Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir

Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir

Diposting pada 10 July 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 289 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Suatu Jumat pagi, saya pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur. Setelah saya memarkirkan motor di area bebas parkir lalu turun ke bawah memasuki pasar. Sebelum memasuki pasar, ternyata di depan pintu utamanya juga terdapat tempat parkir motor, tetapi berbayar. Motor-motor yang terparkir di sana dijaga oleh seorang bapak paruh baya yang duduk di depan emperan toko pakaian. Setiap kali saya masuk dan keluar dari pasar, tidak jarang saya melihat keberadaannya.

Keluar dari pasar, seperti biasa saya kembali melewati Pak Mamat (nama samaran bapak tukang parkir). Namun kali ini berbeda, ketika langkah saya semakin dekat dengannya, tidak sengaja saya mendengar Pak Mamat menyenandungkan, Laa ilaa ha illallah al malikul haqqul mubiin…,” dengan samar-samar seraya kaki saya yang terus melangkah. Saya memelankan langkah dan berusaha mendengarkan lebih saksama suara yang saya dengar dari mulutnya. Pak Mamat mengulangi senandung dzikirnya. Ternyata saya tidak salah dengar, beliau memang sedang menyenandungkan dzikir yang biasa saya dengar dalam pujian setelah adzan berkumandang.

Seketika itu, pintu hati saya terketuk. Sepanjang perjalanan pulang saya merenungi kejadian kecil yang penuh hikmah ini.

“Oh ya Allah. Begitu mudah jalan masuk surga sekalipun bagi orang yang biasa-biasa saja. Begitu mudah masuk surga bagi orang yang tidak sok tahu. Begitu mudah masuk surga bagi orang yang tidak gila pangkat, gelar, reputasi dan gebyar dunia. Merekalah golongan ahli surga yang disebut-sebut dalam Al-Qur’an yaitu pemilik muthmainnah (jiwa yang tenang),” renung saya sepanjang jalan hingga rumah.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧) ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٢٨) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩) وَادْخُلِي جَنَّتِي (٣٠)

Artinya:

“27. Wahai jiwa yang tenang! 28. Kembalilah kepada Tuhan-Mu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. 29. Maka masuklah ke dalam hamba-hamba-Ku. 30. Dan masuklah ke dalam surgaku.”

Duduk manis menjaga motor sambil mengingat-Mu hati Pak Mamat tenang meski dunia tidak memihaknya. Pak Mamat sadar bahwa dia memiliki satu tujuan yang pasti, yaitu membawa bekal untuk mati. Sehingga ketika bekerja pun, lisannya ia didik untuk selalu mengingat Sang Maha Pemberi Rezeki.

Kejadian kecil penuh hikmah ini menampar diri saya dan menghardik hati karena sadar diri, bahwa sejak pagi ada saja dosa yang saya perbuat. Saya beristighfar berulang kali.

“Berapa banyak ilmu yang telah kau pelajari? Berapa banyak ibadah yang kau lakukan? Namun seberapa banyak dirimu menghadirkan hati untuk mengingat Allah?” hardik saya kepada diri sendiri.

Pembelajaran hidup yang dapat kita ambil dari kisah Pak Mamat, yaitu Islam itu mudah dan ringan. Islam memudahkan dan meringankan umatnya dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Faktor yang membuatnya sulit dan berat adalah hawa nafsu, syahwat manusia, dan godaan setan yang tidak ada habisnya.

Mengingat hal ini, sepatutnya kita meminta perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala godaan yang dapat menghentikan langkah kita dari jalan ketaatan, tidak lengah memohon ampunan-Nya atas dosa-dosa yang secara sadar maupun tidak sadar telah kita perbuat, dan tidak berhenti melakukan ketaatan hanya karena merasa berdosa. Justru kita wajib terus melakukan ketaatan dengan merasa tidak sempurna, tetapi berusaha menyempurnakannya. Terlebih dengan membiasakan lisan maupun batin mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala (baca: berdzikir). Sejatinya dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, hati kita menjadi tenang.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala hati menjadi tenteram.”  (QS. Ar-Ra’d: 28)

Marilah kita mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala sebanyak-banyaknya di segala keadaan dan menjaga keistiqomahannya hingga ajal menjemput.  Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan kita ke dalam golongan muthmainnah (jiwa yang tenang) yaitu golongan ahli surga. Amin Allahumma Amin.

 

Penulis: Erna Septiana

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Seruan Kemanusiaan untuk Palestina
21 October 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at  (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal
12 May 2024

  Balada Rindu Sang Bilal (Oleh: Husni A. Mubarak)   Andai datang burung-burung surga padanya Bilal bin Rabah tetap memeras... selengkapnya

Hakikat Ketakwaan
3 December 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Takwa merupakan inti dari perintah Allah Swt kepada hamba-Nya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ‘yang paling... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Kenakalan pada Anak
4 January 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya

Buya Yahya Rilis Buku Fiqih Haji dan Umrah: Rahasia Kesuksesan di Tanah Suci
5 October 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada hari Ahad, tanggal 3 Rabi’ul Akhir 1446 H/6 Oktober 2024 M, Buya Yahya secara resmiakan meluncurkan... selengkapnya

Kuliah Tak Menghalangi tuk Berkhidmah
6 October 2021

Kuliah Tak Menghalangi tuk Berkhidmah PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI-Di penghujung senja pada sore hari, tanggal 5 Oktober 2021, menjelang selesainya jam khidmah.... selengkapnya

Fiqih mesin Cuci: Panduan Praktis Mencuci Pakaian Menggunakan Mesin Cuci Sesuai Syariat Islam
17 July 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mesin cuci merupakan salah satu alat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk membersihkan pakaian.... selengkapnya

Sinergi Dakwah untuk Umat antara Pustaka Al-Bahjah dan Dar Al-Kutub Islamiah
28 September 2021

Sinergi Dakwah untuk Umat antara Pustaka Al-Bahjah dan Dar Al-Kutub Islamiah PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Dalam rangka meningkatkan kualitas, mutu, dan memperluas jejaring... selengkapnya

Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw
22 February 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bahwa wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Wanita disebut sebagai perhiasan dunia karena... selengkapnya

Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: