Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Diposting pada 14 November 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 392 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam sangat diperhatikan betul tentang istilah “sanad keilmuan”. Seseorang yang belajar agama, tidak serta merta belajar dengan internet, ataupun buku-buku agama tanpa adanya bimbingan dari seorang guru. Maka dari itu ketiga komponen ini tidak akan bisa terlepas dari dunia kepesantrenan. Yang pertama adalah guru, santri, dan pondok pesantren.

Asal muasal pondok pesantren dipelopori oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di bumi Nusantara. Pada abad ke 15 hingga 16 Masehi, Islam mulai berkembang pesat di Jawa melalui dakwah Wali Songo. Pada masa inilah muncul sistem pendidikan Islam yang disebut pesantren. Santri adalah murid-murid yang belajar agama Islam kepada para wali, mereka belajar di surau, langgar, atau pondok yang dibangun di sekitar tempat tinggal para wali. Para wali menjadi guru (Kiai) yang mengajarkan Al-Qur’an, aqidah, fiqih, tasawuf, dan akhlak.

Para Wali Songo meniru sistem pendidikan ini dari Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Karena Nabi Muhammad pada saat itu mengajarkan agama Islam kepada para sahabat di serambi Masjid Nabawi di Madinah. Para sahabat ini belajar kepada Rasulullah sekaligus tinggal di serambi Masjid Nabawi dikarenakan para sahabat tidak memiliki tempat tinggal, pekerjaan, anak ataupun istri. Untuk menampung mereka, Rasulullah membangun tempat khusus di Masjid Nabawi yaitu Shuffah. Sahabat yang tinggal di sana dinamakan Ahlus Shuffah.

Kehidupan mereka sangatlah sederhana, makan dari sedekah kaum muslimin. Belajar Al-Qur’an, hadits, dan ilmu agama langsung dari Rasulullah. Rasulullah sangat memperhatikan mereka dan sering berbagi makanan kepada mereka. Jumlah sahabat Ahlus Shuffah berkisar 70 hingga 100 orang, kadang lebih, karena banyak yang datang dan pergi.

Salah satu contoh sahabat Ahlus Shuffah yang sangat kita kenali adalah Abu Hurairah, yang namanya selalu tercantum dalam kitab hadits. Karena berkat beliaulah sabda-sabda Nabi terekam dalam benak Abu Hurairah. Dan mendapat gelar perawi hadits terbanyak di kalangan sahabat.

Pada proses pengajaran itu, Nabi Muhammad tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja. Namun selaku guru pertama seluruh umat, beliau juga mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Perhatian seorang guru kepada murid-muridnya, bukan hanya sekadar diberi ilmu pengetahuan. Namun segi kebutuhan ekonominya Nabi Muhammad yang menanggung. Itulah guru sejati. Beliaulah sebaik-baiknya contoh bagaimana harusnya menjadi guru. Hal tersebut sudah dipraktikkan oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Indonesia, dan diteruskan hingga saat ini oleh para ulama mendirikan pesantren di Indonesia.

Dari pesantren-pesantren itu tercipta penopang-penopang peradaban. Sebab, di pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga aspek-aspek kehidupan bermasyarakat, etika, dan kemandirian, yang membentuk karakter santri secara menyeluruh. Banyak tokoh pendiri bangsa dan pahlawan nasional berasal dari kalangan pesantren atau memiliki latar belakang pendidikan Islam yang kuat. Pesantren menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan nasionalisme.

Sistem pendidikan berasrama di pesantren menekankan pada disiplin, kesederhanaan, dan kebersamaan, yang melahirkan individu-individu tangguh dan siap berkontribusi pada masyarakat. Akhirnya, lulusan pesantren (alumni/santri) tersebar di berbagai bidang, mulai dari ulama, pendidik, politisi, pengusaha, hingga aktivis sosial, yang secara aktif berperan dalam pembangunan bangsa di berbagai sektor. Inilah pondok pesantren sebagai benteng peradaban.

 

Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Marhaban Ya Ramadhan: Ramadhan yang Dirindukan
3 April 2022

Tak terasa kita sudah berada di hadapan bulan agung dan mulia. Bulan yang dirindukan kedatangannya oleh para kekasih Allah Swt,... selengkapnya

Tingkatkan Semangat dan Kinerja, Pejuang Pustaka Al-Bahjah Gelar Upgrading dan Tadabur Alam
9 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pejuang Pustaka Al-Bahjah menggelear Upgrading dan Tadabur Alam Rabu-Kamis 17-18 Rajab 1444 H. Tujuan dari kegiatan... selengkapnya

Puasa Tapi Belum Mandi Junub, Memangnya Sah?
30 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, mandi junub merupakan kewajiban seorang muslim ketika ia memiliki berhadas besar seperti, keluar mani,... selengkapnya

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Terakhir dari Dua Tulisan)
23 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merenung sebelum bertindak menjadi urgent di tengah-tengah hidup yang serba kompleks. Bahkan orang tua zaman dahulu sering kali... selengkapnya

Puisi-Puisi Aksa Sagara
20 November 2024

  BANTU AKU   Dibutuhkan seluruh jiwa untuk memahami bahwa labuhan hati adalah mengerti hadir-Mu di setiap langkah hari seperti... selengkapnya

4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang
12 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, musibah adalah bagian yang tidak bisa dihindari. Ada kalanya seseorang diuji dengan kehilangan, sakit, kesempitan rezeki,... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Untuk “Wanita Karir”
4 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya

Muslimah Wajib Meneladani Sayyidah Fatimmah Az-Zahra, Begini Kisahnya
9 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berawal dari hadits Rasulullah Saw: قال رسول الله عليه وسلم : صنفان من أهل النار لم أرهما... selengkapnya

Lancar Menulis Sekali Duduk dengan Metode RUJAK
2 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Apakah ada penulis yang mampu menyelesaikan tulisannya hanya dalam sekali duduk? Jika ada, bagaimana ia melakukannya? Apakah J.... selengkapnya

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban: Jangan Biarkan Berlalu Sia-Sia
13 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: