada rumah tersebut melainkan dengan kebaikan, bahkan keburukan yang nampak di depan matanya akan tertutup dengan kebaikan yang ada pada tempat tersebut.

Adapun sebaliknya orang yang hatinya busuk ia akan selalu memandang sesuatu hal dengan pandangan yang buruk. Ia akan mencari kesalahan dan keburukan walaupun di depan matanya tampak dengan jelas kebaikan. Oleh karena itu, teruslah menata hati agar senantiasa memandang segala sesuatu dari sisi yang baik.

Jangan Biasa Berprasangka Buruk

Kalau kita berurusan dengan orang yang berprasangka buruk itu repot. Di saat kita menjelaskan yang sejelas-jelasnya yang dia lihat tetap sesuatu yang tidak jelas (prasangka buruk). Sebagai contoh ketika dia menelepon seseorang kemudian telepon tersebut tidak diangkat, maka dia akan berpikir bahwa orang yang ditelpon merupakan orang yang sombong karena tidak mau mengangkat panggilan dari dia. Itulah cara berpikir orang yang berprasangka buruk. Akan tetapi di saat kita berprasangka baik maka kita akan berpikir bahwa kemungkinan dia sedang shalat, handphone-nya sedang diisi daya dan sebagainya. Bukankah cara berpikir yang demikian lebih menenangkan hati? Kebiasaan prasangka buruk inilah yang membuat hati kita rusak dan pada akhirnya kita sendiri yang akan merasakan dampaknya.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa?
22 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah... selengkapnya

Jodoh Tak Kunjung Datang, Bagaimana Solusinya?
2 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Jika jodoh tak kunjung datang padahal sudah dicari ke mana-mana, sampai diri mungkin sudah merasa lelah, jangan... selengkapnya

Muslimah Juga Bisa Mendapatkan Pahala Jihad Loh, Begini Caranya
3 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada suatau ketika di zaman Nabi Muhammad Saw, terdapat keistimewaan bagi kaum laki-laki untuk senantiasa dekat kepada... selengkapnya

Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan
27 November 2023

Pustaka Al-Bahjah – Cirebon, Betapa banyak kita temukan titel akademik dimiliki seseorang, tetapi moral mereka tidak mewakili orang-orang berpendidikan. Banyak... selengkapnya

Ternyata Allah Tidak di Arsy Saat Isra Miraj Nabi Saw, Tapi….
18 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Isra Miraj merupakan sebuah peristiwa agung yang dialami oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. Dalam peristiwa ini... selengkapnya

Muliakan Anak Yatim Setiap Hari, Bukan Hanya di Bulan Muharram
23 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Muharram sering kali dikenal oleh masyarakat sebagai “Bulannya anak yatim”, khususnya pada tanggal 10 Muharram. Tradisi ini... selengkapnya

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita
14 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya

Muslimah Istimewa dengan Tawakalnya
6 Maret 2024

Mungkin hidup ini berjalan tidak sesuai dengan pilihan kita, tetapi yakinlah kepada Allah Swt bahwa pilihan-Nya tidak akan pernah salah.... selengkapnya

Buat Apa Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam?
9 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Dzahirnya diciptakan dengan istimewa.... selengkapnya

Teks Khutbah Iduladha 1446 H/2025 M
3 Juni 2025

Jadikanlah Iduladha saat ini adalah untuk memulai dengan sungguh-sungguh berjuang dan berkorban dengan apa pun yang kita miliki untuk meruntuhkan... selengkapnya

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: