● online
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Isra Mi'raj Sampai W
- المعين المبين في تعلم العرب
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA
- المعين المبين
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA
Pilih Menikah atau Mencari Ilmu?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat ini, banyak penyimpangan remaja yang disebabkan oleh tontonan anak muda yang semakin liar. Berkomunikasi dengan lawan jenis di media sosial, kini telah menjadi pergaulan yang sudah biasa bagi mereka. Oleh sebab itu, Guru Mulia Buya Yahya menekankan para orang tua di zaman sekarang khususnya, untuk memudahkan pernikahan bagi anaknya yang ingin menikah, terutama bagi yang sudah berani berkomunikasi dengan lawan jenis. Ibarat aliran sungai deras yang menghujam, perlu adanya aliran-aliran agar tidak meluap kebanjiran, tuturnya.
Namun, beberapa orang tua memiliki pandangan dan prinsip yang berbeda-beda, salah satunya lebih memilih anaknya menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu. Hal itu tidaklah salah, hanya saja perlu dipikirkan juga, bahwa anaknya memiliki syahwat di samping ia telah pandai berjejaring di media sosialnya yang semakin luas. Oleh sebab itu, agar anak tidak melakukan pergaulan bebas dan tidak melanggar perintah orang tua, perlu adanya bimbingan dari para guru untuk membimbing hawa nafsunya.
Ada ulama yang mengatakan, “Jika nafsumu tidak engkau arahkan pada kebaikan, otomatis ia akan mengarah kepada keburukan. Waktu adalah pedang, jika tidak engkau manfaatkan dengan baik, maka ia akan membunuhmu”. Ada beberapa ulama-ulama kita yang rela menghabiskan waktunya, siang dan malam untuk menuntut ilmu hingga lupa keinginannya untuk menikah. Seperti halnya Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau yang sering kita sebut dengan Imam Nawawi. Beliau secara totalitas menekuni proses belajar mengajar, menulis kitab, menyebarkan ilmu, beribadah, wirid, puasa, dzikir, dan selalu bersabar menghadapi kehidupan yang sederhana, baik dalam hal makanan maupun pakaian. Pakaian beliau hanyalah baju yang kasar, dan surban beliau dari jenis kulit yang berukuran kecil.
Begitu pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang lahir tahun 661 H dan wafat tahun 728 H, pada usianya yang ke-67 tahun. Beliau mewariskan banyak karya tulis hingga mencapai 500-an jilid kitab. Sejak kecil, beliau sangat getol mencari ilmu dan bersungguh-sungguh dalam mendapatkan dan meraihnya. Kelezatan apa pun tak mampu memalingkan beliau dari mencari ilmu. Beliau kerap kali lupa makan dan tenggelam dalam kelezatan ilmu. Beliau tidak meminta makanan, kecuali makanan tersebut telah dihidangkan untuk beliau. Beliau tidak menikmati makanan dan minuman di waktu pagi dan sore hari.
Hadratussyaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari menyebutkan dalam kitabnya, mengenai keuntungan dan risiko dalam pernikahan. Keuntungannya adalah memperoleh anak atau keturunan, menyalurkan syahwat, jihad melawan nafsu melalui pelaksanaan kewajiban istri dan keluarga. Adapun risikonya, pertama, berpotensi kesulitan mencari rezeki yang halal karena sudah ada tuntutan dari istri atau pun anak-anaknya. Kedua, ceroboh dan lalai dalam memenuhi hak keluarga. Ketiga, keberadaan istri dan anak-anak membuatnya sibuk hingga lalai menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari memberikan jalan pilihan kepada para pemuda untuk menentukan kapan waktu yang tepat ia melaksanakan pernikahan. Jika memang diharuskan untuk menikah, seorang pemuda haruslah pintar memilih calon terbaik untuk ditanamkan benih generasinya. Sambil memilih calonnya ia menyibukkan belajar agamanya dan sekuat tenaga meninggalkan maksiat dengan mengurangi pergaulan di media sosial.
Oleh sebab itu, dari uraian di atas kita sebagai kaum pemuda dapat mengambil pelajaran untuk memilih menikah dan mencari ilmu haruslah didasarkan pada kemaslahatannya. Jika dengan adanya pernikahan menjadi terhindar dari risiko keburukan, maka dianjurkan untuk menikah. Akan tetapi jika menikah menjadikannya berbuat dzolim, maka lebih baik persiapkan lebih sempurna lagi. Bagi yang manfaat pernikahan dan risikonya berimbang, hendaklah berijtihad dan memilih yang terbaik.
Penulis: Muhammad Tis Asuh Sobirin
Sumber refrensi :
- Asy’ari, Hadratussyaikh K.H. Hasyim, 2021, Dhau’ Al-Misbah fi Bayan Ahkam An-Nikah, Jombang, Pustaka Tebu Ireng
- Fattah, Syaikh Abdul, 2021, Karena Ilmu Mereka Rela Membujang, Abu Hudzaifah, Solo, Zamzam.
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Tags: mencari ilmu, Menikah
Pilih Menikah atau Mencari Ilmu?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di bawah langit Madinah yang jernih, di tengah kehidupan yang sederhana namun penuh makna, tersembunyi sebuah kisah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah sangat masyhur bagi kita, bahwa Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alahi Wassalam adalah manusia teragung dan disebut sebagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan. Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget,... selengkapnya
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dengan rahmat dan ridha Allah Swt, mari bergabung dalam silaturahmi istimewa di Al-Bahjah Blitar.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bahwa wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Wanita disebut sebagai perhiasan dunia karena... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya
Bismillahirrahmaniirahim. Allhummah shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbini wasallim. Alhamdulillah, sejak tanggal 18 Oktober 2023 lalu hingga... selengkapnya
Sebentar lagi umat islam di Indonesia melaksanakan ibadah Qurban. Tapi sayang masih banyak hewan qurban yg di potong tidak sesuai... selengkapnya
Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMaulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000
Saat ini belum tersedia komentar.