Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Rebo Wekasan: Hukum Memercayai dan Tidak Memercayainya

Rebo Wekasan: Hukum Memercayai dan Tidak Memercayainya

Diposting pada 12 September 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 887 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Istilah Rebo Wekasan sudah familiar pada sebagian kalangan masyarakat. Rebo Wekasan ialah istilah untuk hari Rabu terakhir dari bulan Shafar. Ada sebagian masyarakat yang memercayainya dan ada pula yang tidak memercayainya. Bagaimanakah hukum memercayai dan tidak memercayai hari Rebo Wekasan tersebut? Mari simak penjelasan selanjutnya berikut ini.

Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) menjelaskan bahwa bulan Shafar bukanlah bulan kesialan. Bulan sial ialah bulan ketika seorang hamba bermaksiat kepada Allah Swt. Sementara berita yang menyebutkan bahwa akan datang ribuan bencana yang Allah turunkan pada hari Rabu terakhir bulan Shafar ialah perkataan dari ulama, bukan berita yang datang dari Nabi Muhammad Saw.

“Itu hanya ungkapan sebagian orang shalih dan bukan hadits Nabi Saw.,” ungkap Buya.

Dari berita ulama tersebut, ada yang memercayainya dan ada pula yang memilih tidak memercayainya. Hanya saja, yang penting untuk digarisbawahi adalah kita tidak boleh saling menyalahkan.

Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah)

Bolehkah Memercayai Rebo Wakasan?

Orang yang mau memercayai perkataan shalihin dan wali-wali Allah tidaklah salah (boleh) asalkan memenuhi dua syarat yang Buya Yahya sampaikan berikut:

“Pertama, jangan Anda sandarkan berita tersebut kepada Nabi Muhammad Saw. Dan kedua, perkataan tersebut tidak bertentangan dengan syariat yang dibawa Nabi Muhammad Saw.”

Perkataan ulama dan shalihin memang bisa berasal dari ilham yang Allah Swt berikan kepada mereka. Dan masalah ilham ini sudah jelas keberadaannya dan ulama sudah sepakat sebagaimana Al-Qur’an menyebutkan.

Sementara itu, orang yang tidak memercayai ilham yang mereka beritakan juga tidak ada masalah, sebab kita tidak wajib untuk percaya. Hal yang tidak baik ialah kurang ajar kepada orang shalih.

“Bagi yang tidak percaya silahkan, asal tetap menjaga tata krama kepada orang shalih tersebut,” pesan Buya.

Anjuran selanjutnya untuk orang yang tidak memercayai datangnya bala bencana yang turun pada hari Rebo Wekasan hendaknya ia menjaga prasangka yang baik kepada Allah Swt secara sungguh-sungguh dengan mengharap turunnya rahmat dari-Nya, meningkatkan ibadah, dan menjauhi perbuatan maksiat. Sementara bagi orang yang memercayainya, hendaknya ia tidak merasa cemas dan tidak berprasangka yang buruk kepada Allah Swt. Buya berpesan,

“Bencana apa pun yang Allah turunkan hanya akan menimpa orang yang berprasangka buruk kepada-Nya dan orang yang Ia kehendaki.”

Amalan pada Hari Rebo Wekasan

Adapun terkait amalan  pada hari Rabu terakhir bulan Shafar ini tidak jauh berbeda dengan amalan pada hari-hari lainnya. Buya menyampaikan,

“Perbanyaklah sedekah. Jangan tinggalkan di setiap hari untuk shalat hajat agar terjauh dari bencana dan agar Allah karuniai kita nikmat dan rahmat-Nya”

Semoga Allah Swt beri ampunan dan rahmat kepada kita selaku orang-orang yang mencintai orang-orang shalih. Dan juga semoga Allah Swt melindungi kita semua dari segala macam bencana dan kita diberi kemampuan untuk selalu beryukur dalam setiap keadaan dan mampu untuk mengambil hikmah dari setiap ujian yang menimpa diri kita. Aamiin.

Demikianlah hukum memercayai dan tidak memercayai hari Rebo Wekasan sebagaimana dikutip dari buku “Buya Yahya Menjawab Jilid 1.” Jangan lupa untuk terus mengikuti update terkini karya-karya Buya Yahya pada situs resmi Pustaka Al-Bahjah agar tidak ketinggalan informasi selanjutnya.

Bagikan ke

Rebo Wekasan: Hukum Memercayai dan Tidak Memercayainya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Dampak Judi Online dalam Perspektif Maqashid Syariah
12 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Judi atau yang dikenal sebagai maisir dalam konteks Islam, merupakan aktivitas yang dilarang keras karena dampaknya yang... selengkapnya

Pesan Buya Menjelang Maulid dan Silaturahim Akbar Satu Hati di Al-Bahjah 1445 H.
16 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid tahun 1445 Hijriah ini, semangat merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw semakin memuncak di... selengkapnya

Ketika Shalawat Dianggap Mengultuskan Nabi
17 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah maraknya dakwah melalui media sosial, tidak jarang muncul perdebatan mengenai amalan-amalan dalam Islam, salah satunya adalah... selengkapnya

Satu Hati di Al-Bahjah: Semarak Maulid Akbar Nabi Muhammad ﷺ Rabi’ul Awal 1443 H
10 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Bertempat di Pondok Pesantren Al-Bahjah Sendang, Kecamatan Sumber-Cirebon, berlangsung acara gebyar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Ahad... selengkapnya

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)
29 Desember 2024

  Makkah   Di kejauhan jelajah terbentang luas, Di hati nurani, cinta tak terbatas. Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan, Dalam... selengkapnya

Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Yang Membuat Kita Masih Bertahan Bukan Karena Kita Kuat, Tapi Karena Allah
20 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita merenung, tentang seberapa jauh perjalanan ini yang akhirnya mampu membawa kita sampai titik sekarang? Tentang berapa... selengkapnya

Cerpen: Kambing dan Terompah Pak Kiyai
9 Maret 2025

Pagi itu, suasana Pondok Al Khoirot terasa syahdu seperti biasanya. Lalu lalang santri bergegas menuju masjid untuk shalat Subuh berjamaah.... selengkapnya

Belum Terlambat, Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Setara Puasa 1 Tahun
10 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini merupakan... selengkapnya

Peradaban Islam dan Akar Orientalisme
12 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era modern kita melihat kejayaan yang dimiliki Barat hampir mencakup semua sektor kehidupan. Namun, tak banyak yang... selengkapnya

Rebo Wekasan: Hukum Memercayai dan Tidak Memercayainya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: