● online
Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Suatu Jumat pagi, saya pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur. Setelah saya memarkirkan motor di area bebas parkir lalu turun ke bawah memasuki pasar. Sebelum memasuki pasar, ternyata di depan pintu utamanya juga terdapat tempat parkir motor, tetapi berbayar. Motor-motor yang terparkir di sana dijaga oleh seorang bapak paruh baya yang duduk di depan emperan toko pakaian. Setiap kali saya masuk dan keluar dari pasar, tidak jarang saya melihat keberadaannya.
Keluar dari pasar, seperti biasa saya kembali melewati Pak Mamat (nama samaran bapak tukang parkir). Namun kali ini berbeda, ketika langkah saya semakin dekat dengannya, tidak sengaja saya mendengar Pak Mamat menyenandungkan, “Laa ilaa ha illallah al malikul haqqul mubiin…,” dengan samar-samar seraya kaki saya yang terus melangkah. Saya memelankan langkah dan berusaha mendengarkan lebih saksama suara yang saya dengar dari mulutnya. Pak Mamat mengulangi senandung dzikirnya. Ternyata saya tidak salah dengar, beliau memang sedang menyenandungkan dzikir yang biasa saya dengar dalam pujian setelah adzan berkumandang.
Seketika itu, pintu hati saya terketuk. Sepanjang perjalanan pulang saya merenungi kejadian kecil yang penuh hikmah ini.
“Oh ya Allah. Begitu mudah jalan masuk surga sekalipun bagi orang yang biasa-biasa saja. Begitu mudah masuk surga bagi orang yang tidak sok tahu. Begitu mudah masuk surga bagi orang yang tidak gila pangkat, gelar, reputasi dan gebyar dunia. Merekalah golongan ahli surga yang disebut-sebut dalam Al-Qur’an yaitu pemilik muthmainnah (jiwa yang tenang),” renung saya sepanjang jalan hingga rumah.
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧) ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٢٨) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩) وَادْخُلِي جَنَّتِي (٣٠)
Artinya:
“27. Wahai jiwa yang tenang! 28. Kembalilah kepada Tuhan-Mu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. 29. Maka masuklah ke dalam hamba-hamba-Ku. 30. Dan masuklah ke dalam surgaku.”
Duduk manis menjaga motor sambil mengingat-Mu hati Pak Mamat tenang meski dunia tidak memihaknya. Pak Mamat sadar bahwa dia memiliki satu tujuan yang pasti, yaitu membawa bekal untuk mati. Sehingga ketika bekerja pun, lisannya ia didik untuk selalu mengingat Sang Maha Pemberi Rezeki.
Kejadian kecil penuh hikmah ini menampar diri saya dan menghardik hati karena sadar diri, bahwa sejak pagi ada saja dosa yang saya perbuat. Saya beristighfar berulang kali.
“Berapa banyak ilmu yang telah kau pelajari? Berapa banyak ibadah yang kau lakukan? Namun seberapa banyak dirimu menghadirkan hati untuk mengingat Allah?” hardik saya kepada diri sendiri.
Pembelajaran hidup yang dapat kita ambil dari kisah Pak Mamat, yaitu Islam itu mudah dan ringan. Islam memudahkan dan meringankan umatnya dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Faktor yang membuatnya sulit dan berat adalah hawa nafsu, syahwat manusia, dan godaan setan yang tidak ada habisnya.
Mengingat hal ini, sepatutnya kita meminta perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala godaan yang dapat menghentikan langkah kita dari jalan ketaatan, tidak lengah memohon ampunan-Nya atas dosa-dosa yang secara sadar maupun tidak sadar telah kita perbuat, dan tidak berhenti melakukan ketaatan hanya karena merasa berdosa. Justru kita wajib terus melakukan ketaatan dengan merasa tidak sempurna, tetapi berusaha menyempurnakannya. Terlebih dengan membiasakan lisan maupun batin mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala (baca: berdzikir). Sejatinya dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, hati kita menjadi tenang.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Marilah kita mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala sebanyak-banyaknya di segala keadaan dan menjaga keistiqomahannya hingga ajal menjemput. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan kita ke dalam golongan muthmainnah (jiwa yang tenang) yaitu golongan ahli surga. Amin Allahumma Amin.
Penulis: Erna Septiana
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan yang sering muncul ketika menjelang Iduladha salah satunya mengenai kapan waktu paling afdhol (utama) untuk menyembelih... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Syair atau puisi merupakan untaian kata-kata yang dibuat seseorang dan berisi ungkapan isi hati, pikiran, atau perasaan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia berhak untuk berbicara tentang apa pun kepada siapa pun, selagi yang dibicarakannya adalah pembicaraan yang baik... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan mestinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, bukan pula sebagai ajang kumpul buka puasa bersama semata, melainkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam melakukan pernikahan tentunya kita memiliki tujuan-tujaun tertentu, umumnya untuk ibadah dan itu sangat mulia. Namun, akhir-akhir ini,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat Hari Raya Iduladha, kita pasti akan teringat tentang kisah keteladanan dari sebuah keluarga yang hidup dalam... selengkapnya
Judul Buku: Fiqih Qurban Penulis: BuyaYahya Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Tebal Buku: ix+82 halaman Buku Fiqih Qurban Karya Buya Yahya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Era digital menuntun setiap orang untuk mengakses pelbagai informasi yang mudah dijangkau, tanpa terkecuali dan tanpa memerlukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tidakkah kita menyadari bahwa hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berlalu. Bergantinya waktu... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSTerkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000
Saat ini belum tersedia komentar.