Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Doa Tak Kunjung Terkabul, Harus Bagaimana?

Doa Tak Kunjung Terkabul, Harus Bagaimana?

Diposting pada 30 September 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.092 kali

Ilustrasi berdoa

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebelumnya, kita telah membahas kisah Nabi Zakariya dan bagaimana rumus agar doa terkabul, jika Anda belum membacanya, silakan klik di sini. Namun, bagaimana jika ternyata doa tak kunjung terkabul? Sikap apa yang harus kita terapkan ? Tulisan ini akan membahas hal tersebut berdasarkan penjelasan Buya Yahya saat membahas tafsir QS. Maryam ayat 1 s.d 7 sebelumnya.

Cara Allah Mengabulkan Doa-Doa Kita

Mungkin kita telah menerapkan seluruh rumus agar doa-doa kita terkabul. Namun, bisa jadi, ada saatnya kita merasa seolah-olah doa kita tak kunjung terkabul.

Buya Yahya menyampaikan bahwa kita tidak perlu khawatir saat doa-doa kita tak kunjung terkabul. Sebab, pada hakikatnya Allah Swt mengabulkan doa hamba-Nya dengan tiga model cara, yaitu: (a) Allah mengabulkan doa kita di dunia dan sesuai keinginan kita, (b) Allah mengabulkan doa kita di dunia tetapi tidak sesuai keinginan kita, sebab ada yang lebih baik, dan (c) Allah memberi balasan atas doa-doa kita di akhirat kelak. Buya Menyampaikan,

Pengabulan doa tidak hanya di dunia: ada yang di dunia sesuai keinginan, ada di dunia tidak sesuai keinginan (diberi lebih lagi), atau di akhirat kelak.”

Selain itu, bagi seorang hamba, berdoa merupakan suatu kewajiban, sebagaimana Buya menambahkan,

Berdoa itu menjadi sebuah kewajiban. Tanda penghambaan kita kepada Allah. Jangan buru-buru berkata doaku belum dikabul. Sekecil apa pun kemungkinannya menurut logika, tetaplah berdoa.”

Sekalipun misalnya, seseorang telah divonis oleh dokter bahwa kesembuhannya tidak bisa diharapkan lagi secara medis, ia tetap dianjurkan untuk berdoa untuk sembuh. Sebab, Allah tidak akan menyia-nyiakan doa hamba-Nya. Jika ia tetap meninggal karena penyakit yang ia derita, akan ada balasan yang besar di akhirat kelak dari doa-doa kesembuhannya tersebut.

Kisah Ibunda Maryam

Buya kemudian mengisahkan seorang hamba Allah Swt yang salehah, ia berdoa kepada Allah Swt agar diberi seorang anak laki-laki hebat yang akan menghabiskan seluruh hidupnya untuk beribadah kepada Allah Swt. Wanita salehah tersebut bernama Hannah, setiap hari ia berdoa agar diberi anak laki-laki sebagaimana keinginannya. Akan tetapi, setelah hamil dan melahirkan, ternyata anak yang lahir adalah seorang perempuan. Anak tersebut tidak lain ialah Siti Maryam. Ibunda Siti Maryam tidak mendapatkan anak laki-laki seperti keinginan dalam doanya.

Namun, di balik itu semua, Allah memberikan karunia-Nya yang lebih besar kepada Sayyidah Hannah. Buya menambahkan bahwa sekali pun Siti Maryam seorang perempuan, kualitasnya tidak kalah dari anak laki-laki. Siti Maryam tumbuh menjadi seorang ahli ibadah yang mengerahkan seluruh hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Tidak hanya itu, dari Siti Maryam ini lahirlah seorang manusia mulia yang kehebatannya seperti yang didoakan Sayyidah Hannah dan kelak menjadi seorang Nabi, yaitu Nabiyyullah Isa as. Doa yang selama ini Sayyidah Hannah panjatkan terpancar sampai kepada cucunya.

Buya kemudian berpesan,

Maka jangan ada siapa pun yang mengatakan bahwa Allah tidak mengabulkan doa kita. Kisah Sayyidah Hannah ini seolah-olah tidak dikabul, padahal sesungguhnya dikabul.”

Berdoa sebagai suatu kewajiban seorang hamba, harus beriringan dengan husnudzan (sangkaan baik) dan keyakinan yang kuat. Yakinilah Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. Hal ini juga yang Nabi Muhammad Saw ajarkan, yaitu jangan sampai ada keraguan sedikit pun saat kita berdoa kepada Allah Swt. Buya menyampaikan,

Husnudzan lah kepada Allah. Nabi mengajarkan kepada kita: ‘kalau kamu berdoa maka hendaknya kamu punya keyakinan kuat akan dikabul Allah (antum muuqiduuna bil ijaabah).’ Bentuk pengabulan doanya saja yang kita tidak menyadarinya. Pengetahuan manusia juga terbatas, sedangkan Allah lebih tahu apa yang lebih baik untuk kita.”

Balasan Doa di Akhirat

Buya Yahya menyebutkan bahwa di akhirat kelak hamba-hamba Allah akan kaget dengan pahala mereka. Beliau menyampaikan,

Ada hamba-hamba Allah yang kaget dengan pahalanya, mereka bertanya, “Ya Allah, ini pahala apa?” Lalu dijawab, “Ini adalah pahala doamu yang banyak, tidak Aku kabulkan di dunia tetapi Aku berikan di akhirat.” Sehingga ada seorang hamba berkata, “Kalau begini, lebih baik semuanya Kau kabulkan di akhirat saja Ya Allah, jangan Kau kabulkan di dunia.”

Buya melanjutkan bahwa ia berkata demikian karena memang kenikmatan di akhirat itu lebih agung. Meskipun begitu, hendaknya kita tetap meminta kepada Allah, “Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah. Ya Allah, berilah di dunia dan berilah di akhirat.”

Demikianlah cara bersikap saat kita merasa doa-doa kita tak kunjung terkabul. Semoga kita semua termasuk dalam orang-orang yang tak berputus asa atas rahmat Allah, dan semoga Allah kabulkan doa-doa kebaikan kita semua. Aamiin.

Sumber: Al-Bahjah TV

Tags: , , ,

Bagikan ke

Doa Tak Kunjung Terkabul, Harus Bagaimana?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Waspadalah! Bahaya Mengintai Anda di Hari Valentine
11 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu keindahan agama Islam adalah hadirnya Syariat yang berperan sebagai rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Ibarat... selengkapnya

Cemburunya Bidadari Surga
16 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam... selengkapnya

Cara Mencintai Istri ala Ali bin Abi Thalib
26 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di bawah langit Madinah yang jernih, di tengah kehidupan yang sederhana namun penuh makna, tersembunyi sebuah kisah... selengkapnya

Manajemen Waktu ala Hujjatul Islam Al-Imam Al-Ghazalie
23 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Manusia diberi nikmat oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan waktu yang begitu panjang dalam satu harinya, yakni... selengkapnya

Psikologi di Balik Selalu Berpura-pura “Menjadi yang Tersakit”
11 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Secara tak sadar kita sering mendengar cerita atau curhatan seseorang yang tampak terus-menerus disakiti, merasa tidak pernah dipahami,... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (5)
9 Juli 2025

  Mampukah Aku? Perjalanan yang kurasa panjang ini… Ke manakah langkah akhir kan berlabuh? Pada hiruk pikuk dunia yang fana... selengkapnya

Haid Sudah Bersih di Pagi Hari, Namun Tidak Niat dan Sahur, Bagaimana Puasanya?
20 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita pada hari kemarin masih haid, namun ternyata ketika pagi di hari berikutnya ia yakin... selengkapnya

Alam Barzakh: Kenikmatan dan Siksa bagi Ruh dan Jasad
2 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya

Hati-Hati Ada Gaji Buta di Antara Kita
25 Maret 2021

Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

(Cerpen) Auman di Balik Semak
12 Oktober 2025

PADA suatu hari, Hutan Alamara tidak lagi memantulkan ketenangan yang dulu menjadi jiwanya. Sungai yang pernah berkilau bagai kaca kini... selengkapnya

Doa Tak Kunjung Terkabul, Harus Bagaimana?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: