Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Diposting pada 8 Juli 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.252 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang sudah mengikrarkan dirinya beriman secara otomatis akan mudah untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Ia juga akan secara otomatis susah untuk melakukan kemaksiatan. Namun di samping itu, sering kali kita alami, bahwa begitu beratnya mengistikamahkan diri untuk terus berada dalam kebaikan dan menghindari kemaksiatan. Terdapat banyak sekali ujian dan rintangan yang harus kita hadapi dalam perjuangan menuju surga dan menjauh dari neraka. Lalu bagaimana cara agar kita selalu bersemangat dalam mengerjakan amal saleh dan meninggalkan amal buruk?

Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) menjelaskan di dalam buku Samiyyat (Beriman kepada yang Gaib) bahwasanya salah satu cara agar kita senantiasa taat dan menjauhi maksiat adalah dengan memperkuat keimanan akan adanya surga dan neraka. Surga dan neraka merupakan dua keberadaan yang wajib diyakini oleh setiap mukmin. Saat kita paham keberadaan surga adalah sebagai tempat bagi orang-orang yang taat dan neraka sebagai tempat bagi orang-orang yang membangkang kapada Allah Swt., tentu akan mudah bagi kita untuk melakukan amal baik dan susah untuk melakan amal buruk.

Setiap orang yang merindu surga pasti akan berusaha untuk melakukan segala kebaikan dan ibadah demi meraih surga yang dirindukannya. Sedangkan orang yang mengaku takut neraka pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kemaksiatan karena maksiat kepada Allah Swt. bisa menjadi sebab dirinya dimasukkan ke dalam neraka. Sebaliknya, jika ada seseorang yang mengaku beriman tetapi ternyata ia melakukan kemaksiatan, maka saat itu ia sedang lalai terhadap hukuman dan ancaman Allah Swt. Dan juga jika ada seorang hamba yang beriman tetapi berleha-leha dan lemah dalam menjalankan ibadah, maka saat itu ia sedang lalai akan ridha Allah Swt.dan surga-Nya. Buya menegaskan,

“Tidak ada seorang hamba yang melakukan kemaksiatan kecuali saat itu ia sedang lupa dan lalai terhadap hukuman Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Tidak ada seorang hamba yang lemah dalam beribadah kecuali karena dia sedang lalai akan ridho dan surga Allah Subhanallahu wa Ta’ala”.

Hal penting yang perlu dipahami ialah saat seorang hamba yang mengaku beriman melakukan kemaksiatan tidak berarti keimanannya langsung tercabut. Akan tetapi, kemaksiatan yang ia lakukan akan mengurangi kadar keimanan yang ada di dalam hatinya. Ini hanya berlaku dalam maksiat yang tidak menyebabkan seorang mukmin keluar dari iman. Sebab ada maksiat-maksiat yang jika dilakukan maka menjadikan ia keluar dari iman. Artinya, maksiat apa pun itu yang dilakukan tetaplah sangat merugikan keimanan. Dalam hal ini, Buya mewanti-wantikan,

“Di saat orang (yang bermaksiat) tersebut tidak segera menyesali kemaksiatannya dan tidak segera bertobat, maka imannya akan keropos dan terkikis hingga akhirnya bisa keluar dari wilayah iman”.

Jika kita renungi baik-baik, benarlah apa yang para ulama sudah ingatkan bahwa segala kebaikan yang dilakukan akan menambah keimanan dan segala kemaksiatan yang dilakukan akan mengurangi keimanan.

Terakhir, Buya juga berpesan,

Kita tidak boleh meremehkan surga karena di situlah keridhaan Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan juga tidak boleh meremehkan neraka karena di situlah tempat kemurkaan-Nya”.

Pembahasan mengenai keimanan kepada yang gaib ini sangat penting sekali untuk dipahami karena dengan memahaminya seorang mukmin dapat dengan mudah memperkuat keimanan dan meraih hikmah di baliknya. Bagi Anda yang ingin menambah khazanah keimanan dan ilmu, Anda dapat meraihnya dengan memiliki buku Samiyyat (Beriman kepada yang Gaib) ini.

Semoga kita selalu berada dalam ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Amin.

 

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Referensi: Buku Samiyyat karya Buya Yahya

Tags: , ,

Bagikan ke

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Bolehkah Membuat Perjanjian Sebelum Menikah?
19 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada dasarnya dalam Islam terdapat syariat mengenai hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan pernikahan. Namun tidak sedikit di... selengkapnya

Mengupas 3 Tujuan Puasa: Elemen Penting dari Esensi Krusial Ibadah Puasa
5 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan mestinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, bukan pula sebagai ajang kumpul buka puasa bersama semata, melainkan... selengkapnya

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama
4 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya

Rebo Wekasan: Hukum Memercayai dan Tidak Memercayainya
12 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Istilah Rebo Wekasan sudah familiar pada sebagian kalangan masyarakat. Rebo Wekasan ialah istilah untuk hari Rabu... selengkapnya

Antrean Haji Hingga Berpuluh Tahun, Harus Bagaimana?
11 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat diimpikan oleh jutaan umat islam di seluruh dunia. Banyak diantara... selengkapnya

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ
9 Oktober 2021

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID  NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya

Jangan Dulu Mudik Sebelum Tahu Ini: Shalat Bisa Dilakukan di Atas Kendaraan
24 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Terdapat tradisi masyarakat ketika menjelang Hari Raya Idulfitri, yaitu mudik. Tradisi mudik yang ada di Indonesia terbilang... selengkapnya

Memutus Rantai Bullying di Lingkungan Pendidikan Indonesia
10 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dua pekan terakhir ini, publik kembali dihebohkan dengan adanya dua kasus perundungan yang terjadi di lingkungan lembaga... selengkapnya

Buya Yahya: Silaturahmi yang Benar Harus Menggabungkan Aspek Zahir dan Batin
7 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Silaturahmi diambil dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Shilatun (صلة) yang berarti penghubung, ikatan atau... selengkapnya

Mengukur Derajat Sabar dan Syukur, Mana yang Lebih Luhur?
30 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sabar dan syukur merupakan dua kata yang umum diucapkan, namun pada hakikatnya sangat sulit untuk dipraktikkan. Lisan... selengkapnya

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: