Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (2)

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (2)

Diposting pada 17 Oktober 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 238 kali

(Bagian terakhir dari dua tulisan)

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dengan semakin gencarnya arus informasi di media sosial, Muslimah harus melek literasi. Pandai dalam memilah dan memilih informasi mana yang akurat dan bermanfaat, serta yang utama adalah sesuai dengan syariat. Banyak dari Muslimah yang sekadar mengikuti tren yang viral padahal membahayakan aqidah.

Jangan sampai media sosial hanya sebagai hiburan yang melenakan hingga melalaikan kewajiban. Sebagai ikhtiar, Muslimah bisa membuat jadwal kapan menggunakan media sosial dan kapan berpuasa untuk meninggalkan dahulu media sosial. Porsi bersama Al-Qur’an semestinya lebih diperbanyak daripada bersama dengan media sosial.

Benteng Kedua: Konsep Tradisional, Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Muslimah tidak dapat berjuang sendirian di tengah zaman yang arus perkembangannya semakin deras ini. Muslimah juga membutuhkan lingkungan yang mendukung sebagai benteng pertahanan. Lingkungan yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar adalah benteng sekaligus sistem hidup yang dibutuhkannya. Misalnya, saling berlomba membuat konten kebaikan, saling menebarkan ilmu, atau juga saling berkomentar mengingatkan jika ada yang tidak sesuai syariat. Indahnya jika nuansa dalam bermedia sosial seperti ini. Muslimah terjaga, pandangan laki-laki dapat terjaga, kekerasan juga kemaksiatan pun dapat terminimalisir.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Ali Imron/3 :110)

Tidaklah mudah memang ber-amar ma’ruf nahi munkar di tengah zaman seperti saat ini. Akan tetapi bukan berarti tidak bisa, selagi kesadaran itu masih ada, maka lingkungan yang masih menjaga tradisi konservatif terhadap nilai-nilai baik akan terus tumbuh, termasuk andilnya pihak yang memiliki otoritas. Peran negara sangat menentukan kokohnya benteng-benteng bagi Muslimah secara khusus dan umumnya bagi para perempuan. Negara harus andil besar di dalam regulasi penggunaan media sosial dan penerapan sanksi hukum bagi yang para pelaku kejahatan media sosial.

Negara maju seperti Singapura dan Korea begitu perhatian terhadap penggunaan media sosial. Hukuman yang dijatuhkan juga tidak setengah-setengah. Masyarakatnya menjadi jera dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Seharusnya, negeri dengan mayoritas Muslim lebih dari itu. Sebab ketaatan kepada Allah menjadi landasannya bukan sekadar rasa kemanusiaan atau kebaikan yang seremonial. Di dalam syariat Islam itu semua sudah sangat lengkap. Persoalannya adalah tinggal menerapkannya dalam bingkai kebhinekaan ini.

Butuh perjuangan besar untuk mengedukasi masyarakat dan pemangku kebijakan agar tercipta gelombang kesadaran untuk senantiasa menghiasi diri dengan syariat yang Allah berikan. Oleh karena itu, peran Muslimah pun dibutuhkan untuk hadir di tengah masyarakat  dengan apa pun potensi yang dimiliki, baik dengan lisan, tulisan, ataupun konten yang sarat perjuangan.

Khatimah

Semua ikhtiar di atas adalah cara agar Muslimah merasa aman dan nyaman dalam bermedia sosial. Dua benteng yang bersinergi tersebut insyaallah akan menemukan jalannya untuk menyelematkan Muslimah dari dekapan media sosial yang membahayakan. Sebaliknya, media sosial akan menjadi alat bagi Muslimah untuk meluaskan ajaran Islam yang menebarkan rahmat untuk seluruh alam.

 

Penulis: Naila Dhofarina Noor

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (2)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Haruskah Kita Mencuci Telur Ayam Sebelum Memasaknya?
21 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telur ayam menjadi salah satu makanan yang selalu ada di setiap warung makan, hajatan, atau bahkan sekadar... selengkapnya

Dahulu Ramai, Kini Pemuda Seakan Asing dengan Masjid dan Mushola
20 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyadari bahwa yang bisa asing itu bukanlah semata persahabatan, keakraban, atau perkenalan, melainkan diri kita... selengkapnya

Kunci dari Tenangnya Jiwa Adalah Yakin Bahwa Takdir Allah Selalu Baik
20 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Takdir adalah ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah Subhanu wa Ta’ala. Ketentuan ini tidak ada yang bisa mengubahnya,... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

Viral Cek Khodam di Media Tiktok, Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Khodam?
9 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya

Hukum Sedekah Tapi Punya Utang yang Sudah Jatuh Tempo
6 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang memiliki utang, baik kepada individu maupun lembaga. Latar belakang... selengkapnya

Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?
8 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Beberapa hari yang lalu telah terjadi musibah besar yaitu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur... selengkapnya

Seruni: Kejujuran di Tepi Jalan
30 Maret 2024

Aku tak menyangka jika kegemaranku bermain di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku dapat mengantarkanku ke menara gading. Sungguh itu di... selengkapnya

Cara Muslim Hadapi Overthinking
12 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Depresi dapat menimpa semua kalangan, baik kaum muda maupun tua. Fenomena yang merebak saat ini bahwa banyak... selengkapnya

Prioritas yang Harus Didahulukan Seorang Perempuan Setelah Menikah: Suami atau Orang Tua?
9 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sering kali muncul pertanyaan mengenai prioritas kepatuhan seorang istri dalam sebuah rumah tangga; apakah harus mendahulukan suami... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (2)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: