● online
Jangan Seperti Ayam yang Mati di Lumbung Padi

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Lingkungan yang baik dan nyaman merupakan tempat yang diidamkan oleh setiap orang. Apalagi di tempat tersebut sambil melakukan aktivitas harian seperti bekerja, belajar, dan lainnya. Lingkungan yang nyaman tersebut bisa tercipta karena terdapat ketenangan di dalam hati. Dan memiliki ketenangan hati bisa didapatkan dari sebuah lingkungan yang disebut pondok pesantren.
Pondok pesantren merupakan tempat santri/wasiat Nabi menimba ilmu dunia untuk bekal akhirat. Siang dan malam mereka senantiasa mempelajari dan mengamalkan ilmu yang dibawa serta diajarkan oleh Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasalam. Di dalamnya penuh keberkahan dari para santri yang mengaji kitab dan membaca/murajaah Al-Qur’an. Oleh karena itu, orang-orang yang bekerja/berjuang di dalamnya tentulah sangatlah beruntung. Sebab pekerjaan yang dilakukannya bernilai pahala. Tujuannya hanya semata mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan syafaat Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasalam. Setiap kebaikan yang dilakukan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir untuk dirinya, kedua orang tuanya, dan keturunannya.
Selain itu, secara langsung seorang pejuang bisa ikut mengaji kepada seorang Murobbi (guru). Mendapat pemahaman dari guru yang ilmunya bersanad dari guru-guru sebelumnya hingga sampai kepada Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasalam. Kekayaan ilmu yang dimiliki oleh seorang mursyid diyakini sebagai jalan keselamatan (wasilah) bagi murid-muridnya yang ikhlas dan ridha dalam berjuang. Ilmu (agama) itu jugalah yang diturunkan kepada para santri untuk diteladani. Para pejuang yang mengerti tentang arti Syafaat akan berlomba-lomba mengabdi semaksimal mungkin kepada gurunya dan para santri.
Terdapat sebuah kutipan Mutiara Hikmah dari Guru Mulia Buya Yahya yang berbunyi, “Jangan Seperti Ayam yang Mati di Lumbung Padi”. Kutipan tersebut memiliki makna yang sangat dalam sekaligus menjadi peringatan kepada orang-orang yang berada di sebuah lingkungan yang serba berkecukupan ilmu. Bagaimana tidak, seseorang yang berada di lingkungan pesantren akan menerima limpahan ilmu dari seorang mursyid. Tentunya dengan catatan adanya niat yang lurus dan semangat dalam mendapatkan ilmu tersebut. Sebaliknya, istilah “Ayam Mati di Lumbung Padi” akan dialami oleh seseorang (yang menderita dan merugi,) karena rasa malas, tidak bersyukur, atau tidak tahu cara memanfaatkan kondisi. Padahal di tempat tersebut ia sedang berada di sebuah lumbung ilmu dan lumbung kebaikan.
Seorang pejuang hendaknya mengambil kesempatan sebanyak mungkin dari tempat mereka mencari nafkah dan mendapatkan keberkahan dari gurunya dengan cara giat dalam menghadiri kajian/majelis gurunya. Berkhidmah dengan maksimal kepada para santri, baik dalam bentuk transfer ilmu dan juga suri teladan dalam bentuk tindak tutur yang baik. Jangan sampai seorang pejuang menjadi “Ayam Mati di Lumbung Padi”. Berada di tempat yang penuh dengan keberkahan. Namun tidak bisa mengambil kesempatan karena rasa ego, angkuh, malas, atau sombong yang ada di dalam hatinya.
Oleh karena itu, segala kekotoran hati harus segera dibersihkan dalam diri. Berada di lingkungan pesantren seharusnya mendapat pahala dan ridha Allah, bukan mendapat dosa. Ambil kesempatan berkhidmah kepada guru dan kepada santri dengan maksimal dengan penuh keyakinan, bahwa suatu saat akan tiba hari pembalasan dan penghitungan amal, kita akan mendapatkan balasan dari kebaikan yang kita berikan. Semoga Allah mudahkan kita dalam melakukan amal jariyah yang kelak mengalir ke akhirat. Amin.
Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Jangan Seperti Ayam yang Mati di Lumbung Padi
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam bermasyarakat, keharmonisan bertetangga dengan menerapkan kehidupan bersosial sangatlah dibutuhkan. Jika bertetangga tanpa mengutamakan etika yang baik,... selengkapnya
Peletakan Batu Pertama Gedung Media Center Al-Bahjah Sebagai Simbol Kemajuan Dakwah Upaya untuk menyebarkan dakwah di tengah-tengah masyarakat tentunya memerlukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan kurang nyaman ketika menjalankan hari-hari. Seperti pekerjaan yang seakan tidak kunjung beres,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sekitaran kompleks perumahan, sering kita jumpai rumah yang di beberapa bagiannya berbatasan langsung dengan selokan kecil atau... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya
Kunci Hidup Bahagia Berbicara tentang kehidupan yang damai tidak bisa terlepas dari hati. Semua kedamaian yang kita peroleh ternyata sangat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam, terutama pada 10 hari pertamanya. Terdapat begitu banyak keutamaan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegiatan yang melibatkan perlombaan, mulai dari lomba olahraga hingga lomba yang lebih ringan... selengkapnya
Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejarah penetapan kalender Hijriah dilakukan dengan proses musyawarah dan pemufakatan yang serius. Setidaknya ada empat hal yang menjadi... selengkapnya
Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000
Saat ini belum tersedia komentar.