Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan

Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan

Diposting pada 29 September 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 465 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita mungkin pernah mendengar kalau di balik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kita juga tahu kalau itu adalah satu dari sekian banyak kunci untuk bisa memperoleh ketenangan dalam hidup. Lantas, bagaimana kita bisa memperoleh tubuh sehat dengan jiwa yang kuat seperti itu?

Kalimat tersebut ditafsirkan sebagian orang dengan beragam cara. Ada yang berolahraga, bermain dengan hewan peliharaan, jalan-jalan keliling kota, naik gunung, pergi ke pantai, atau beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Namun, salah satu cara agar kita bisa mendapatkan tubuh sehat berjiwa kuat adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari prasangka buruk.

Prasangka buruk sering kali dikatakan sebagai salah satu sebab kotornya hati. Berprasangka buruk tidak hanya berdampak pada orang lain, tetapi juga diri sendiri. Ketika hati telah kotor, maka semua usaha untuk memperoleh tubuh sehat dengan jiwa yang kuat akan sulit tercapai.

Prasangka buruk sering kali hinggap kepada seseorang dengan berbagai cara. Terkadang orang yang terkena prasangka buruk tidak sadar bahwa dia telah berburuk sangka. Dia mudah menduga dan menilai seseorang atau sesuatu secara negatif tanpa dasar dan bukti yang jelas. Bahkan sering kali dugaan dan penilaian negatif itu langsung dianggap mutlak benar tanpa adanya validasi. Itu terjadi karena orang yang berprasangka buruk telah membiarkan hatinya kotor. Itulah alasan mengapa prasangka buruk sulit disadari oleh penderitanya. Sebab, prasangka buruk sangat halus dan begitu menghanyutkan.

Sebaliknya, ketika dia berprasangka baik terhadap seseorang, maka setiap hal yang dilakukan oleh orang tersebut akan dipahami secara baik. Misalnya, ketika dia sedang berjalan kemudian tersenggol oleh temannya, maka dia akan bereaksi positif karena dia telah berbaik sangka. Dia akan berpikir, mungkin saja temannya tersebut sedang buru-buru sehingga tidak sengaja menyenggolnya. Berbeda halnya kalau dia memiliki prasangka buruk. Dia akan segera menduga bahwa temannya sengaja menyenggolnya agar dirinya terjatuh, ingin dirinya marah, sengaja mencari ribut, dan segala macam prasangka negatif lainnya. Itu terjadi karena segala sesuatu yang dilakukan oleh orang lain tampak buruk di hadapannya. Dia sangat sulit mencari kemungkinan-kemungkinan baik yang menyebabkan dirinya bisa berprasangka baik.

Saat seseorang telah terkena prasangka buruk, maka dia akan sulit mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Dia akan jauh dari tubuh sehat dengan jiwa yang kuat. Karena itu, agar bisa memperoleh tubuh yang sehat seseorang harus menjadikan jiwanya kuat. Artinya, jiwa yang kuat adalah jiwa yang mendapat asupan ketenangan, kedamaian, ketenteraman, dan kebahagiaan dari dirinya sendiri.

Untuk mendapatkan jiwa yang kuat, setiap orang harus menjaga dirinya dari prasangka buruk. Islam mengajarkan kita agar selalu memulai hari dengan doa. Setelah itu, lengkapi doa-doa baik tersebut dengan menganggap bahwa hari yang kita jalani adalah salah satu hari baik dari Allah. Begitu kita memulai kesehariannya dengan cara seperti itu, kita akan mudah berprasangka baik saat melihat dan mendengar sesuatu.

Begitu pula ketika kita mendapatkan masalah atau tantangan dalam hidup. Segera berprasangka baik. Yakinkan diri kita bahwa masalah adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menjalani hidup. Mari belajar dari apa yang ada di sekitar kita. Semua itu adalah buah dari kesabaran, keuletan, dan usaha ketika mengatasi masalah dengan cara yang baik. Perhatikanlah bagaimana sebuah tunas tumbuh membelah tanah menjadi sebuah pohon yang besar. Kendaraan yang mempersingkat waktu perjalanan kita. Telepon yang memudahkan kita bertukar kabar, atau lampu yang menerangi kita dalam gelap ketika ingin beraktivitas. Mari ingatkan diri kita dengan firman Allah:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦ ( الشرح/94: 6-5)

“(5) Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. (6) Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah/94:5-6)

Perhatikan ayat yang ada pada surah Al-Insyirah itu. Allah mengingatkan bahwa ketika kita diuji dengan masalah, beriringan dengan masalah itu ada kemudahan. Bagi orang yang mudah berprasangka baik, dia akan segera berpikir kalau kemudahan itu bisa saja dalam berbagai bentuk. Bisa saja bantuan dari orang lain, bertambahnya silaturahmi dari orang yang tidak pernah dikenal, terbukanya pintu rezeki yang lain, membuat diri lebih kreatif dan inovatif, diangkatnya derajat, atau sebagai penghapus dosa. Bahkan semua itu bisa saja kita peroleh kalau kita berprasangka baik kepada Allah. Sebab, orang yang berprasangka baik ketika diuji dengan masalah, dirinya tidak hanya melihat masalahnya saja, tetapi juga melihat apa yang ada dibalik masalah tersebut. Semua ini memang tampak sulit, namun bisa dilakukan kalau kita senantiasa melatih diri dengan berprasangka baik.

Tidak semua yang baik itu baik dan tidak semua yang buruk itu buruk. Masalah bisa menjadi sesuatu yang baik atau buruk tergantung dengan cara kita menanggapinya. Kita menjalani hidup sesuai dengan prasangka kita. Apabila kita menduga baik, maka akan menjadi baik. Kalau kita menduga buruk, maka akan menjadi buruk.

 “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.” (Hadist Qudsi)

Allah mengajarkan kita bahwa semua yang kita dapat dalam hidup seusai dengan prasangka kita terhadap Allah. Jika kita menganggap ujian dari Allah adalah langkah untuk kelapangan rezeki, maka kita akan mudah mencari rezeki. Tetapi kalau kita menganggap Allah menyengsarakan kita, kita akan menjalani hidup dengan kesengsaraan.

Oleh karena itu, mari selalu berprasangka baik agar bisa memiliki tubuh sehat dengan jiwa yang kuat. Kalau kita ingin mendapatkan hidup yang tenang, tenteram, dan penuh kebahagiaan, ayo berprasangka baik. Ingat! Prasangka buruk itu menghayutkan. Dia datang tanpa kabar dan sulit untuk disuruh pulang.

 

Penulis: Fahmi Sidik Marunduri

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Sering Dilupakan Orang, Buya Yahya Beberkan Hikmah Puasa Ramadan
25 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tak terasa saat ini kita sudah memasuki hampir setengah dari bulan Ramadan. Semoga Allah Swt menerima amalan-amalan... selengkapnya

Bolehkah Kurban Tapi Belum Aqiqah? Begini Penjelasan Buya Yahya
6 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan menjelang Hari Raya Iduladha yakni mengenai kebolehan orang yang hendak melakukan... selengkapnya

Do’a Akhir Tahun Hijriah dan Do’a Awal Tahun Hijriah
18 Juli 2023

DO’A AKHIR TAHUN HIJRIAH & DO’A AWAL TAHUN HIJRIAH Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu diberikan keberkahan... selengkapnya

Yang Membuat Kita Masih Bertahan Bukan Karena Kita Kuat, Tapi Karena Allah
20 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita merenung, tentang seberapa jauh perjalanan ini yang akhirnya mampu membawa kita sampai titik sekarang? Tentang berapa... selengkapnya

Cara Membuat Peta Konsep, Belajar Jadi Mudah
2 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah sahabat mendengar istilah peta konsep? Melalui artikel ini, penulis akan memberikan informasi mengenai apa itu peta... selengkapnya

Amalan Penghapus Dosa
14 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan kurang nyaman ketika menjalankan hari-hari. Seperti pekerjaan yang seakan tidak kunjung beres,... selengkapnya

Kembali kepada Allah sebagai Solusi Depresi?
24 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Fenomena stres dan depresi bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia. Namun pada zaman modern dengan tekanan hidup yang... selengkapnya

Buya Yahya Memberikan Tanggapan Mengenai Jenazah Mualaf yang Dikremasi
24 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Islam, tata cara pengurusan jenazah memiliki aturan yang sangat jelas dan rinci. Namun salah satu pertanyaan... selengkapnya

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
14 September 2021

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Pada Malam Nisfu Sya’ban Semua Orang Diampuni, Kecuali Dua Golongan ini
24 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Syaban adalah bulan yang diperhatikan oleh Nabi secara khusus. Perhatian Nabi kepada bulan Sya’ban disebabkan karena... selengkapnya

Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: