Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Bijak Berbelanja di Tengah Maraknya Kredit Barang

Bijak Berbelanja di Tengah Maraknya Kredit Barang

Diposting pada 24 April 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 107 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era modern seperti sekarang, praktik jual beli dengan sistem kredit sudah menjadi hal yang sangat umum. Seperti dalam membeli rumah, mobil, hingga barang kebutuhan lainnya dengan cara mencicil, baik melalui lembaga pembiayaan maupun perbankan. Perbedaan harga antara pembayaran tunai dan kredit pun menjadi hal yang lazim.

Pada dasarnya, kredit dalam Islam bukanlah sesuatu yang otomatis haram. Kredit bisa menjadi sah dan diperbolehkan selama memenuhi ketentuan syariat. Misalnya, seseorang menjual rumah atau mobil dengan dua pilihan harga: harga tunai dan harga kredit. Selama pembeli memilih salah satu harga secara jelas di awal akad, maka transaksi tersebut dianggap sah. Dalam hal ini, selisih harga antara tunai dan kredit bukanlah riba, melainkan bagian dari kesepakatan jual beli.

Meskipun secara konsep kredit diperbolehkan, persoalan menjadi berbeda ketika melibatkan pihak ketiga, seperti bank konvensional yang menggunakan sistem bunga. Dalam praktik ini, pembeli tidak hanya membayar harga barang, tetapi juga bunga kepada pihak bank. Bunga inilah yang termasuk riba dan menjadi masalah utama dalam transaksi tersebut. Sering kali, seseorang tidak menyadari bahwa dalam kredit melalui bank konvensional, ia sebenarnya membayar tiga hal sekaligus: harga barang, keuntungan penjual, dan bunga kepada bank. Meskipun tidak bertransaksi langsung dengan bunga, keterlibatan dalam sistem tersebut tetap dianggap sebagai bentuk kontribusi terhadap praktik riba.

Sebagai alternatif, perbankan syariah hadir dengan skema yang berbeda, seperti akad murabahah. Dalam sistem ini, bank terlebih dahulu membeli barang dari penjual, kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga yang telah disepakati, termasuk keuntungan bagi bank. Dengan demikian, transaksi menjadi lebih sesuai dengan prinsip syariat karena tidak melibatkan bunga. Namun demikian, bukan berarti semua produk yang mengatasnamakan syariah otomatis sempurna. Masih ada praktik yang perlu diperbaiki, dan masyarakat juga perlu lebih selektif serta memahami mekanisme yang digunakan. Kritik terhadap lembaga syariah bukanlah bentuk penolakan, melainkan bagian dari upaya perbaikan agar benar-benar sesuai dengan prinsip Islam.

Di sisi lain, persoalan kredit tidak hanya berhenti pada halal atau haramnya akad, tetapi juga menyentuh aspek gaya hidup. Banyak orang terjebak dalam keinginan untuk memiliki sesuatu sebelum benar-benar mampu. Akibatnya, mereka mengambil kredit di luar batas kemampuan, yang pada akhirnya justru menjerumuskan pada kesulitan finansial. Tidak sedikit yang terjebak dalam lingkaran cicilan: gaji habis untuk membayar angsuran rumah, kendaraan, hingga kebutuhan lainnya. Ketika tekanan ekonomi semakin berat, sebagian orang bahkan tergoda untuk mencari jalan pintas yang tidak halal demi menutupi kewajiban tersebut.

Islam tidak melarang seseorang untuk memiliki harta atau hidup layak. Namun, Islam mengajarkan keseimbangan dan kesederhanaan. Jika belum mampu, maka tidak perlu memaksakan diri. Menunda keinginan bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kebijaksanaan. Bahkan, jika melihat kehidupan Rasulullah, kesederhanaan menjadi teladan utama. Meski memiliki kesempatan untuk hidup mewah, beliau memilih hidup apa adanya. Hal ini menjadi pelajaran bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada kepemilikan materi, melainkan pada ketenangan hati dan keberkahan hidup.

Pada akhirnya, kredit dalam Islam bukan sekadar persoalan boleh atau tidak, tetapi bagaimana cara melakukannya dan untuk apa melakukannya. Selama dilakukan sesuai syariat dan dalam batas kemampuan, kredit bisa menjadi solusi. Namun jika didorong oleh nafsu dan gaya hidup, justru bisa menjadi pintu masalah. Kunci hidup yang sebenarnya bukan terletak pada seberapa banyak yang dimiliki, tetapi pada kemampuan untuk merasa cukup dan hidup dengan sederhana. Karena dari situlah ketenangan dan keberkahan benar-benar hadir.

 

Referensi: Ceramah Buya Yahya di Youtube Al-Bahjah TV

 

Penulis: Nur Robi Ade Saputra

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Bijak Berbelanja di Tengah Maraknya Kredit Barang

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
3 Hal Yang Membuat Orang Tua Bahagia di Alam Kubur
24 Juni 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kepergian orang tua untuk selama-lamanya tentu selalu meninggalkan kesedihan dan duka yang mendalam. Penyesalan seringkali... selengkapnya

Kamu Sedang Galau? Coba Amalkan 9 Cara Membenahi Hati Ini
29 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hati adalah cerminan diri kita sendiri. Ketika hati itu baik maka perilaku pun menjadi baik, begitu pun... selengkapnya

Kajian Rutin Majelis Al-Bahjah Kembali Dibuka, Jangan Sampai Terlewat
4 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kabar gembira bagi Anda semua para perindu kemuliaan, setelah kita merayakan euforia Idul Fitri, kajian rutin... selengkapnya

Do’a Akhir Tahun Hijriah dan Do’a Awal Tahun Hijriah
18 Juli 2023

DO’A AKHIR TAHUN HIJRIAH & DO’A AWAL TAHUN HIJRIAH Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu diberikan keberkahan... selengkapnya

Punya Utang Puasa Wajib? Anda Bisa Dapatkan Pahala Dobel Saat Bulan Syawal! Begini Caranya
1 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ketika memasuki bulan Syawal, umat Islam diberikan kesempatan untuk meraih pahala yang besar dengan cara melaksanakan... selengkapnya

Mimpi Bertemu Nabi (Sebuah Kebanggaan yang Tak Bisa Diungkapkan)
18 Maret 2021

             Mimpi Bertemu Nabi (Sebuah Kebanggaan yang Tak Bisa Diungkapkan) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD... selengkapnya

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
14 September 2021

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Review Buku – Oase Iman
20 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Buku “Oase Iman: Refleksi Problematika Umat” merupakan salah satu buku terbaru karya Buya Yahya. Tidak seperti... selengkapnya

(Teks Khutbah Jum’at) Kunci Keselamatan dengan Berkata yang Baik atau Diam
16 Juli 2026

Sesungguhnya umat Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama makhluk ciptaan Allah Subhanahuwata’ala, baik manusia,... selengkapnya

Tafsir Alam: Ketika Alam Tak Lagi Diam
16 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini telah terjadi berbagai bencana yang terjadi di negeri ini, terutama longsor dan banjir. Menurut berbagai sumber... selengkapnya

Bijak Berbelanja di Tengah Maraknya Kredit Barang

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: