Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kekalahan Telak Malaikat Melawan Manusia

Kekalahan Telak Malaikat Melawan Manusia

Diposting pada 22 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 108 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia pada dasarnya buruk sehingga dibutuhkan sejumlah syarat tertentu untuk mengubah keadaan alami itu menjadi suatu keteraturan. Pendapat sebaliknya memandang manusia pada dasarnya baik dan dibutuhkan suatu kondisi tertentu untuk memaksa manusia keluar dari tabiat alaminya itu.

Maraknya manusia yang melakukan kejahatan seperti korupsi, pembunuhan, perampokan, dan lain sebagainya seakan menjadi bukti bahwa manusia memang pada dasarnya adalah buruk. Tapi apakah kita memang seburuk itu? Pandangan bahwa manusia pada dasarnya buruk sebenarnya bukan pertama kali dicetuskan oleh manusia itu sendiri. Sebelum manusia pertama diciptakan, malaikat telah lebih dahulu meragukan potensi kebaikan manusia.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’” (QS. Al-Baqarah: 30)

Tidak hanya malaikat, jin ahli ilmu yang pada awal mulanya merupakan guru para malaikat pun memandang manusia tidak lebih dari sekadar lumpur yang diberi bentuk. Tapi perhatikanlah bagaimana Allah memuliakan kita! Dia memilih kita menjadi wakil-Nya di muka bumi. Allah membela kita di hadapan mereka yang meremehkan dan memuliakan kita dengan menjadikan segala sesuatu tunduk melayani keperluan-keperluan kita.

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 29)

Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai harus membuat sebuah kompetisi untuk menunjukkan potensi belajar kita yang luar biasa. Malaikat kalah telak dalam kompetisi itu dan Allah bangga sekali pada kita.

قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

(Dia) berfirman: ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.’ Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: ‘Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?’” (QS. Al-Baqarah: 33)

Pada ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala seolah berkata, “Aku bilang juga apa! Kalian selalu saja bicara tentang keburukannya padahal tentu kalian pun tahu bahwa ia punya kebaikan seperti yang hari ini kalian saksikan! Tidak ingatkah kalian bahwa Aku tahu (hikmah) yang tersembunyi di balik segala apapun yang Aku ciptakan dan Aku jadikan?”

Setelah Allah memberikan fakta akan keluruhan manusia, tidak ada alasan bagi para malaikat dan penghuni kerajaan langit lainnya untuk tidak menundukkan kepala di hadapan manusia. Maka para malaikat itu pun tunduk. Mereka menuruti kehendak Allah, melayani kepentingan manusia. Mereka mengatur dan mengantarkan rejeki manusia, mencatat amal-amal mereka, menjaga mereka, menanyai mereka dalam kubur. Tetapi itu tidak berarti mereka telah benar-benar mencampakkan pandangan buruk mereka tentang manusia. Sebagaimana guru mereka yang memandang rendah seceruk lumpur berbentuk ini, malaikat masih merasa bahwa manusia sebagai sumber kekacauan. Yang membuat mereka berbeda hanyalah bahwa malaikat tidak nyata-nyata menentang perintah Allah untuk tunduk.

Mereka menahan diri dari mengatakan apa yang mereka sembunyikan hingga manusia mulai memenuhi bumi dengan kekacauan-kekacauan. Namun kemudian manusia membuat berbagai kerusakan di muka bumi, persis seperti yang mereka perkirakan. Maka menghadaplah beberapa malaikat lagi kepada Allah, mengadukan ketidakbecusan manusia dalam pandangan mereka. Menghadapi makhluk yang merasa suci itu, Allah pun akhirnya mengeluarkan dekritnya. Allah menyuruh malaikat memilih perwakilan terbaik mereka untuk melihat apakah mereka dapat melakukannya lebih baik dari manusia. Siapa pun yang tidak 100% yakin tentu akan gemetar saat diminta membuktikan diri seperti itu tetapi malaikat berhasil memutuskan siapa yang akan mewakili mereka. Harut dan Marut.

Harut dan Marut pun diberi Allah izin untuk menggunakan perangkat fisik sebagaimana yang dimiliki manusia, termasuk diberikan hawa nafsu. Kemudian berjalanlah Harut dan Marut di muka bumi agar dapat dinilai apakah mereka memang dapat melakukan tugas lebih baik dari manusia seperti yang selama ini mereka kira. Pada beberapa saat pertama, mereka memang tampak melakukannya dengan baik. Tapi tidak butuh waktu lama Harut dan Marut terpedaya dengan godaan hawa nafsu hingga berujung dosa besar, seperti meminum khamar, berzina, hingga membunuh.

Mereka melakukan dosa-dosa yang sebelumnya mereka anggap terlalu kotor untuk dilakukan makhluk suci seperti mereka. Sejak kekalahan spektakuler mereka itulah, para malaikat benar-benar menerima kedudukan manusia. Sejak saat itulah mereka menaruh hormat yang luar biasa kepada para manusia dan tidak lagi mencela manusia yang berdosa tetapi memohonkan ampunan kepada Allah.

Pertanyaannya, kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala kita menyayangi dan melebihkan kita dari seluruh makhluk-Nya yang lain meskipun manusia senantiasa berbuat dosa? Biarlah itu jadi pembahasan kita di lain hari.

Wallahu A’lam Bishowab

 

Penulis: Habib Asyrafy

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Kekalahan Telak Malaikat Melawan Manusia

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
3 Hikmah di Balik Musibah
18 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika musibah datang, seringkali hati dipenuhi pertanyaan. Mengapa ini terjadi? Mengapa Allah Subhanahuwata’ala mengizinkan ujian yang begitu berat... selengkapnya

Menjadi Tamu Allah Bukan Sekadar Perjalanan Tapi Impian Semua Orang
8 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Umrah bukan hanya perjalanan wisata religi, tetapi perjalanan hati menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Untuk menautkan hati kepada... selengkapnya

Langkah-Langkah Menulis Beserta Penjelasannya
15 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa pun dapat menulis, tetapi tidak semua orang dapat menghasilkan tulisan yang baik. Sebab, menulis merupakan wujud... selengkapnya

Petugas Keamanan Al-Bahjah Cirebon Menutup Jalan di Area Masjid Oemar untuk Sementara Waktu
16 Maret 2021

Cirebon, Pustaka Al-Bahjah News-Petugas Keamanan LPD AL-Bahjah Cirebon Menutup Jalan untuk Sementara Waktu pada Saat Shalat Berjamaah Sedang Berlangsung di... selengkapnya

Penyakit Hati Paling Berbahaya: Refleksi Filosofis atas Pesan Buya Yahya
11 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati dalam pandangan Islam, bukan hanya organ biologis, melainkan pusat kesadaran spiritual dan moral. Ia adalah cermin kehidupan... selengkapnya

Berdakwah Dengan Keindahan
29 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dakwah adalah perintah yang Allah Swt berikan kepada setiap muslim. Artinya, berdakwah merupakan tugas bagi setiap... selengkapnya

Menghadapi Disrupsi Digital Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadits
8 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pertumbuhan dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengharuskan berbagai aspek melakukan penyesuaian, mulai dari regulasi, konten, dan tata... selengkapnya

Cara Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah Tanpa Berkunjung ke Makkah
6 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak orang-orang muslim berbondong-bondong pergi ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu... selengkapnya

Keutamaan Puasa Ramadan, Jalan menuju Ampunan dan Meraih Lailatul Qadar
17 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah paling agung dalam Islam. Ia bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi... selengkapnya

Hikmah di Balik Pemilihan Jazirah Arab sebagai Tempat Turunnya Dakwah Islam
11 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya

Kekalahan Telak Malaikat Melawan Manusia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: