Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan

Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan

Diposting pada 27 November 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.710 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah – Cirebon, Betapa banyak kita temukan titel akademik dimiliki seseorang, tetapi moral mereka tidak mewakili orang-orang berpendidikan. Banyak juga kita temui orang-orang yang merasa risih karena kenakalan orang-orang yang dinilai pintar. Ini melambangkan sebuah kegagalan dari proses pendidikan yang mereka tempuh.

Pendidikan yang sesungguhnya berorientasi pada hati, bukan yang berorientasi pada akal pikiran.

Hakikat Pendidikan

Pendidikan sendiri dalam bahasa Arab diterjemahkan menjadi tarbiyah.

Hakikat tarbiyah ialah pembenahan jalinan manusia dengan Allah Swt dan sesama manusia yang berpusat di hati.

Oleh karena itu, kecerdasan akal tidak bisa menjadi jaminan keberhasilan dalam pendidikan (tarbiyah). Ilmu yang sangat memadai pun tidak bisa menjamin bahwa seseorang telah mendapatkan pendidikan yang baik.

Sejarah mencatat bahwa kaum Yahudi menolak kenabian Rasulullah Saw, padahal mereka 100% tahu bahwa beliau adalah Nabi yang diutus oleh Allah Swt sekaligus Nabi yang mereka tunggu-tunggu. Berita tentang datangnya utusan terakhir ini termaktub di dalam kitab suci mereka sendiri. Mereka tidak menerima kedatangan Nabi Muhammad Saw bukan karena tidak tahu, tetapi karena ada kesalahan di dalam tarbiyah mereka sehingga ilmu mereka tidak membantu mereka dalam menginsyafi keberadaan Nabi Muhammad Saw sebagai seorang Nabi dan Rasul. Kegagalan tarbiyah ini menyebabkan hilangnya sifat insyaf (sadar) dari diri mereka, yang akhirnya mendatangkan sifat dengki dan takabbur kepada Nabi Muhammad Saw.

Demikian pentingnya peranan hati ini dalam pendidikan. Jika tidak dijaga dengan baik, maka akan menjerumuskan diri sendiri.

Hambatan Pendidikan

Karena medan pendidikan ialah di dalam hati, maka penyakit-penyakit yang dapat mengganggu pendidikan itu berada di dalam hati. Penyakit di dalam hati sangat sulit untuk dideteksi, apa yang dapat kita lihat hanya tindak tanduk lahir seseorang yang merupakan pancaran dari dalam hati. Tidak mudah untuk membedakan apakah pancaran tersebut asli atau palsu. Pergerakan hati sendiri sering terjadi perlahan tanpa terasa, tiba-tiba saja hati kita sudah berubah dan subur oleh penyakit. Oleh sebab itu, dalam mendidik, para murabbi (pakar tarbiyah) sejati─selain menasihati muridnya untuk sering mendengarkan wejangan-wejangan ruhani─ mereka juga melatih muridnya untuk bermujahadah dan riyadhah dalam memerangi hawa nafsu.

Bahkan latihan seperti ini lebih mereka dahulukan sebelum ilmu itu sendiri.

Sebab ilmu yang tidak dibarengi dengan tarbiyah yang benar hanya akan menjadikan hati penyandangnya semakin kotor.

Kunci Keberhasilan Pendidikan

Kunci keberhasilan tarbiyah/pendidikan seseorang ialah kesadarannya akan kelemahan dirinya. Karena ini merupakan pintu masuknya hikmah dan pelajaran.

Tidak ada artinya sejuta petuah bagi seseorang yang merasa dirinya tidak perlu kepada petuah itu.

Orang yang menginginkan tarbiyah akan selalu membuka hatinya untuk menerima apa saja yang menjadikan dirinya semakin baik. Bahkan “merasa baik” sendiri merupakan tanda seseorang tidak menyadari kelemahan dirinya. Orang yang merasa sudah tawadhu, saat itu ia telah tersungkur ke dalam jurang takabbur.

Upaya untuk menghadirkan sifat-sifat terpuji selama proses tarbiyah ialah dengan introspeksi. Berupayalah untuk selalu istrospeksi dengan terus waspada akan tercemarnya hati oleh penyakit. Selalu lihat diri sendiri membutuh resep-resep untuk mengobati penyakit hati. Orang yang sadar dalam introspeksinya tidak akan sibuk mencocok-cocokkan resep itu untuk orang lain, sebaliknya, ia selalu menjadikan dirinya objek utama dan pertama. Dengan begitu, sifat-sifat terpuji akan mudah muncul.

Sumber: Isi pemikiran dalam artikel ini diambil dari buku Oase Iman Jilid I (Buya Yahya)

Bagikan ke

Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Makna Maulid dalam Kehidupan Kita
3 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran kekasih Allah, yaitu Nabi Muhammad Saw.... selengkapnya

Gegara Dua Butir Kurma
2 Maret 2024

Oleh: Herry Munhanif Lelaki itu dengan susah payah menempuh perjalanan yang melelahkan selama berbulan-bulan, demi mendapatkan keikhlasan pemilik dua butir... selengkapnya

Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka dan Idealisasinya Menurut Para Ulama
16 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Delapan puluh tahun lalu, bangsa ini mengucapkan kata paling sakral dalam sejarahnya: merdeka. Kata itu lahir dari rahim... selengkapnya

Lebarkan Sayap Dakwah Rasulullah Saw, Pondok Pesantren Al-Bahjah Binangkit Tasikmalaya Diresmikan
28 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Jumat, 02 Rabiul Akhir 1444 H atau bertepatan dengan Tanggal 28 Oktober 2022 telah diresmikan Pondok... selengkapnya

Bolehkah Bertayamum saat Mendaki Gunung?
26 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mendaki gunung merupakan aktivitas luar ruangan yang belakangan ini banyak diminati masyarakat Indonesia. Pada gunung-gunung tertentu, proses pendakian... selengkapnya

Menyingkap Rahasia Bulan Rabi’ul Awal sebagai Bulan Rahmat
4 Oktober 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini, kita telah berada di pertengahan bulan Rabi’ul Awal. Bulan penuh rahmat dan kemuliaan. Tidak... selengkapnya

Banyak yang Mau Hijrah tapi Tidak Jadi karena Ditakut-Takutin Duluan
21 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada beberapa kajian keagamaan yang sering bersileweran di media sosial, banyak di antaranya memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian mengerikan... selengkapnya

Mengantisipasi Kenakalan Anak di Era Modern: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Ketegasan
30 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mendidik anak menjadi tantangan besar bagi orang tua di zaman sekarang. Tak sedikit orang tua mengalami kesulitan... selengkapnya

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?
14 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tiada seorangpun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan... selengkapnya

Allah Bersumpah dengan Pena: Simbol Ilmu, Amal, dan Medium Peradaban
8 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Selembar kertas tampak sederhana, rapuh, bahkan sering terabaikan. Namun di balik kesederhanaannya, ia adalah saksi bisu perjalanan ilmu,... selengkapnya

Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: