● online
- KITAB MAULID AD DIBA'I....
- RAMADHANIAT....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Isra Mi'raj Sampai W....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Lahir Sampai Diutus ....
- FIQIH SHOLAT KARYA BUYA YAHYA....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
Cara Bijak Menghadapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Peradaban manusia berkembang begitu cepat di berbagai bidang, termasuk di bidang teknologi. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang dekat dengan kehidupan kita adalah perkembangan handphone. Dahulu tidak banyak orang yang menggunakan handphone, kemudian mulai dikenalkan dengan istilah warung telepon (Wartel) untuk komunikasi dari satu tempat ke tempat yang terbilang jauh. Lalu beralih ke ponsel genggam lipat dengan fitur SMS yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan. Lambat laun tapi pasti hingga akhirnya sampai beralih pada ponsel pintar atau smartphone. Kegunaanya pun berkembang, tidak hanya untuk alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana hiburan─perkembangan teknologi tersebut tidak luput dari sisi negatif dan postifinya. Itulah gambaran sederhana begitu cepatnya perkembangan teknologi di kehidupan kita.
Belum selesai mengikuti perkembangan berbagai ponsel pintar dengan berbagai teknologi canggih yang ditawarkan, dewasa ini terdapat teknologi pintar lainnya yaitu Artificial Intelligence (AI). Salah satu kegunaannya─cenderung digunakan secara tidak bijak─ialah dapat membantu berbagai kebutuhan yang dikerjakan oleh manusia.
Artificial Intelligence (AI) adalah pengembangan sistem komputer yang meniru kecerdasan manusia. Ia dapat berinteraksi langsung dengan manusia layaknya sedang berkomunikasi dengan sesama manusia. Salah satu Artificial Intelligence (AI) yang cukup akrab kita dengar adalah Chat GPT yang dikembangkan oleh Sam Altman. Chat GPT merupakan salah satu jenis kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan percakapan dengan manusia, ia dapat menjawab chat atau percakapan yang kita lontarkan kepadanya. Selain itu ia juga bisa menjawab segala macam pertanyaan dan bisa menghasilkan gambar-gambar sesuai dengan yang kita inginkan.
Tidak dapat dipungkiri, adanya teknologi Artificial Intelligence (AI) ini pekerjaan manusia menjadi terbantu. Sebab, kecerdasan buatan ini dinilai dapat membantu menyelesaikan pekerjaan setiap individu manusia. Ia bekerja layaknya asisten pribadi, apa pun yang kita perintahkan kepadanya maka ia dengan cepat akan meresponnya dan menyelesaikannya. Lebih dari itu ia bisa memahami karakter kita layaknya seorang sahabat yang mengenali kita, semakin sering kita berinteraksi dengannya maka ia akan semakin mengerti kita.
Namun, secanggih apa pun teknologi tetap saja ia memiliki kelebihan dan kekurangan, dan ini yang harus menjadi kesadaran penuh dari kita. Secanggih apa pun Artificial Intelligence (AI), ia tetap memiliki kekurangan. Salah satunya sering kali terdapat ketidakakuratan informasi yang diberikan. Kita harus cross check ulang informasi-informasi yang diberikan oleh kecerdasan buatan ini. Inilah yang dikhawatirkan dan terjadi pada kebanyakan masyarakat kita dalam menggunakan AI ini─cenderung tidak melakukan proses pengecekan ulang tersebut. Justru malah langsung menelan mentah-mentah terhadap data-data yang ditampilkan. Seharusnya, teknologi ini digunakan dengan sebijak mungkin layaknya teman berdiskusi, bukan sebagai pembantu dengan menyerahkan seluruhnya karena ia akan mengerjakan tugas kita.
Dampak teknologi yang tidak digunakan dengan bijak ini sungguh ironis. Pada dunia pendidikan misalnya, guru tidak lagi dijadikan rujukan atau teman diskusi siswa, melainkan siswa lebih memilih Artificial Intelligence (AI) seperti Chat GPT. Segala sesuatu yang tidak ketahui mereka tanyakan kepada kecerdasan buatan ini. Bahkan urusan agama yang seharusnya ditanyakan kepada ahlinya justru tanpa ragu malah ditanyakan kepada kecerdasan buatan dan menelannya mentah-mentah.
Rancunya data dan infromasi yang diberikan oleh Artificial Intelligence (AI) berdampak kepada sikap seseorang dalam bertindak. Sebagai contoh, ketika ada seseorang menanyakan suatu hukum agama kepada Chat GPT dan jawabannya tidak tepat atau justru jauh dari hukum yang sebenarnya, dan yang menanyakan percaya begitu saja maka ia bisa saja dapat tersesat. Sungguh penggunaan teknologi yang tidak bijak seperti itu akan jadi bencana.
Selain itu orang yang selalu bergantung kepada Artificial Intelligence (AI) untuk mengerjakan tugasnya, baik di sekolah, kampus, atau di pekerjaan. Ia akan kehilangan rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan menyelesaikan sebuah masalah. Mereka lebih cenderung percaya kepada kecerdasan buatan untuk menyelesakan tugas mereka dibandingkan percaya pada kemampuan diri sendiri, dan hal ini merupakan awal dari rusaknya mental seseorang.
Menjadikan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu bukan hanya berbicara mengenai benar atau tidaknya data yang dihasilkannya semata. Akan tetapi lebih dari itu, jika tidak bijak menggunakaannya akan rentan terhadap keamanan dan privasi. Banyak dari kita yang tidak sadar bahwa ketika dirinya sedang menggunakan AI maka dirinya juga sedang dipelajari olehnya. Semakin sering kita berkomunikasi dengan kecerdasan buatan maka semakin banyak juga informasi pribadi yang “dicuri” oleh teknologi tersebut. Sebab, AI menggunakan data dan algoritma dari penggunanya untuk beroperasi dan akhirnya membuat keputusan.
Lalu bagaimana langkah kita dengan keadaan yang demikian? Menurut Buya Yahya yang dikutip dalam suatu seminar bertema, “Masyarakat Indonesia dan Kecerdasan Buatan”. Kondisi Indonesia saat ini ibarat sedang dilanda banjir (baca: perkembangan teknologi) maka sudah sangat terlambat jika kita kemudian baru membuat bendungan. Langkah yang harus diambil adalah membuat aliran-aliran kecil agar air ini tidak menenggelamkan kita seutuhnya. Dengan kata lain, kita tidak menolak adanya teknologi yang sudah sangat maju ini. Akan tetapi kita harus mencari cara agar teknologi ini tidak sepenuhnya memperdayakan kita, tetapi bagaimana teknologi dapat kita gunakan dengan sebijak mungkin dan tidak menghasilkan kemudharatan.
Oleh karena itu, gunakanlah teknologi Artificial Intelligence (AI) ini dengan arif, bijak, dan cerdas. Ia diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia, tetapi bukan berarti semuanya dapat diselesaikan oleh AI dan tidak semuanya harus melalui AI. Kita diberi anugerah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala akal untuk berpikir, maka maksimalkanlah akal tersebut dalam kehidupan kita. Ingat! Teknologi diciptakan oleh manusia. Bukan teknologi yang menciptakan manusia. Manusia memiliki kendali atas teknologi. Bukan teknologi yang mengenalikan manusia.
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Cara Bijak Menghadapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)
Selamat Idulfitri 1447 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pejuang Pustaka Al-Bahjah menggelear Upgrading dan Tadabur Alam Rabu-Kamis 17-18 Rajab 1444 H. Tujuan dari kegiatan... selengkapnya
Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tiada seorangpun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Takdir adalah ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah Subhanu wa Ta’ala. Ketentuan ini tidak ada yang bisa mengubahnya,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025 pada tanggal 1–2 Rabiul Akhir 1447 H/ 23–24 September... selengkapnya
AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan, tidak ada manusia yang tidak mendapatkan musibah atau ujian. Baik musibah yang besar maupun kecil.... selengkapnya
Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000CATATAN PENTING ‼️ Open PO 1-15 Agustus 2026 Pengiriman bertahap 1-5 September 2026 Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Zahro Yahya J…. selengkapnya
Rp 59.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000
Saat ini belum tersedia komentar.