● online
Agar Rencana Tak Sebatas Wacana

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tanpa terasa waktu semakin cepat berlalu, menyisakan harapan dan tujuan yang belum sempat dicapai. Harapan yang seharusnya terwujud harus kembali tertunda, bukan karena Tuhan tak mewujudkannya, tapi karena kita yang kurang serius dalam berusaha, sehingga hanya menjadi rencana yang tak pernah terlaksana.
Setiap dari kita sering membuat semacam resolusi atau harapan. Banyak orang menulis harapan dan tujuan yang ingin ia capai dalam waktu-waktu tertentu. Berharap menjadi jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya dan agar termasuk ke dalam orang yang beruntung. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad g:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR. Hakim)
Adanya resolusi menjadikan cambuk semangat pada diri agar terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Akan tetapi sering kali resolusi tersebut hanya terulang dan terulang tanpa terlaksana. Banyak resolusi belum tercapai atau gagal terlaksana, ditulis lagi kemudian gagal lagi, sehingga menjadi kegagalan yang berulang.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan resolusi kita tidak terwujud. Pertama, tujuan yang terlalu besar dan tidak realistis sehingga sulit untuk dicapai. Kedua, kurang konsisten dan disiplin yang membuat kita sering melupakan tujuan. Ketiga, tidak ada perencanaan yang jelas untuk mencapai tujuan sehingga bingung untuk memulai. Terakhir yang paling berat yaitu karena pengaruh lingkungan dan kebiasaan yang membuatnya enggan untuk keluar dari zona nyaman. Oleh karena itu mulailah dari dari sendiri, jangan mudah terpengaruh oleh orang lain. Allah c berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11:
﴿ لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ﴾
“Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Tanpa sadar kita sering melakukan kesalahan dalam menyusun resolusi yang menyebabkan tujuannya tersebut gagal. Kita sering menulis terlalu banyak tujuan dalam waktu bersamaan sehingga sulit untuk fokus. Selain itu kita juga terlalu fokus pada hasil bukan pada proses. Terlalu mengkhayal akan hasil sehingga lupa untuk bertindak. Kemudian kesalahan lainnya yaitu kita hanya membuat komitmen hanya di awal saja. Namun dalam kebiasaan sehari-hari merasa berat untuk memulai. Seharusnya, biasakan membuat komitmen dalam setiap harinya dengan memperbaharui niat. Dengan begitu kita akan mudah untuk melakukan resolusi, termasuk yang berjangka panjang, sebagaimana istilah “bisa karena terbiasa”.
Oleh karena itu, perlu usaha yang serius untuk memutus resolusi agar tidak terus berulang seperti berikut.
- Susunlah rencana-rencana kecil yang sederhana seperti berkomitmen untuk bangun lebih pagi atau rutin berolahraga. Hal ini bertujuan agar kita terlatih untuk melaksanakan resolusi-resolusi kecil sehingga ketika dihadapkan dengan resolusi yang besar kita akan lebih mudah untuk melaksanakannya.
- Bentuklah kebiasaan hidup baru secara bertahap yang dimulai dari hal-hal kecil dan konsisten. Jangan terburu-buru untuk memulai sesuatu hal yang baru karena semuanya butuh proses.
- Lakukanlah evaluasi berkala, dengan melakukan evaluasi kita dapat mengetahui apa saja yang kurang dari setiap langkah yang kita ambil dalam mencapai tujuan.
- Libatkanlah Allah c dalam setiap langkah, berdoalah kepada-Nya agar diberi kekuatan dan kemampuan, sebab usaha tanpa doa adalah sombong.
Marilah sama-sama bertekad untuk berubah menjadi lebih baik. Meskipun bukan sesuatu yang mudah, kita bisa memulainya dari hal-hal kecil. Sebab, perubahan terjadi dari langkah-langkah kecil yang konsisten dilakukan bukan dari resolusi yang terus diulang. Teruslah berusaha dan berdoa untuk mewujudkan segala hal yang kita iginkan.
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Agar Rencana Tak Sebatas Wacana
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Curhat bisa menjadi suatu gunjingan dan bisa juga bukan. Artinya, terdapat dua tipe curhat, yaitu curhatan untuk... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Adanya percekcokan dalam rumah tangga memang bikin hati perih. Tak sedikit pasangan yang mendapati kesulitan dalam membangun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahajah, Cirebon – Tahukan sahabat bahwa saat ini banyak sekali orang yang saling mencintai di dunia namun ternyata bermusuhan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ketika sedang berpuasa, khususnya di bulan suci Ramadhan, hal yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam adalah waktu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dan terbesar di bandingkan negara lainnya, tidak dapat serta merta... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Orang tua yang telah memasuki lanjut usia berbeda dengan orang tua yang masih berusia sekitar 40 tahunan ke... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mesin cuci merupakan salah satu alat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk membersihkan pakaian.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Komunikasi harus senantiasa dilakukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Karena tidak sedikit permasalahan berawal dari buruknya komunikasi... selengkapnya
Oleh: Imam Abdullah, B.Sc. MA. Hukum Shalat Ied Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hukum melaksanakan shalat Ied adalah sunnah mu’akkadah, baik... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Luka fisik maupun luka batin merupakan pelajaran berharga untuk lebih mengenal diri kita sendiri, memperkuat hati, dan... selengkapnya
Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMaulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000
Saat ini belum tersedia komentar.