● online
Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita mungkin pernah mendengar kalau di balik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kita juga tahu kalau itu adalah satu dari sekian banyak kunci untuk bisa memperoleh ketenangan dalam hidup. Lantas, bagaimana kita bisa memperoleh tubuh sehat dengan jiwa yang kuat seperti itu?
Kalimat tersebut ditafsirkan sebagian orang dengan beragam cara. Ada yang berolahraga, bermain dengan hewan peliharaan, jalan-jalan keliling kota, naik gunung, pergi ke pantai, atau beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Namun, salah satu cara agar kita bisa mendapatkan tubuh sehat berjiwa kuat adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari prasangka buruk.
Prasangka buruk sering kali dikatakan sebagai salah satu sebab kotornya hati. Berprasangka buruk tidak hanya berdampak pada orang lain, tetapi juga diri sendiri. Ketika hati telah kotor, maka semua usaha untuk memperoleh tubuh sehat dengan jiwa yang kuat akan sulit tercapai.
Prasangka buruk sering kali hinggap kepada seseorang dengan berbagai cara. Terkadang orang yang terkena prasangka buruk tidak sadar bahwa dia telah berburuk sangka. Dia mudah menduga dan menilai seseorang atau sesuatu secara negatif tanpa dasar dan bukti yang jelas. Bahkan sering kali dugaan dan penilaian negatif itu langsung dianggap mutlak benar tanpa adanya validasi. Itu terjadi karena orang yang berprasangka buruk telah membiarkan hatinya kotor. Itulah alasan mengapa prasangka buruk sulit disadari oleh penderitanya. Sebab, prasangka buruk sangat halus dan begitu menghanyutkan.
Sebaliknya, ketika dia berprasangka baik terhadap seseorang, maka setiap hal yang dilakukan oleh orang tersebut akan dipahami secara baik. Misalnya, ketika dia sedang berjalan kemudian tersenggol oleh temannya, maka dia akan bereaksi positif karena dia telah berbaik sangka. Dia akan berpikir, mungkin saja temannya tersebut sedang buru-buru sehingga tidak sengaja menyenggolnya. Berbeda halnya kalau dia memiliki prasangka buruk. Dia akan segera menduga bahwa temannya sengaja menyenggolnya agar dirinya terjatuh, ingin dirinya marah, sengaja mencari ribut, dan segala macam prasangka negatif lainnya. Itu terjadi karena segala sesuatu yang dilakukan oleh orang lain tampak buruk di hadapannya. Dia sangat sulit mencari kemungkinan-kemungkinan baik yang menyebabkan dirinya bisa berprasangka baik.
Saat seseorang telah terkena prasangka buruk, maka dia akan sulit mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Dia akan jauh dari tubuh sehat dengan jiwa yang kuat. Karena itu, agar bisa memperoleh tubuh yang sehat seseorang harus menjadikan jiwanya kuat. Artinya, jiwa yang kuat adalah jiwa yang mendapat asupan ketenangan, kedamaian, ketenteraman, dan kebahagiaan dari dirinya sendiri.
Untuk mendapatkan jiwa yang kuat, setiap orang harus menjaga dirinya dari prasangka buruk. Islam mengajarkan kita agar selalu memulai hari dengan doa. Setelah itu, lengkapi doa-doa baik tersebut dengan menganggap bahwa hari yang kita jalani adalah salah satu hari baik dari Allah. Begitu kita memulai kesehariannya dengan cara seperti itu, kita akan mudah berprasangka baik saat melihat dan mendengar sesuatu.
Begitu pula ketika kita mendapatkan masalah atau tantangan dalam hidup. Segera berprasangka baik. Yakinkan diri kita bahwa masalah adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menjalani hidup. Mari belajar dari apa yang ada di sekitar kita. Semua itu adalah buah dari kesabaran, keuletan, dan usaha ketika mengatasi masalah dengan cara yang baik. Perhatikanlah bagaimana sebuah tunas tumbuh membelah tanah menjadi sebuah pohon yang besar. Kendaraan yang mempersingkat waktu perjalanan kita. Telepon yang memudahkan kita bertukar kabar, atau lampu yang menerangi kita dalam gelap ketika ingin beraktivitas. Mari ingatkan diri kita dengan firman Allah:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦ ( الشرح/94: 6-5)
“(5) Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. (6) Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah/94:5-6)
Perhatikan ayat yang ada pada surah Al-Insyirah itu. Allah mengingatkan bahwa ketika kita diuji dengan masalah, beriringan dengan masalah itu ada kemudahan. Bagi orang yang mudah berprasangka baik, dia akan segera berpikir kalau kemudahan itu bisa saja dalam berbagai bentuk. Bisa saja bantuan dari orang lain, bertambahnya silaturahmi dari orang yang tidak pernah dikenal, terbukanya pintu rezeki yang lain, membuat diri lebih kreatif dan inovatif, diangkatnya derajat, atau sebagai penghapus dosa. Bahkan semua itu bisa saja kita peroleh kalau kita berprasangka baik kepada Allah. Sebab, orang yang berprasangka baik ketika diuji dengan masalah, dirinya tidak hanya melihat masalahnya saja, tetapi juga melihat apa yang ada dibalik masalah tersebut. Semua ini memang tampak sulit, namun bisa dilakukan kalau kita senantiasa melatih diri dengan berprasangka baik.
Tidak semua yang baik itu baik dan tidak semua yang buruk itu buruk. Masalah bisa menjadi sesuatu yang baik atau buruk tergantung dengan cara kita menanggapinya. Kita menjalani hidup sesuai dengan prasangka kita. Apabila kita menduga baik, maka akan menjadi baik. Kalau kita menduga buruk, maka akan menjadi buruk.
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.” (Hadist Qudsi)
Allah mengajarkan kita bahwa semua yang kita dapat dalam hidup seusai dengan prasangka kita terhadap Allah. Jika kita menganggap ujian dari Allah adalah langkah untuk kelapangan rezeki, maka kita akan mudah mencari rezeki. Tetapi kalau kita menganggap Allah menyengsarakan kita, kita akan menjalani hidup dengan kesengsaraan.
Oleh karena itu, mari selalu berprasangka baik agar bisa memiliki tubuh sehat dengan jiwa yang kuat. Kalau kita ingin mendapatkan hidup yang tenang, tenteram, dan penuh kebahagiaan, ayo berprasangka baik. Ingat! Prasangka buruk itu menghayutkan. Dia datang tanpa kabar dan sulit untuk disuruh pulang.
Penulis: Fahmi Sidik Marunduri
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salaf merupakan istilah yang merujuk pada zaman terdahulu, yakni zaman yang telah mendahului kita. Salaf juga bukan manhaj... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menulis dipandang sebagai kegiatan formal, kaku, culun, polos, etc yang dilakukan hanya untuk mengisi kekosongan waktu semata.... selengkapnya
Pemilu semakin dekat. Kampanye semakin gencar di berbagai tempat dan media sosial. Kemudahan mengakses media sosial ini mewarnai prosesi kampanye... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap kali menjelang Ramadan, sahabat Nabi Saw selalu bergembira menyambut kedatangannya. Kegembiraan itu terpancar di wajah dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada era digitalisasi informasi seperti sekarang ini, secara sadar atau tidak pernah mengalami bullying atau yang lebih kita... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah Anda merasa jengkel saat melihat tingkah laku anak-anak yang menurut Anda aneh, tidak penting, bahkan dianggap mengganggu?... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keputihan kerapkali membuat para wanita menjadi waswas. Waswas yang menimpa seorang wanita terhadap keputihan ini disebabkan adanya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka sekalian, tak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai orang beriman, kita tentu harus bergembira... selengkapnya
Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.