● online
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- Kitab Nawazil....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Intermed....
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari....
- العدد والمعدود....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Low Begi....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam sangat diperhatikan betul tentang istilah “sanad keilmuan”. Seseorang yang belajar agama, tidak serta merta belajar dengan internet, ataupun buku-buku agama tanpa adanya bimbingan dari seorang guru. Maka dari itu ketiga komponen ini tidak akan bisa terlepas dari dunia kepesantrenan. Yang pertama adalah guru, santri, dan pondok pesantren.
Asal muasal pondok pesantren dipelopori oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di bumi Nusantara. Pada abad ke 15 hingga 16 Masehi, Islam mulai berkembang pesat di Jawa melalui dakwah Wali Songo. Pada masa inilah muncul sistem pendidikan Islam yang disebut pesantren. Santri adalah murid-murid yang belajar agama Islam kepada para wali, mereka belajar di surau, langgar, atau pondok yang dibangun di sekitar tempat tinggal para wali. Para wali menjadi guru (Kiai) yang mengajarkan Al-Qur’an, aqidah, fiqih, tasawuf, dan akhlak.
Para Wali Songo meniru sistem pendidikan ini dari Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Karena Nabi Muhammad pada saat itu mengajarkan agama Islam kepada para sahabat di serambi Masjid Nabawi di Madinah. Para sahabat ini belajar kepada Rasulullah sekaligus tinggal di serambi Masjid Nabawi dikarenakan para sahabat tidak memiliki tempat tinggal, pekerjaan, anak ataupun istri. Untuk menampung mereka, Rasulullah membangun tempat khusus di Masjid Nabawi yaitu Shuffah. Sahabat yang tinggal di sana dinamakan Ahlus Shuffah.
Kehidupan mereka sangatlah sederhana, makan dari sedekah kaum muslimin. Belajar Al-Qur’an, hadits, dan ilmu agama langsung dari Rasulullah. Rasulullah sangat memperhatikan mereka dan sering berbagi makanan kepada mereka. Jumlah sahabat Ahlus Shuffah berkisar 70 hingga 100 orang, kadang lebih, karena banyak yang datang dan pergi.
Salah satu contoh sahabat Ahlus Shuffah yang sangat kita kenali adalah Abu Hurairah, yang namanya selalu tercantum dalam kitab hadits. Karena berkat beliaulah sabda-sabda Nabi terekam dalam benak Abu Hurairah. Dan mendapat gelar perawi hadits terbanyak di kalangan sahabat.
Pada proses pengajaran itu, Nabi Muhammad tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja. Namun selaku guru pertama seluruh umat, beliau juga mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Perhatian seorang guru kepada murid-muridnya, bukan hanya sekadar diberi ilmu pengetahuan. Namun segi kebutuhan ekonominya Nabi Muhammad yang menanggung. Itulah guru sejati. Beliaulah sebaik-baiknya contoh bagaimana harusnya menjadi guru. Hal tersebut sudah dipraktikkan oleh Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Indonesia, dan diteruskan hingga saat ini oleh para ulama mendirikan pesantren di Indonesia.
Dari pesantren-pesantren itu tercipta penopang-penopang peradaban. Sebab, di pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga aspek-aspek kehidupan bermasyarakat, etika, dan kemandirian, yang membentuk karakter santri secara menyeluruh. Banyak tokoh pendiri bangsa dan pahlawan nasional berasal dari kalangan pesantren atau memiliki latar belakang pendidikan Islam yang kuat. Pesantren menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan nasionalisme.
Sistem pendidikan berasrama di pesantren menekankan pada disiplin, kesederhanaan, dan kebersamaan, yang melahirkan individu-individu tangguh dan siap berkontribusi pada masyarakat. Akhirnya, lulusan pesantren (alumni/santri) tersebar di berbagai bidang, mulai dari ulama, pendidik, politisi, pengusaha, hingga aktivis sosial, yang secara aktif berperan dalam pembangunan bangsa di berbagai sektor. Inilah pondok pesantren sebagai benteng peradaban.
Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
Oleh: Sayyid Hasan Syafiq Shahab Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada dasarnya, siapapun yang mempunyai hak milik atas suatu barang, maka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Jumat, 02 Rabiul Akhir 1444 H atau bertepatan dengan Tanggal 28 Oktober 2022 telah diresmikan Pondok... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sesekali, kita secara tidak sengaja bisa melihat layar handphone orang lain yang tergeletak atau layar smartphone-nya yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bencana banjir yang melanda kota dan Kabupaten Cirebon pada 17 Januari 2025 kembali menyoroti krisis tata kelola... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sejak kecil, kita telah diperingatkan untuk selalu menghabiskan makanan yang kita santap dan tidak menyisakannya barang sebutir... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan kue untuk mempersiapkan sajian saat hari raya. Namun, muncul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kendaraan yang yang pajaknya mati (tidak aktif) dan bodong cukup banyak kita temui di... selengkapnya
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600
Saat ini belum tersedia komentar.