Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Dahsyatnya Keberkahan dalam Pengabdian

Dahsyatnya Keberkahan dalam Pengabdian

Diposting pada 9 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 515 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah sekian lama bekerja di sebuah instansi, saya memutuskan resign, kemudian mencoba peruntungan dengan melamar di beberapa lembaga yang ada di sekitar tempat tinggal. Kebetulan tempat tinggal saya berada di lingkungan pendidikan─banyak berdiri sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. Namun dari sekian banyak surat lamaran yang dikirim, belum ada satu pun yang nyantol, hanya sebatas sampai tahap wawancara dan tes seleksi saja. Setelah itu, tidak ada kabarnya lagi. Bersabar adalah jalan yang harus saya tempuh kala itu.

Lambat laun kondisi seperti ini mulai memengaruhi psikologiku. Sebab, semula memiliki kebiasaan bekerja dengan banyak melakukan interaksi, namun akhirnya pada saat itu terpaksa mendapati kondisi yang menjenuhkan, bosan, dan sepi secara terus-menerus. Saya merasa kehilangan sesuatu, bahwa betapa berharganya senda gurau dan rasa persahabatan yang tak ada lagi setelah berhenti bekerja.

Setelah beberapa bulan menanti, akhirnya datang juga kabar yang ditunggu-tunggu. Saya mendapat panggilan di sebuah lembaga pendidikan dan dakwah yang ada di Cirebon. Sekolah ini berbasis pesantren atau dikenal dengan istilah Boarding School. Letaknya tidak jauh dari tempat tinggal rumah saya, kira-kira hanya berkisar sepuluh menit jika ditempuh dengan berjalan kaki. Itulah salah satu pertimbangan yang membuat saya berani menjalaninya walau berbeda dari segi jenjang dengan tempat bekerja sebelumnya, yakni perguruan tinggi beralih ke sekolah. Tentunya membutuhkan strategi yang berbeda untuk menyelaminya.

Jam kerja di tempat bekerja yang baru ini lebih pagi, karena dimulai sejak pukul 07.00 sehingga dituntut untuk memiliki strategi agar tugas lainnya sebagai ibu rumah tangga tidak terbengkalai. Di sekolah juga diberlakukan jadwal piket yang bertugas memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan kondusif. Selain itu, guru piket dapat menggantikan atau memberi tugas kepada siswa, jika guru kelas berhalangan hadir. Memeriksa siswa yang masih berdiam diri di asrama agar mengikuti pelajaran dengan baik sampai memberikan obat bagi santri yang sakit. Termasuk jika ada tamu yang bekunjung ke sekolah, guru piketlah yang terlebih dahulu menerimanya sebelum mengarahkan ke tujuan yang dimaksud. Awalnya cukup melelahkan tapi lama-lama terbiasa.

Sebelum memulai pembelajaran, sekolah ini memiliki rutinitas yang luar biasa, yakni anak-anak diwajibkan berkumpul di lapangan untuk membaca serangkaian doa-doa dan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sehingga mau tidak mau saya pun dituntut untuk belajar dan menghafal, walau agak terbata-bata namun setidaknya bisa mengimbangi mereka. Itu menjadi berkah tersendiri bagi saya karena mendapatkan amalan ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi pribadi yang awam terhadap ilmu agama. Selain itu, pada waktu istirahat anak-anak diwajibkan melaksanakan shalat Dhuha bersama-sama, sehingga mengajarkan budaya Islami yang mulai memudar karena tergerus oleh roda zaman. Ini juga menularkan energi positif untuk belajar istiqomah menunaikan ibadah. Tidak hanya itu, pada setiap hari Kamis anak-anak pun dilatih untuk bisa berpuasa sehingga pada hari itu tidak disediakan makan siang. Guru dan staf pun dianjurkan untuk turut menjalankannya─menjadi contoh yang baik untuk anak didiknya.

Setelah menunaikan shalat Dzuhur, para asatiz dan asatizah menyelenggarakan tilawah Al-Qur’an bersama. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari sehingga secara tidak langsung menjadi sarana belajar bagi saya untuk memperbaiki bacaan maupun pelafazan makhroj yang kurang sesuai. Menurut ketua yayasan program ini berguna untuk mengasah kemampuan para civitas agar membaca Al-Qur’an secara tartil.

Jadwal penjengukan santri diberlakukan sebulan sekali pada pekan kedua untuk santri putri dan pekan keempat untuk santri putra. Salah satu tugas saya adalah mendampingi santri dan siaga manakala ada wali murid hendak menunaikan infak. Sebab, saat itu saya mendapatkan amanah sebagai pustakawan sekaligus merangkap bendahara. Salah satu hal yang membuat saya merasa canggung adalah ketika beberapa orang tua yang melintas di depanku mencium tangan saya dengan takzim, katanya ngalap berkah. Hal inilah yang praktis menyadarkanku bahwa cerminan sikapku harus sesuai.

Tak terasa sebulan telah berlalu dan kini saatnya pembagian uang barokah; begitu orang-orang menyebutnya. Saya berharap besarnya setimpal dengan kinerja yang telah dikerjakan, namun ternyata berbanding terbalik dengan apa yang dibayangkan, sangat jauh dengan yang saya terima ketika masih berada di tempat bekerja sebelumnya. Tangan ini sampai gemetar karena tak percaya dengan nominal yang diterima. Saya berusaha sabar dan berlapang dada mengingat apa yang disampaikan oleh salah satu ustad, bahwa keberkahan rezeki itu bukan dilihat dari nominalnya tapi seberapa bermanfaat bagi hidup kita, landasan itulah yang membuatku bertahan.

Pada suatu sore, kutengok uang di dompet hanya tersisa Rp2000, sedangkan persediaan gas untuk memasak habis. Sayup-sayup terdengar bunyi tut… tut…tut… yang saya kira suara mobil, namun ternyata bunyi token listrik yang hampir habis. Saya sempat khawatir dan bimbang bagaimana mencari uang untuk menutupinya, sampai-sampai terlelap hingga terbawa mimpi karena hari pun sudah beranjak malam.

Menjelang pagi terdengar suara azan Subuh, lantas bergegas bangun melaksanakan rutinitas karena kebetulan lagi berhalangan sehingga tidak shalat. Terdengar suara pintu diketuk, sekelebat bayangan di benak menerka-nerka siapa gerangan yang bertamu sepagi ini. Walau terbesit rasa takut namun karena ketukan pintu tak mau berhenti kupaksakan diri segera menghampiri sumber suara. Tak dinyana, ternyata ia adalah tetangga yang mau memberikan uang Rp200.000 untuk membayar angsuran lemari. Sungguh rezeki yang tak disangka-sangka datang di saat yang tepat. Mengalami peristiwa tersebut menjadi teringat sebuah kutipan yang disampaikan oleh Imam Syafi’i, bahwa tidak usah mencemaskan esok hari karena esok adalah rezeki yang baru.

Berkah lainnya adalah penyakit alergi yang saya derita sejak kecil alhamdulillah sembuh sejak ditotok, yakni jenis pijat terapi yang dikelola oleh pesantren dan sebagai ekstrakurikuler santri. Alhasil saya tidak perlu meminum obat lagi setiap hari. Selain itu kuku jempol kaki yang tadinya bernanah dan mati kini pulih. Saya juga tidak lagi merasakan nyeri ketika datang bulan tiba. Konon pijatan pada titik yang tepat membuat peredaran darah menjadi lancar, dengan demikian imunitas tubuh menjadi baik.

Selain itu, selama melakukan kegiatan berjejaring dengan teman sejawat juga Allah senantiasa memudahkan urusan dan pekerjaan saya─mempertemukan dengan orang-orang yang baik dan tulus. Alangkah bersyukur sekali karena pada dasarnya rezeki bukan sekadar materi, tapi juga orang-orang yang selalu ada dan siap membantu dikala dibutuhkan; hakikat anugerah yang tak terhingga.

Dari perjalanan dan kisah tersebut, memberikan banyak makna dan hikmahnya. Mengabdi di pesantren memang bukanlah tempat untuk mengais pundi-pundi rupiah. Namun rezeki itu tidak selalu berupa materi. Allah juga dapat memberikan rezeki dengan berbagai kemudahan dan menjadi pembuka rezeki lainnya yang tak dapat dihitung dengan angka.

 

Penulis: Wuriyanti (Pustakawan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah Cirebon)

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Dahsyatnya Keberkahan dalam Pengabdian

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Seruni: Kejujuran di Tepi Jalan
30 Maret 2024

Aku tak menyangka jika kegemaranku bermain di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku dapat mengantarkanku ke menara gading. Sungguh itu di... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (5)
9 Juli 2025

  Mampukah Aku? Perjalanan yang kurasa panjang ini… Ke manakah langkah akhir kan berlabuh? Pada hiruk pikuk dunia yang fana... selengkapnya

Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!
21 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bagi orang yang belum paham, ketika bepergian mungkin saja beranggapan bahwa shalat normal seperti biasa, tanpa jamak... selengkapnya

Satu Hati di Al-Bahjah: Semarak Maulid Akbar Nabi Muhammad ﷺ Rabi’ul Awal 1443 H
10 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Bertempat di Pondok Pesantren Al-Bahjah Sendang, Kecamatan Sumber-Cirebon, berlangsung acara gebyar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Ahad... selengkapnya

Tingkatkan Manajerial dan Sinergi, Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 Gelar Rapat Kerja
30 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025 pada tanggal 1–2 Rabiul Akhir 1447 H/ 23–24 September... selengkapnya

Jangan Menjadi Kufur Karena Satu Nikmat yang Terlepas
27 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita sejenak menepi dari hiruk-pikuk dunia dan merenung: mengapa di zaman yang serba instan ini, justru kesehatan... selengkapnya

Tebar “Jaring-Jaring” Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren, LPD Al-Bahjah Bangun Resto AB Chicken dan Launching AB Express
13 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pagi ini Sabtu, 23 Syawal 1444H/13 Mei 2023 Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah kembali menebar “jaring-jaring”... selengkapnya

Bahaya Pornografi Terhadap Otak Menurut Buya Yahya
30 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam era digital seperti saat ini, akses terhadap konten pornografi semakin mudah, dan hal ini menjadi perhatian... selengkapnya

Hukum Memakai Fasilitas Kantor
2 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kejujuran bukan sekadar akhlak mulia, tetapi fondasi utama amanah dalam Islam. Salah satu bentuk kejujuran yang sering diremehkan... selengkapnya

Euforia Hijrah Instan dan Risikonya Tanpa Fondasi Ilmu yang Kokoh
6 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki awal tahun, banyak orang memulai lembaran baru dengan semangat “hijrah” yang menggelora. Tentu, sebagai sesama Muslim, kita... selengkapnya

Dahsyatnya Keberkahan dalam Pengabdian

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: