Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Keindahan Metode Dakwah Rasulullah Saw yang Diikuti oleh Para Ulama

Keindahan Metode Dakwah Rasulullah Saw yang Diikuti oleh Para Ulama

Diposting pada 11 November 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.117 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengutip kisah Nabi Muhammad Saw ketika berdakwah di kota Thaif, kala itu beliau memulainya dengan datang ke tempat-tempat para pemuka Bani Tsaqif sebagai orang-orang yang berkuasa di daerah itu. Beliau berbicara tentang Islam dan mengajak mereka supaya beriman kepada Allah Swt. Akan tetapi, ajakan beliau itu ditolak mentah-mentah bahkan sering mendapat bantahan yang kasar. Mereka yang tidak terima dengan dakwahnya Nabi Saw, lalu mengerahkan para penjahat dan para budak untuk mencerca dan melempari Nabi Saw dengan batu sehingga mengakibatkan cedera pada kaki mulia Rasulullah Saw. Zaid bin Haritsah yang berusaha keras melindungi beliau pun tetap saja kewalahan sehingga terluka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk pada kepalanya.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a., ia berkata:

            “Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami peristiwa yang lebih berat dari peristiwa Uhud?” Jawab Nabi, “Aku telah mengalami berbagai penganiayaan dari kaummu. Akan tetapi, penganiayaan terberat yang pernah aku rasakan ialah pada hari Aqabah saat aku datang dan berdakwah kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kilal, tetapi dia menolak tawaran dakwahku. Aku kemudian kembali dengan perasaan tidak menentu sehingga aku baru tersentak dan tersadar ketika di Qarnuts Tsa’lib. Aku angkat kepalaku dan tiba-tiba muncul Jibril memanggilku seraya berkata, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu dan Allah telah mengutus Malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan sesukamu”. Nabi Saw melanjutkan, “Kemudian malaikat penjaga gunung memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku lalu berkata, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu. Aku adalah malaikat penjaga gunung dan Rabbmu telah mengutusku kepadamu untuk engkau perintahkan sesukamu. Jika engkau suka, aku bisa membalikkan gunung Akhsyabin ini ke atas mereka.” Aku berkata, “Aku bahkan menginginkan semoga Allah berkenan mengeluarkan dari anak keturunan mereka generasi yang menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun”.

Pelajaran yang dapat kita ambil dalam hal ini adalah, semua penderitaan dan rintangan yang ada di jalan dakwah Islam tidak boleh menghalangi atau menghentikan perjuangan kita atau mengakibatkan kegentaran dan kemalasan dalam diri kita, selama kita berjalan di atas petunjuk keimanan kepada Allah Swt. Siapa saja yang telah mengambil kekuatannya dari Allah Swt, dia tidak akan pernah mengenal putus asa atau malas. Selama Allah Swt yang memerintahkan, pasti Dia akan menjadi penolong dan pembela.

Abuya As Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki menjelaskan dalam kitabnya Al-Qudwah Al-Hasanah, seyogianya bagi kaum muslimin untuk mempersiapkan berbagai wasilah (perantara) dan perangkat dalam rangka dakwah Islamiyyah serta menempuh dakwah dengan rencana yang matang, tak hanya sekadar ide cepat dan planning kilat yang tergesa-gesa dan tanpa perhitungan. Salah satu usaha mempersiapkan perangkat dakwah adalah tarbiyah amaliyah (pendidikan dan praktik lapangan) untuk menghasilkan seorang da’i yang mempunyai ilmu mumpuni sekaligus penuh dengan rasa ghirah (kecemburuan/semangat yang membara). Karena ilmu saja dengan tanpa adanya ghirah maka akan menjadi sesuatu yang membeku, tak ada greget dan tak ada kepekaan. Begitu pula ghirah saja dengan tanpa adanya ilmu, maka tidak patut untuk posisi kepemimpinan dan memberi bimbingan.

Seharusnya para da’i menampilkan sifat istikamah (konsisten), tangguh serta tidak mundur di saat menghadapi berbagai kesulitan, cobaan serta rintangan. Dan jangan sampai hati mereka dihinggapi oleh rasa putus asa dan lemah semangat pada saat hasil yang diharapkan tampak terlambat datang (dan rasa putus asa itu timbul) karena mengingat segala upaya yang telah mereka kerahkan.

Sesungguhnya di antara faktor yang menjadikan hati seorang da’i merasa ringan untuk mengerjakan sifat sabar adalah dia harus mengerti─sebagaimana para da’i terdahulu─bahwa berbagai cobaan dan kesulitan merupakan fenomena yang lazim menyertai pergerakan dakwah Islam. Hal tersebut justru kadang menjadi unsur terpenting dalam Islam untuk membentuk dan menguji (seorang da’i). Sesungguhnya iman yang kuat dan kokoh adalah iman yang teguh pada saat-saat sulit. Adapun iman yang sakit dan rapuh, maka akan cepat sekali menjadi lenyap dan hancur berkeping-keping ketika diterpa berbagai cobaan.

Seorang da’i juga harus memperhatikan tujuan-tujuan ini (memperkuat hubungan dan mengokohkan ikatan hati dengan Allah) adalah termasuk materi-materi pokok dan dasar-dasar utama yang menjadi keharusan bagi seorang da’i untuk memasukkan hal-hal tersebut dalam metode dakwahnya serta meletakkannya di depan kedua matanya. Karena sesungguhnya hal tersebut merupakan metode sang teladan terbaik Nabi Muhammad Saw yang ditempuh oleh para khalifah (pengganti) beliau sebagai para pembenah terdahulu yang datang setelah Rasulullah Saw.

Penulis: Muhammad Tis Asuh Sobirin

Refrensi:

Sirah Nabawiyah (Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy)

Al-Qudwah Al Hasanah-Teladan Terbaik dalam Berdakwah (Prof. DR. As-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Keindahan Metode Dakwah Rasulullah Saw yang Diikuti oleh Para Ulama

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Panggilan Tengah Malam
5 Oktober 2025

TEMBOK kamar pondok yang lembap itu seperti satu-satunya yang nyata. Dinginnya meresap hingga ke tulang, menemani kesunyian yang pekat. Hanya... selengkapnya

Teks Khutbah Idulfitri 1447 H
14 Maret 2026

Selamat Idulfitri 1447 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,... selengkapnya

Tidak Merasakan Vibes Nya Ramadhan? Jangan-Jangan Karena Ini
2 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, bulan Ramadhan merupakan bulan panen raya hamba-hamba terkasih Allah Swt karena pada bulan ini... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

Esensi Isra’ Mi’raj yang Membawa pada Perubahan Diri
18 Maret 2021

Esensi Isra’ Mi’raj yang Membawa pada Perubahan Diri Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)... selengkapnya

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama Bukan sebagai Sumber Perpecahan, Melainkan Kekayaan Intelektual yang Harus Dihargai
13 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama karya Buya Yahya merupakan sebuah karya yang sangat menarik dan penuh makna,... selengkapnya

Kolaborasi dengan Musisi Hijrah, Buya Yahya Rilis Single Nasyid Terbaru ‘Lentera Kasih-Nya’, ini Liriknya
2 Januari 2022

  Pustaka Al-Bahjah–Dakwah merupakan tugas umat Baginda Nabi Saw. Semua orang mempunyai tugas untuk menyebarluaskan dakwah sesuai dengan keahlian serta... selengkapnya

3 Hikmah di Balik Musibah
18 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika musibah datang, seringkali hati dipenuhi pertanyaan. Mengapa ini terjadi? Mengapa Allah Subhanahuwata’ala mengizinkan ujian yang begitu berat... selengkapnya

Hukum Menggunakan Pakaian Bekas untuk Kain Lap
21 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai sebagian orang atau bahkan kita sendiri yang memiliki menggunakan pakaian bekas sebagai... selengkapnya

Mempertahankan Silaturahmi yang Kian Memudar
19 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Silaturahmi merupakan salah satu amaliyah yang semakin sulit bahkan mulai ditinggalkan pada era high tech seperti sekarang... selengkapnya

Keindahan Metode Dakwah Rasulullah Saw yang Diikuti oleh Para Ulama

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: