● online
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib
- FIQIH SHOLAT KARYA BUYA YAHYA
- Kitab Bidayatul Wushul 1
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA
- English Practice "Practice Makes Perfect" Low Begi
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Kekhalifahan, Keluarga Na
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA
Agar Rencana Tak Sebatas Wacana

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tanpa terasa waktu semakin cepat berlalu, menyisakan harapan dan tujuan yang belum sempat dicapai. Harapan yang seharusnya terwujud harus kembali tertunda, bukan karena Tuhan tak mewujudkannya, tapi karena kita yang kurang serius dalam berusaha, sehingga hanya menjadi rencana yang tak pernah terlaksana.
Setiap dari kita sering membuat semacam resolusi atau harapan. Banyak orang menulis harapan dan tujuan yang ingin ia capai dalam waktu-waktu tertentu. Berharap menjadi jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya dan agar termasuk ke dalam orang yang beruntung. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad g:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR. Hakim)
Adanya resolusi menjadikan cambuk semangat pada diri agar terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Akan tetapi sering kali resolusi tersebut hanya terulang dan terulang tanpa terlaksana. Banyak resolusi belum tercapai atau gagal terlaksana, ditulis lagi kemudian gagal lagi, sehingga menjadi kegagalan yang berulang.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan resolusi kita tidak terwujud. Pertama, tujuan yang terlalu besar dan tidak realistis sehingga sulit untuk dicapai. Kedua, kurang konsisten dan disiplin yang membuat kita sering melupakan tujuan. Ketiga, tidak ada perencanaan yang jelas untuk mencapai tujuan sehingga bingung untuk memulai. Terakhir yang paling berat yaitu karena pengaruh lingkungan dan kebiasaan yang membuatnya enggan untuk keluar dari zona nyaman. Oleh karena itu mulailah dari dari sendiri, jangan mudah terpengaruh oleh orang lain. Allah c berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11:
﴿ لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ﴾
“Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Tanpa sadar kita sering melakukan kesalahan dalam menyusun resolusi yang menyebabkan tujuannya tersebut gagal. Kita sering menulis terlalu banyak tujuan dalam waktu bersamaan sehingga sulit untuk fokus. Selain itu kita juga terlalu fokus pada hasil bukan pada proses. Terlalu mengkhayal akan hasil sehingga lupa untuk bertindak. Kemudian kesalahan lainnya yaitu kita hanya membuat komitmen hanya di awal saja. Namun dalam kebiasaan sehari-hari merasa berat untuk memulai. Seharusnya, biasakan membuat komitmen dalam setiap harinya dengan memperbaharui niat. Dengan begitu kita akan mudah untuk melakukan resolusi, termasuk yang berjangka panjang, sebagaimana istilah “bisa karena terbiasa”.
Oleh karena itu, perlu usaha yang serius untuk memutus resolusi agar tidak terus berulang seperti berikut.
- Susunlah rencana-rencana kecil yang sederhana seperti berkomitmen untuk bangun lebih pagi atau rutin berolahraga. Hal ini bertujuan agar kita terlatih untuk melaksanakan resolusi-resolusi kecil sehingga ketika dihadapkan dengan resolusi yang besar kita akan lebih mudah untuk melaksanakannya.
- Bentuklah kebiasaan hidup baru secara bertahap yang dimulai dari hal-hal kecil dan konsisten. Jangan terburu-buru untuk memulai sesuatu hal yang baru karena semuanya butuh proses.
- Lakukanlah evaluasi berkala, dengan melakukan evaluasi kita dapat mengetahui apa saja yang kurang dari setiap langkah yang kita ambil dalam mencapai tujuan.
- Libatkanlah Allah c dalam setiap langkah, berdoalah kepada-Nya agar diberi kekuatan dan kemampuan, sebab usaha tanpa doa adalah sombong.
Marilah sama-sama bertekad untuk berubah menjadi lebih baik. Meskipun bukan sesuatu yang mudah, kita bisa memulainya dari hal-hal kecil. Sebab, perubahan terjadi dari langkah-langkah kecil yang konsisten dilakukan bukan dari resolusi yang terus diulang. Teruslah berusaha dan berdoa untuk mewujudkan segala hal yang kita iginkan.
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Agar Rencana Tak Sebatas Wacana
Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya
Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah memberikan tausiyah tentang cara yang lebih baik dalam menyantuni anak yatim dan piatu. Menurut Buya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak orang-orang muslim berbondong-bondong pergi ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya
Selamat Idulfitri 1447 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat sekalian, puasa merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Siapa pun yang meninggalkan puasa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan mestinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, bukan pula sebagai ajang kumpul buka puasa bersama semata, melainkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan kue untuk mempersiapkan sajian saat hari raya. Namun, muncul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perbedaan sudah menjadi identitas masyarakat Indonesia. Ia juga bukan merupakan sesuatu yang buruk dan mesti dijelek-jelekkan.... selengkapnya
Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000
Saat ini belum tersedia komentar.