Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Diposting pada 27 Oktober 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 525 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia berhak untuk berbicara tentang apa pun kepada siapa pun, selagi yang dibicarakannya adalah pembicaraan yang baik dan benar. Inilah kemudian menjadi yang kewajiban setiap Muslim kepada Muslim lainnya untuk menyampaikan kebaikan, walaupun satu ayat. Hal ini yang akan mendorong setiap orang agar bisa saling berbagi pengetahuan. Meski kecil, tetap bernilai dan bisa berdampak besar. Namun memberikan kebaikan ini mesti disertai dengan pertanggungjawaban terkait isi yang disampaikannya. Seperti, memilah dan memilih topik dan orang yang disesuaikan dengan keahlian atau bidang yang dikuasainya. Apalagi ketika kita berbicara tentang suatu persoalan di sebuah mimbar ataupun di media. Sebab dengan begitu, apa pun yang disampaikan nantinya benar-benar memberikan dampak, bukan menyesatkan.

Berbicara tentang suatu persoalan di sebuah media bukanlah hanya bermodalkan pandai berbicara (public speaking) saja. Akan tetapi, harus diimbangi dengan keilmuan yang dikuasai, dalam arti lain, orang yang ahli di bidangnya. Betapa celakanya, orang-orang berbicara di media tanpa diimbangi dengan keilmuan yang dimiliki. Berbicara hanya berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok saja.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ahli berarti orang yang sangat mahir, menguasai, dan paham dalam suatu ilmu atau seseorang yang memiliki keahlian mendalam dalam menelaah dan menganalisis suatu bidang. Terdapat perbedaan antara opini pribadi dan pendapat berdasarkan keahlian. Opini pribadi lebih cenderung kepada pengalaman pribadi yang bersifat subjektif dan terkadang tidak ada bukti yang konkret. Sedangkan pendapat berdasarkan ahli umumnya berdasarkan pengetahuan mendalam, penelitian dan data yang di dapatkan oleh seseorang yang ahli di bidangnya.

Kompetensi dan sumber data yang valid menjadi hal yang penting dalam produksi media, karena media dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang menyaksikannya. Jika yang ditampilkan sebuah kebaikan berupa ilmu pengetahuan, hal ini dapat menjadi sarana edukasi. Akan tetapi, jika yang ditampilkan sebaliknya, hal ini akan menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat, apalagi yang kaitannya dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Hal seperti itu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan bisa menyulut sebuah konflik.

Ketika sebuah media menampilkan program yang diisi oleh orang yang bukan ahli di bidangnya─hanya pandai dalam berbicara tapi tidak diimbangi dengan keilmuan yang cukup─hal ini berpotensi memicu terjadinya beberapa dampak permasalahan. Pertama, terjadinya disinformasi atau penyampaian informasi yang salah, sehingga membingungkan orang lain yang menyaksikan konten tersebut. Kedua, hilangnya kepercayaan publik terhadap media yang menampilkan informasi keliru. Ketiga, terjadi keputusan, menciptakan stigma, atau persepsi yang salah dari publik karena didasarkan pada informasi yang keliru dan menyesatkan. Keempat, terjadinya protes oleh masyarakat atau kelompok yang merasa dirugikan karena kesalahan dalam menyampaikan informasi dan bisa berujung pada tindakan hukum.

Faktor yang menyebabkan orang dapat berbicara apa pun meskipun bukan ahlinya, salah satunya karena mudahnya mengakses media sosial dan platform digital sehingga mereka merasa tahu lebih banyak daripada yang sebenarnya. Paradoks ini, harus menjadi kesadaran berbagai pihak, bahwa kemudahan mengakses informasi harus disertai dengan peningkatan literasinya. Sebab, kurangnya literasi informasi menjadi penyebab pemahaman seseorang tidak didapatkan secara utuh tanpa mengetahui kebeneran informasinya.

Perlu adanya upaya untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam menyampaikan dan menerima informasi. Meningkatkan literasi media dan informasi menjadi salah satu langkah penting dalam mendidik masyarakat untuk membedakan sumber yang kredibel. Kemudian Islam telah memberikan banyak etika dalam berkomunikasi, maka junjunglah etika tersebut agar ketika berbicara di ruang publik tidak ada orang atau kelompok yang merasa tersinggung. Begitu pentingnya menyadari batas keilmuan diri ketika menyampaikan sesuatu. Jika tidak tahu, katakanlah tidak tahu. Jangan memberikan informasi yang kita sendiri tidak mengetahui. Selain itu peran media dalam menyaring narasumber dan sumber informasi menjadi hal yang sangat penting. Media harus mengutamakan narasumber yang ahli di bidangnya ketika hendak mengangkat tema-tema tertentu.

Upaya yang terakhir yaitu menguatkan peran ahli dengan memberi ruang bagi para ahli untuk terlibat dalam diskusi publik. Jadikanlah para ahli sebagai rujukan ketika hendak menyampai informasi atau narasi yang ‘rentan’ untuk dibahas. Jika berbicara agama, jadikan para pemuka agama atau ulama sebagai narasumber. Begitu juga ketika berbicara tentang politik, kesehatan, dan bidang-bidang lainnya, maka jadikan para ahli di bidangnya sebagai narasumber. Dengan demikian informasi yang disampaikan adalah informasi yang valid atau sesuai dengan keilmuannya.

Begitu pentingnya mendengar dan memberi ruang kepada narasumber yang sesuai dengan keahliannya. Sebab, hal ini berpengaruh kepada publik yang mendengar atau yang menyaksikan. Selain itu, jadilah masyarakat yang kritis, bijak, dan cerdas dalam menerima sebuah informasi, agar bisa membedakan mana informasi yang valid dan mana informasi yang hoaks.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran
15 Februari 2025

Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/ Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar... selengkapnya

Semarak Maulid Nabi Muhammad 1444 H, LPD Al-Bahjah Gelar Bazar dan Expo Maulid
29 September 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penyelenggaraan maulid dan silaturahmi akbar di LPD Al-Bahjah, Cirebon tinggal tiga hari lagi. sebagai upaya untuk... selengkapnya

KEBERSAMAAN DIVISI DAKWAH DAN MEDIA DALAM MERAIH IMPIAN BERSAMA
5 Januari 2022

KEBERSAMAAN DIVISI DAKWAH DAN MEDIA DALAM MERAIH IMPIAN BERSAMA Rasa semangat merupakan hal yang sangat penting dalam hidup seseorang guna... selengkapnya

Secangkir Teh yang Tak Pernah Usai (Cerpen)
29 Juli 2025

PAGI itu, embun masih menggantung malu-malu di ujung daun jambu pekarangan rumah. Cahaya mentari baru saja menyelinap dari balik genting... selengkapnya

Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan
18 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Allah Swt telah menciptakan hamba-Nya dengan berpasang-pasangan, laki-laki berpasangan dengan perempuan dalam sebuah ikatan halal pernikahan.... selengkapnya

Mukernas ke-3 Al-Bahjah, Buya Yahya: Evaluasi untuk Mencipta Inovasi
17 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap organisasi selalu membutuhkan regenerasi demi keberlanjutan jalannya roda keorganisasian. Itulah yang juga dilakukan oleh Lembaga... selengkapnya

Di Tengah Kecanggihan, Mengapa Manusia Justru Kehilangan Arah?
8 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita hidup pada zaman serba cepat, instan, dan terukur. Teknologi berkembang pesat, kecerdasan buatan mulai mengambil alih banyak... selengkapnya

Orang Yang Belum Akikah Tidak Boleh Berkurban, Benarkah?
31 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya

Patungan Kurban Satu Kambing Oleh Satu Kelas Ternyata Bisa Sah, Begini Caranya
6 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon- Patungan kurban adalah gabungan beberapa orang dalam pengumpulan dana untuk membeli hewan kurban. Umumnya fenomena patungan kurban... selengkapnya

Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir
10 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Suatu Jumat pagi, saya pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur. Setelah saya memarkirkan motor di area bebas... selengkapnya

Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: