Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Diposting pada 14 November 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 342 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam sangat diperhatikan betul tentang istilah “sanad keilmuan”. Seseorang yang belajar agama, tidak serta merta belajar dengan internet, ataupun buku-buku agama tanpa adanya bimbingan dari seorang guru. Maka dari itu ketiga komponen ini tidak akan bisa terlepas dari dunia kepesantrenan. Yang pertama adalah guru, santri, dan pondok pesantren.

Asal muasal pondok pesantren dipelopori oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di bumi Nusantara. Pada abad ke 15 hingga 16 Masehi, Islam mulai berkembang pesat di Jawa melalui dakwah Wali Songo. Pada masa inilah muncul sistem pendidikan Islam yang disebut pesantren. Santri adalah murid-murid yang belajar agama Islam kepada para wali, mereka belajar di surau, langgar, atau pondok yang dibangun di sekitar tempat tinggal para wali. Para wali menjadi guru (Kiai) yang mengajarkan Al-Qur’an, aqidah, fiqih, tasawuf, dan akhlak.

Para Wali Songo meniru sistem pendidikan ini dari Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Karena Nabi Muhammad pada saat itu mengajarkan agama Islam kepada para sahabat di serambi Masjid Nabawi di Madinah. Para sahabat ini belajar kepada Rasulullah sekaligus tinggal di serambi Masjid Nabawi dikarenakan para sahabat tidak memiliki tempat tinggal, pekerjaan, anak ataupun istri. Untuk menampung mereka, Rasulullah membangun tempat khusus di Masjid Nabawi yaitu Shuffah. Sahabat yang tinggal di sana dinamakan Ahlus Shuffah.

Kehidupan mereka sangatlah sederhana, makan dari sedekah kaum muslimin. Belajar Al-Qur’an, hadits, dan ilmu agama langsung dari Rasulullah. Rasulullah sangat memperhatikan mereka dan sering berbagi makanan kepada mereka. Jumlah sahabat Ahlus Shuffah berkisar 70 hingga 100 orang, kadang lebih, karena banyak yang datang dan pergi.

Salah satu contoh sahabat Ahlus Shuffah yang sangat kita kenali adalah Abu Hurairah, yang namanya selalu tercantum dalam kitab hadits. Karena berkat beliaulah sabda-sabda Nabi terekam dalam benak Abu Hurairah. Dan mendapat gelar perawi hadits terbanyak di kalangan sahabat.

Pada proses pengajaran itu, Nabi Muhammad tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja. Namun selaku guru pertama seluruh umat, beliau juga mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Perhatian seorang guru kepada murid-muridnya, bukan hanya sekadar diberi ilmu pengetahuan. Namun segi kebutuhan ekonominya Nabi Muhammad yang menanggung. Itulah guru sejati. Beliaulah sebaik-baiknya contoh bagaimana harusnya menjadi guru. Hal tersebut sudah dipraktikkan oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Indonesia, dan diteruskan hingga saat ini oleh para ulama mendirikan pesantren di Indonesia.

Dari pesantren-pesantren itu tercipta penopang-penopang peradaban. Sebab, di pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga aspek-aspek kehidupan bermasyarakat, etika, dan kemandirian, yang membentuk karakter santri secara menyeluruh. Banyak tokoh pendiri bangsa dan pahlawan nasional berasal dari kalangan pesantren atau memiliki latar belakang pendidikan Islam yang kuat. Pesantren menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan nasionalisme.

Sistem pendidikan berasrama di pesantren menekankan pada disiplin, kesederhanaan, dan kebersamaan, yang melahirkan individu-individu tangguh dan siap berkontribusi pada masyarakat. Akhirnya, lulusan pesantren (alumni/santri) tersebar di berbagai bidang, mulai dari ulama, pendidik, politisi, pengusaha, hingga aktivis sosial, yang secara aktif berperan dalam pembangunan bangsa di berbagai sektor. Inilah pondok pesantren sebagai benteng peradaban.

 

Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Penyakit Hati Paling Berbahaya: Refleksi Filosofis atas Pesan Buya Yahya
11 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati dalam pandangan Islam, bukan hanya organ biologis, melainkan pusat kesadaran spiritual dan moral. Ia adalah cermin kehidupan... selengkapnya

Perbedaan Puasa Arafah Antara Indonesia dan Arab Saudi Tahun 1443 H
7 Juli 2022

Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya

Mensyukuri Nikmat Ramadan
6 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya

Liburan Usai, Suasana Berbeda: Dua Golongan Santri Saat Kembali ke Pesantren
6 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Liburan telah usai, sudah waktunya para santri kembali ke pondok untuk meneruskan perjuangan menuntut ilmu. Balik ke pondok... selengkapnya

Cara Mendidik Anak sebagai Investasi Dunia dan Akhirat
21 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Anak adalah salah satu titipan Allah Swt yang paling berharga. Mereka adalah amanah yang harus kita jaga... selengkapnya

Ratusan Jamaah Ikuti Manasik Akbar Umroh Munajat Kubro Bersama Buya Yahya
21 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebanyak 483 calon jamaah Umroh Munajat Kubro memadati ballroom Hotel Grage, Cirebon, dalam kegiatan Manasik Akbar yang berlangsung... selengkapnya

Perempuan yang Kuat, Terjaga oleh Qawwam yang Tepat
2 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak perempuan dewasa tumbuh dalam lingkungan yang keras, menghadapi berbagai kepahitan, dan berusaha pulih dari banyaknya luka.... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Inovasi Pembelajaran di Sekolah Menggunakan Pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics (STREAM)
5 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Perkembangan zaman yang semakin canggih menuntut masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan cepat. Kondisi ini ditandai dengan semakin... selengkapnya

Hafalkan 5 Rumus Ini Agar Mudah Memahami Darah Haid
5 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Darah haid bisa dikenali dengan mengetahui wawasan umum dan rumus haid. Wawasan umum darah haid sebagaimana sudah... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: