Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama

Diposting pada 4 Oktober 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 372 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap dalam komitmennya memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Memang dari zaman presiden pertama Republik Indonesia hingga masa presiden saat ini, Indonesia tetap bersikukuh memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hal ini selaras dengan alenia I pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Adapun peringatan Presiden Soekarno demi memperjuangkan kemerdekaan Palestina kala itu yaitu: “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”

Pada saat Ir. Soekarno masih menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, banyak tindakan beliau yang menentang penjajahan Israel. Di antaranya yaitu pada forum Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Soekarno mengecam keras penjajahan Israel atas Palestina. Hal itu pula yang membuat Timnas Indonesia mundur dari perhelatan Piala Dunia pada tahun 1958 karena tak sudi bertanding dengan Israel. Masih menurutnya (Soekarno), bertanding dengan Israel berarti sama saja dengan mengakui kedaulatan Israel. Tak berhenti di situ, pada saat Asian Games tahun 1962 pun Indonesia kembali mendukung Palestina. Pada saat itu Indonesia tidak memberikan visa untuk kontingen Israel dengan komitmennya yang sama, yaitu Indonesia menolak mengakui Israel. Termasuk juga Ir. Soekarno pernah menggunakan jalur diplomasi ke negara-negara Asia Afrika dengan menggalang dana untuk Palestina.

Presiden Indonesia yang juga pernah melakukan hal serupa─mengukuhkan Palestina sebagai negara berdaulat─adalah KH. Abdurrahman Wahid, dengan menyelenggarakan lawatan diplomatik ke beberapa negara untuk berkonsolidasi terkait perdamaian Palestin dan Israel. Selama 10 bulan menjabat sebagai presiden, Gus Dur tercatat sudah mengunjungi lebih 30 negara. Pada pertengahan Agustus tahun 2000, Gus Dur bertemu dengan Mantan Perdana Menteri Israel Shimon Peres dan beberapa anggota kabinet Israel. Selain itu, Gus Dur juga terjadwal bertemu dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat untuk dialog lebih jauh terkait inisiasi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Di tengah negosiasi dengan Shimon Peres maupun Yasser Arafat, Gus Dur menawarkan proposal rencana perdamaian dengan melibatkan Indonesia. Tentu, dengan pertimbangan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan mayoritas warganya Muslim. Kenyataan itu, tentu menjadi potensi bagi perwujudan perdamaian Palestina dan Israel.

“Menurut pandangan saya perlu dibedakan antara kedaulatan administratif, yang akan dipegang oleh Israel, dan kedaulatan politik yang akan dijalankan oleh komite tujuh negara.” Demikian pernyataan Gus Dur sebagaimana arsip WSJ (16 Agustus 2000).

Upaya konsistensi dalam perjuangan kemerdekaan Palestina terus dilaksanakan para pemimpin Republik Indonesia hingga Presiden kedelapan saat ini. Terbaru, dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB, Presiden Prabowo Subianto menyatakan:

“Indonesia siap mengirim 20.000 bahkan lebih putra putri terbaik kami untuk menjaga perdamaian di Gaza, di Ukraina, di Sudan, di Libya, atau di mana pun perdamaian perlu ditegakkan dan dijaga. Kami siap. Kami akan memikul bagian dari beban ini, bukan hanya dengan mengirimkan putra-putri kami, tetapi juga dengan kesediaan memberikan kontribusi finansial demi mendukung misi agung Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mewujudkan perdamaian,” tegasnya dengan sesekali sambil menggebrak meja. Tak ayal mengundang decak berbagai khalayak.

Itulah komitmen-komitmen yang dijaga penuh dari Presiden Pertama Indonesia hingga Presiden kita saat ini. Mencontohkan kepada masyarakatnya untuk selalu bersatu dan perhatian dengan kaum sesama Muslim. Karena kita sebagai umat Muslim diperintahkan oleh Allah Subhanu wa Ta’ala untuk selalu bersatu di jalan Allah dan jangan tercerai-berai. Dan kita juga diperintahkan oleh Rasulullah untuk selalu memberi perhatian kepada sesama Muslim.

Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki memberikan cara kita memberi perhatian kepada kaum muslimin. Salah satu cara kita memberi perhatian kepada kaum muslimin yakni dengan cara menemui mereka, berkumpul dengan mereka, mengenal mereka, dan mencari kabar tentang mereka. Walau mungkin tak mampu melakukan sesuatu yang besar nan nyata, setidaknya kita memiliki perasaan yang tulus dan terpautnya hati serta tergeraknya jiwa ketika mendengar keadaan kaum muslimin yang sedang bersedih, kita turut bersedih. Jika itu kabar bahagia, kita pun turut bahagia.

Artinya apabila ada perkara yang melukai mereka, maka ia pun terluka. Jika ada perkara yang melapangkan dada, turut legalah dadanya. Keterpautan hati ini faedahnya begitu agung dan begitu luhur. Inilah yang membuat ikatan kita kuat dan agung. Andai tidak ada kemampuan kita membantu mereka melainkan hanya perasaan-perasaan ini dan rasa saling menguatkan ini tersebar lewat agama kita dan di dalam jiwa kita serta memenuhi hati dengan mencintai saudara mereka dan merasakan luka mereka ikut bahagia atas kebahagiaan mereka maka itu cukup untuk saling memberi perhatian kepada kaum Muslim.

Hal tersebut sudah dilaksanakan oleh pemimpin-pemimpin Indonesia hingga kini. Kalaupun kita tidak bisa berbuat banyak untuk saudara kita di Palestina, setidaknya kita menitipkan doa di setiap shalat yang kita kerjakan, di setiap doa qunut yang kita lantunkan. Semoga dengan ini kita termasuk golongan umat Nabi Muhammad Salallahu alaihi Wassalam karena memberikan sedikit perhatian kepada kaum Muslim di Palestina.

 

Penulis: Muhammad Tis Asuh Sobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya
15 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tabligh Akbar dalam rangkaian Safari Dakwah Buya Yahya di Aceh, Selasa 20 Jumadil Ula 1444 H/13... selengkapnya

Menghadapi Disrupsi Digital Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadits
8 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pertumbuhan dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengharuskan berbagai aspek melakukan penyesuaian, mulai dari regulasi, konten, dan tata... selengkapnya

Teks Khutbah Idulfitri 1447 H
14 Maret 2026

Selamat Idulfitri 1447 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,... selengkapnya

Mari Berkurban Berkah di Al-Bahjah
12 Mei 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah Qurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dikukuhkan untuk dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah Qurban... selengkapnya

Melihat Ujian dan Musibah sebagai Jalan Pulang
14 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kali manusia pandai mengucapkan kata-kata manis kepada Allah. Kita merasa dekat saat membutuhkan pertolongan-Nya, rajin berdoa ketika... selengkapnya

Hukum Berwudhu dalam Keadaan Masih Memakai Kosmetik
5 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan modern, penggunaan kosmetik seperti handbody, pelembap wajah, lipstik, bedak, hingga produk-produk berlabel waterproof sudah menjadi bagian... selengkapnya

Benarkah Menjadikan Pakaian Bekas sebagai Lap Bisa Menyempitkan Rezeki?
20 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebagian masyarakat, terdapat anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas sebagai kain lap dapat menyempitkan rezeki. Di antaranya menyebutnya... selengkapnya

Menjadi Muslimah Modern dengan Syar’i
22 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman terus berubah saban detik. Kini, kita berada pada zaman digital yang memungkinkan setiap orang terhubung hanya dengan... selengkapnya

Keceriaan, Rahasia di Balik Setiap Senyuman
17 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keceriaan memiliki peran penting dalam kehidupan, bahkan di tengah kesulitan. Tampil ceria adalah salah satu bentuk syukur... selengkapnya

Bolehkah Kurban Tapi Belum Aqiqah? Begini Penjelasan Buya Yahya
6 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan menjelang Hari Raya Iduladha yakni mengenai kebolehan orang yang hendak melakukan... selengkapnya

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: