Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Cara Bijak Menghadapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Cara Bijak Menghadapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Diposting pada 14 Juli 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 661 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Peradaban manusia berkembang begitu cepat di berbagai bidang, termasuk di bidang teknologi. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang dekat dengan kehidupan kita adalah perkembangan handphone. Dahulu tidak banyak orang yang menggunakan handphone, kemudian mulai dikenalkan dengan istilah warung telepon (Wartel) untuk komunikasi dari satu tempat ke tempat yang terbilang jauh. Lalu beralih ke ponsel genggam lipat dengan fitur SMS yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan. Lambat laun tapi pasti hingga akhirnya sampai beralih pada ponsel pintar atau smartphone. Kegunaanya pun berkembang, tidak hanya untuk alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana hiburan─perkembangan teknologi tersebut tidak luput dari sisi negatif dan postifinya. Itulah gambaran sederhana begitu cepatnya perkembangan teknologi di kehidupan kita.

Belum selesai mengikuti perkembangan berbagai ponsel pintar dengan berbagai teknologi canggih yang ditawarkan, dewasa ini terdapat teknologi pintar lainnya yaitu Artificial Intelligence (AI). Salah satu kegunaannya─cenderung digunakan secara tidak bijak─ialah dapat membantu berbagai kebutuhan yang dikerjakan oleh manusia.

Artificial Intelligence (AI) adalah pengembangan sistem komputer yang meniru kecerdasan manusia. Ia dapat berinteraksi langsung dengan manusia layaknya sedang berkomunikasi dengan sesama manusia. Salah satu Artificial Intelligence (AI) yang cukup akrab kita dengar adalah Chat GPT yang dikembangkan oleh Sam Altman. Chat GPT merupakan salah satu jenis kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan percakapan dengan manusia, ia dapat menjawab chat atau percakapan yang kita lontarkan kepadanya. Selain itu ia juga bisa menjawab segala macam pertanyaan dan bisa menghasilkan gambar-gambar sesuai dengan yang kita inginkan.

Tidak dapat dipungkiri, adanya teknologi Artificial Intelligence (AI) ini pekerjaan manusia menjadi terbantu. Sebab, kecerdasan buatan ini dinilai dapat membantu menyelesaikan pekerjaan setiap individu manusia. Ia bekerja layaknya asisten pribadi, apa pun yang kita perintahkan kepadanya maka ia dengan cepat akan meresponnya dan menyelesaikannya. Lebih dari itu ia bisa memahami karakter kita layaknya seorang sahabat yang mengenali kita, semakin sering kita berinteraksi dengannya maka ia akan semakin mengerti kita.

Namun, secanggih apa pun teknologi tetap saja ia memiliki kelebihan dan kekurangan, dan ini yang harus menjadi kesadaran penuh dari kita. Secanggih apa pun Artificial Intelligence (AI), ia tetap memiliki kekurangan. Salah satunya sering kali terdapat ketidakakuratan informasi yang diberikan. Kita harus cross check ulang informasi-informasi yang diberikan oleh kecerdasan buatan ini. Inilah yang dikhawatirkan dan terjadi pada kebanyakan masyarakat kita dalam menggunakan AI ini─cenderung tidak melakukan proses pengecekan ulang tersebut. Justru malah langsung menelan mentah-mentah terhadap data-data yang ditampilkan. Seharusnya, teknologi ini digunakan dengan sebijak mungkin layaknya teman berdiskusi, bukan sebagai pembantu dengan menyerahkan seluruhnya karena ia akan mengerjakan tugas kita.

Dampak teknologi yang tidak digunakan dengan bijak ini sungguh ironis. Pada dunia pendidikan misalnya, guru tidak lagi dijadikan rujukan atau teman diskusi siswa, melainkan siswa lebih memilih Artificial Intelligence (AI) seperti Chat GPT. Segala sesuatu yang tidak ketahui mereka tanyakan kepada kecerdasan buatan ini. Bahkan urusan agama yang seharusnya ditanyakan kepada ahlinya justru tanpa ragu malah ditanyakan kepada kecerdasan buatan dan menelannya mentah-mentah.

Rancunya data dan infromasi yang diberikan oleh Artificial Intelligence (AI) berdampak kepada sikap seseorang dalam bertindak. Sebagai contoh, ketika ada seseorang menanyakan suatu hukum agama kepada Chat GPT dan jawabannya tidak tepat atau justru jauh dari hukum yang sebenarnya, dan yang menanyakan percaya begitu saja maka ia bisa saja dapat tersesat. Sungguh penggunaan teknologi yang tidak bijak seperti itu akan jadi bencana.

Selain itu orang yang selalu bergantung kepada Artificial Intelligence (AI) untuk mengerjakan tugasnya, baik di sekolah, kampus, atau di pekerjaan. Ia akan kehilangan rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan menyelesaikan sebuah masalah. Mereka lebih cenderung percaya kepada kecerdasan buatan untuk menyelesakan tugas mereka dibandingkan percaya pada kemampuan diri sendiri, dan hal ini merupakan awal dari rusaknya mental seseorang.

Menjadikan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu bukan hanya berbicara mengenai benar atau tidaknya data yang dihasilkannya semata. Akan tetapi lebih dari itu, jika tidak bijak menggunakaannya akan rentan terhadap keamanan dan privasi. Banyak dari kita yang tidak sadar bahwa ketika dirinya sedang menggunakan AI maka dirinya juga sedang dipelajari olehnya. Semakin sering kita berkomunikasi dengan kecerdasan buatan maka semakin banyak juga informasi pribadi yang “dicuri” oleh teknologi tersebut. Sebab, AI menggunakan data dan algoritma dari penggunanya untuk beroperasi dan akhirnya membuat keputusan.

Lalu bagaimana langkah kita dengan keadaan yang demikian? Menurut Buya Yahya yang dikutip dalam suatu seminar bertema, “Masyarakat Indonesia dan Kecerdasan Buatan”. Kondisi Indonesia saat ini ibarat sedang dilanda banjir (baca: perkembangan teknologi) maka sudah sangat terlambat jika kita kemudian baru membuat bendungan. Langkah yang harus diambil adalah membuat aliran-aliran kecil agar air ini tidak menenggelamkan kita seutuhnya. Dengan kata lain, kita tidak menolak adanya teknologi yang sudah sangat maju ini. Akan tetapi kita harus mencari cara agar teknologi ini tidak sepenuhnya memperdayakan kita, tetapi bagaimana teknologi dapat kita gunakan dengan sebijak mungkin dan tidak menghasilkan kemudharatan.

Oleh karena itu, gunakanlah teknologi Artificial Intelligence (AI) ini dengan arif, bijak, dan cerdas. Ia diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia, tetapi bukan berarti semuanya dapat diselesaikan oleh AI dan tidak semuanya harus melalui AI. Kita diberi anugerah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala akal untuk berpikir, maka maksimalkanlah akal tersebut dalam kehidupan kita. Ingat! Teknologi diciptakan oleh manusia. Bukan teknologi yang menciptakan manusia. Manusia memiliki kendali atas teknologi. Bukan teknologi yang mengenalikan manusia.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Cara Bijak Menghadapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Teks Khutbah Idulfitri 1447 H
14 Maret 2026

Selamat Idulfitri 1447 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,... selengkapnya

Tingkatkan Semangat dan Kinerja, Pejuang Pustaka Al-Bahjah Gelar Upgrading dan Tadabur Alam
9 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pejuang Pustaka Al-Bahjah menggelear Upgrading dan Tadabur Alam Rabu-Kamis 17-18 Rajab 1444 H. Tujuan dari kegiatan... selengkapnya

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai)
8 Oktober 2021

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?
14 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tiada seorangpun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan... selengkapnya

Kunci dari Tenangnya Jiwa Adalah Yakin Bahwa Takdir Allah Selalu Baik
20 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Takdir adalah ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah Subhanu wa Ta’ala. Ketentuan ini tidak ada yang bisa mengubahnya,... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Tingkatkan Manajerial dan Sinergi, Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 Gelar Rapat Kerja
30 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025 pada tanggal 1–2 Rabiul Akhir 1447 H/ 23–24 September... selengkapnya

(Cerpen) Biarkan Aku Pergi
24 Januari 2026

AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya

Musibah dan Ujian sebagai Bentuk Kasih Sayang dari Allah
3 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan, tidak ada manusia yang tidak mendapatkan musibah atau ujian. Baik musibah yang besar maupun kecil.... selengkapnya

Surat Cinta Untukmu Ya Rasulallah
1 Maret 2023

Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini   Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya

Cara Bijak Menghadapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: