Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Diksi Dua Wajah: Menegur dan Menyinggung di Grup, Tapi Giliran Ada Butuh Baru Japri

Diksi Dua Wajah: Menegur dan Menyinggung di Grup, Tapi Giliran Ada Butuh Baru Japri

Diposting pada 26 Juli 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 910 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman ini telah melahirkan sebuah peradaban baru, yaitu peradaban jempol dan tanda centang biru. Teknologi terus melesat seperti anak panah dari busur kemajuan, menembus batas ruang dan waktu, menghadirkan fitur demi fitur yang menjadikan pesan bukan lagi sebatas kata, melainkan dunia kecil yang penuh makna, sentilan, dan terkadang, luka.

Ada satu generasi yang paling terdampak dari perkembangan ini, yaitu Generasi Z. Mereka tumbuh di tengah-tengah pesatnya jejaring sosial sebagai sahabat dan emoji sebagai bahasa cinta. Namun, di balik semua kemudahan itu, ada ironi yang dirasakan oleh generasi yang konon paling melek teknologi itu. Di ruang-ruang maya tempat mereka saling bertukar cerita dan candaan, muncul satu kegelisahan yang diam-diam mencuat: Menegur dan menyinggung di grup, tapi giliran ada butuh malah japri”. Kalimat ini seperti angin panas yang menampar pelipis. Ada kepedihan yang tersembunyi, ada kritik yang terbungkus satire.

Majas dari Dunia Digital

Grup percakapan adalah panggung bersama. Di sana, semua menjadi penonton sekaligus pemain. Ketika ada yang menegur di grup, sejatinya ia sedang menyalakan lampu sorot di tengah pentas, mengumumkan kesalahan dengan gaung yang lebih nyaring. Sebaliknya, saat ia butuh sesuatu, ia memilih lorong sunyi bernama japri (jalur pribadi), mengendap masuk, membisikkan dengan suara lembut, seolah tak pernah ada teguran sebelumnya.

Inilah diksi dua wajah; ketika koreksi diumumkan seperti pengumuman di pasar, tapi kala membutuhkan sesuatu dibisikkan seperti rahasia di balik pintu. Di situlah ketimpangan komunikasi lahir. Luka tak lagi datang dari nada tinggi, tapi dari cara dan tempat yang dipilih.

Refleksi Sosial: Komunikasi yang Timpang

Seorang psikolog komunikasi berkata, “hanya 7% pesan disampaikan melalui kata-kata, sementara 38% melalui intonasi suara, dan 55% melalui bahasa tubuh. Tapi di dunia digital, kita kehilangan dua unsur terakhir.” Maka yang tersisa hanyalah teks, yang tanpa sadar bisa berubah menjadi tombak atau pelukan tergantung siapa yang membaca dan bagaimana suasana hatinya.

Ketika seseorang memilih menegur di grup, sebenarnya ia sedang mempertemukan niat dengan ego. Ia mungkin ingin membenahi, tapi lupa bahwa manusia bukanlah program yang bisa di-debug hanya dengan satu pesan singkat. Di sisi lain, saat ia mengirim pesan pribadi untuk meminta bantuan, ia menunjukkan bahwa sebenarnya ia mampu merendahkan diri tapi sayangnya, hanya ketika sedang perlu.

Bukankah lebih bijak jika sapaan datang lebih dulu sebelum teguran? Bukankah lebih manusiawi jika koreksi diawali dengan empati, bukan diumbar di ruang publik? Di sinilah teknologi mengajak kita merenung: apakah fitur-fitur canggih itu memudahkan hubungan atau justru menajamkan jarak antarhati?

Rumi pernah berkata, “Raise your words, not your voice. It is rain that grows flowers, not thunder.” Kata-kata memang punya kuasa, tapi tempat dan cara menyampaikannya jauh lebih menentukan bagaimana pesan itu tumbuh di hati lawan bicara.

Mari kita jaga komunikasi di ruang digital sebagaimana kita menjaga perasaan di dunia nyata. Jika teguran bisa dilakukan secara pribadi, mengapa harus diumbar? Dan jika butuh bantuan, jangan segan untuk membangun jembatan dari awal, bukan hanya melintasinya ketika perlu. Sebab pada akhirnya, bukan teknologi yang menentukan kedewasaan komunikasi kita, melainkan etika, empati, dan ketulusan dalam setiap ketikan.

 

Penulis: Husni Mubarok

Penyunting: Assyifa

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Diksi Dua Wajah: Menegur dan Menyinggung di Grup, Tapi Giliran Ada Butuh Baru Japri

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Merasa Air Kencing Menetes Saat Shalat, Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Buya Yahya
4 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menghadapi perasaan ragu-ragu atau waswas saat melaksanakan shalat, terutama terkait najis seperti air kencing, sering kali menjadi... selengkapnya

Kisah Perjuangan Dakwah Buya Yahya, Harus Lewati Ganasnya Sungai Kalimantan
29 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selama kurang lebih satu pekan, Buya Yahya melakukan safari dakwah di Kalimantan Barat sejak hari Sabtu,... selengkapnya

Bolehkah Dana Zakat Disalurkan untuk MBG?
9 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merupakan sebuah kebaikan membuat program mulia dengan membagikan makanan sehat, bergizi, dan gratis atau MBG kepada masyarakat. Selagi... selengkapnya

Menyingkap Rahasia Bulan Rabi’ul Awal sebagai Bulan Rahmat
4 Oktober 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini, kita telah berada di pertengahan bulan Rabi’ul Awal. Bulan penuh rahmat dan kemuliaan. Tidak... selengkapnya

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan
25 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak... selengkapnya

4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang
12 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, musibah adalah bagian yang tidak bisa dihindari. Ada kalanya seseorang diuji dengan kehilangan, sakit, kesempitan rezeki,... selengkapnya

Buya Yahya: Silaturahmi yang Benar Harus Menggabungkan Aspek Zahir dan Batin
7 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Silaturahmi diambil dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Shilatun (صلة) yang berarti penghubung, ikatan atau... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Untuk “Wanita Karir”
4 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya

Bijak Berbelanja di Tengah Maraknya Kredit Barang
24 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era modern seperti sekarang, praktik jual beli dengan sistem kredit sudah menjadi hal yang sangat umum. Seperti... selengkapnya

Iduladha Telah Usai, Inilah Empat Dampak Positifnya bagi Negara
5 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat di seluruh penjuru negeri. Tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita semua berduyun-duyun... selengkapnya

Diksi Dua Wajah: Menegur dan Menyinggung di Grup, Tapi Giliran Ada Butuh Baru Japri

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: