● online
Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Lalu muncul pertanyaan, apakah aktivitas duniawi seperti bermain media sosial dapat mengurangi pahala ibadah? Selama bermain medsos tersebut tidak melalaikan dari kewajiban dan tidak mengandung unsur haram, maka pada dasarnya diperbolehkan dan tidak mengurangi pahala puasanya selagi niat atau tujuannya baik. Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wassalam bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan seseorang yang membuka media sosial dan ditujukan untuk mendapatkan ilmu, motivasi ibadah, atau dakwah, maka itu bisa bernilai pahala. Namun jika isinya maksiat atau membuat lalai dari ibadah wajib, maka bisa mengurangi kualitas pahala, bahkan bisa menjadi dosa. Oleh karena itu, terdapat rambu-rambu dalam menggunakan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Seorang Muslim hendaknya mampu memilih dan memilah konten yang dikonsumsi. Jangan sampai niat awal mencari kebaikan justru berubah menjadi kebiasaan melihat hal-hal yang melalaikan, membuka aurat, atau menghabiskan waktu tanpa manfaat. Karena waktu di bulan Ramadan adalah waktu yang sangat berharga dan setiap detiknya memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa sesuatu yang mubah (boleh) bisa berubah hukumnya tergantung dampaknya. Jika media sosial membuat seseorang lalai dari shalat, mengurangi waktu membaca Al-Qur’an, membuat hati jauh dari dzikir, dan bahkan menyengaja membuka pintu maksiat, maka hal tersebut bisa mengurangi kualitas pahala puasa, walaupun puasanya tetap sah selama tidak melakukan hal yang membatalkan puasa secara syariat. Sebaliknya, jika media sosial digunakan untuk mendengar kajian agama, mendapat motivasi ibadah, menguatkan keimanan, maka hal tersebut justru bisa menjadi tambahan pahala, karena termasuk dalam menuntut ilmu dan mengingat Allah.
Pada bulan Ramadan, para ulama menganjurkan konsep tartibul aulawiyat (mendahulukan yang lebih utama), yaitu menjadikan ibadah pokok sebagai prioritas utama. Sedangkan hiburan atau aktivitas tambahan ditempatkan setelah kewajiban dan amalan utama terpenuhi. Cara praktis agar tetap aman menggunakan media sosial di Ramadan antara lain:
- Niatkan untuk kebaikan dan ilmu.
- Batasi waktu penggunaan.
- Langsung skip konten yang tidak bermanfaat.
- Follow akun dakwah yang jelas dan terpercaya.
- Perbanyak waktu dengan ibadah utama dibanding scrolling.
Kesimpulannya, membuka media sosial tidak otomatis mengurangi pahala puasa. Yang memengaruhi adalah niat, isi konten, serta dampaknya terhadap ibadah kita. Jika digunakan untuk kebaikan, bisa bernilai pahala. Jika digunakan untuk hal yang melalaikan, bisa mengurangi kualitas pahala bahkan bisa menjadi dosa. Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, jadikan aktivitas dunia sebagai jalan menuju kebaikan akhirat. Maka bijaklah dalam menggunakan media sosial, ambil manfaatnya, dan tinggalkan yang tidak berguna.
Referensi: Youtube Al-Bahjah TV
Penulis: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?
Mengutamakan Kepatuhan di atas Penghormatan Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Adakalanya orang... selengkapnya
Ketertiban dan Keamanan “Kecil di mata kita, tapi kalau sudah dinisbatkan kepada Nabi Muhammad akan menjadi besar” PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO... selengkapnya
Salah satu bentuk kesunahan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan cincin. Tidak hanya sebagai perhiasan dan alat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada era sekarang ini, banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum wanita, dimulai dari pemerkosaan,... selengkapnya
Tak pernah terbayangkan namamu sejak awal diingatanku, Tak pernah sedikit pun terbesit sosokmu di dalam pikiranku, Karena nama dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyadari bahwa yang bisa asing itu bukanlah semata persahabatan, keakraban, atau perkenalan, melainkan diri kita... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita hidup di zaman yang disebut sebagai era digital. Zaman yang memungkinkan setiap orang dapat menggenggam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menelisik peristiwa yang terjadi di Palestina, setidaknya ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya. Pertama adalah rakyat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cacian dan makian seringkali kita dapati dalam berbagai keadaan. Namun sejatinya, apakah hal itu layak untuk... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Darah haid bisa dikenali dengan mengetahui wawasan umum dan rumus haid. Wawasan umum darah haid sebagaimana sudah... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700
Saat ini belum tersedia komentar.