● online
Ingin Anak Saleh dan Salehah? Jangan Lupakan Amalan Ini

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap orang tua tentu berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan membawa keberkahan bagi keluarga. Berbagai ikhtiar dilakukan, mulai dari memilih sekolah terbaik, memberikan pendidikan agama, hingga mengawasi pergaulan mereka. Namun ada satu amalan yang sering kali terlupakan, padahal memiliki pengaruh yang sangat besar, yaitu doa orang tua untuk anaknya.
Dalam video ceramahnya, Ummi Fairuz Arrahbini mengingatkan bahwa kesalehan anak bukan hanya hasil pendidikan lahiriah semata, tetapi juga buah dari doa yang terus dipanjatkan oleh kedua orang tuanya.
- Pendidikan Tidak Cukup Tanpa Doa
Banyak orang tua mencurahkan tenaga dan biaya untuk pendidikan anak. Mereka memastikan anak mendapatkan makanan yang baik, sekolah yang layak, dan lingkungan yang mendukung. Semua itu penting. Namun ada sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh usaha manusia semata, yaitu hidayah.
Hidayah adalah karunia Allah. Karena itu, selain mendidik anak dengan baik, orang tua juga perlu senantiasa memohon kepada Allah agar anak-anaknya diberikan petunjuk, dijaga dari keburukan, dan ditetapkan di atas ketaatan. Doa orang tua memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah doa yang dipanjatkan dengan penuh harap dan keikhlasan.
- Membaca Al-Fatihah untuk Anak
Para ulama menganjurkan agar orang tua membiasakan diri mendoakan anak-anaknya setelah shalat. Salah satu amalan yang sering disebutkan adalah membaca surat Al-Fatihah kemudian menghadiahkan doa untuk anak-anak. Setelah membacanya, orang tua dapat menyebut nama anak-anak mereka satu per satu sambil memohon kepada Allah agar diberikan keimanan, ilmu yang bermanfaat, akhlak yang baik, serta perlindungan dari berbagai fitnah. Amalan ini sederhana, tidak membutuhkan waktu lama, namun jika dilakukan secara istiqamah dapat menjadi bentuk perhatian ruhani yang sangat berharga bagi anak.
- Tidak Harus berdoa dengan Bahasa Arab
Sebagian orang tua merasa kurang percaya diri untuk berdoa karena tidak hafal doa-doa panjang berbahasa Arab. Padahal inti dari doa adalah memohon kepada Allah dengan hati yang tulus. Orang tua boleh berdoa menggunakan bahasa yang dipahami, termasuk bahasa Indonesia. Sampaikan harapan dan kegelisahan kepada Allah sebagaimana seorang hamba berbicara kepada Rabb-nya. Misalnya,
Ya Allah, jadikan anakku anak yang mencintai agama-Mu, mudah menerima nasihat, berbakti kepada orang tua, dan Engkau jaga dari segala keburukan.
Doa yang keluar dari hati sering kali lebih hidup daripada rangkaian kata yang diucapkan tanpa penghayatan.
- Jangan Pernah Putus Asa Mendoakan Anak
Terkadang orang tua merasa sedih karena belum melihat perubahan pada anaknya. Ada yang merasa anaknya sulit dinasihati, malas beribadah, atau terpengaruh lingkungan yang kurang baik. Dalam kondisi seperti itu, jangan berhenti berdoa. Hidayah memiliki waktu yang Allah tentukan. Ada orang yang berubah menjadi sangat baik setelah bertahun-tahun didoakan oleh kedua orang tuanya. Bahkan ada kisah-kisah di mana seseorang mendapatkan hidayah setelah orang tuanya telah meninggal dunia, berkat doa yang dahulu terus dipanjatkan. Karena itu, jangan ukur hasil doa dari apa yang terlihat hari ini. Tugas kita adalah terus mengetuk pintu langit dan berharap kepada Allah dengan penuh keyakinan.
Membesarkan anak bukan hanya urusan memberi makan, menyekolahkan, atau memenuhi kebutuhan dunia mereka. Ada kebutuhan yang lebih besar, yaitu kebutuhan ruhani yang hanya bisa dipenuhi dengan pertolongan Allah. Karena itu, jika kita menginginkan anak yang saleh dan salehah, jangan pernah meninggalkan doa untuk mereka.
Setiap selesai shalat, sebut nama mereka dalam doa-doa kita. Mohonkan penjagaan, keberkahan, ilmu, iman, dan akhlak yang mulia. Sebab boleh jadi, salah satu sebab terbesar keshalihan seorang anak adalah doa yang tidak pernah putus dari orang tuanya. “Bisa jadi kita tidak mampu selalu berada di samping anak kita. Namun doa dapat menemani mereka ke mana pun mereka pergi.”
Referensi: Youtube Ummi Fairuz Ar-Rahbini
Penulis: Athaya Dinda Haniyah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Ingin Anak Saleh dan Salehah? Jangan Lupakan Amalan Ini
Pelaksanaan hari raya Idulfitri di Indonesia identik dengan halal bihalal bersama keluarga besar, tetangga dan orang-orang yang dihormati di lingkungan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merayakan tahun baru merupakan salah satu momen yang sangat dinanti oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan momen pergantian tahun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Beberapa hari terakhir ini, berita pilu tentang seorang Ibu yang melakukan bunuh diri bersama anak-anaknya ramai diperbincangkan di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam yang asing merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi pada abad ke-21, abad di mana generasi Z, Alfa, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya di acara Uswatun Hasanah, beliau menegaskan berbuat baik kepada orang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak perempuan dewasa tumbuh dalam lingkungan yang keras, menghadapi berbagai kepahitan, dan berusaha pulih dari banyaknya luka.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan kue untuk mempersiapkan sajian saat hari raya. Namun, muncul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Wanita cenderung memiliki beban pikiran dua kali lipat dibandingkan beban fisik. Beban fisik di sini maksudnya adalah tuntutan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000
Saat ini belum tersedia komentar.