Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Berpeganglah pada Tali yang Kokoh

Berpeganglah pada Tali yang Kokoh

Diposting pada 11 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 123 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika hati lelah, bingung, pikiran penuh, dan langkah terasa goyah, kita berusaha mencari pegangan akan sesuatu yang membuat hati tenang dan hidup terasa aman. Namun, tidak semua pegangan mampu bertahan ketika ujian datang. Sering kali manusia berharap terlalu besar kepada sesama manusia. Padahal, manusia bukan tempat bergantung yang sempurna. Ketika harapan itu tidak sesuai kenyataan, hati pun dipenuhi kekecewaan. Karena itulah, agar hidup tidak terus-menerus dipenuhi luka akibat berharap kepada manusia, kita perlu belajar menggantungkan hati hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَمَنْ يُّسْلِمْ وَجْهَهٗٓ اِلَى اللّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰىۗ وَاِلَى اللّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ ٢٢  ( لقمٰن/31: 22)

“Siapa yang berserah diri kepada Allah dan dia seorang muhsin, maka sungguh dia telah berpegang teguh pada buhul (tali) yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.” (QS. Luqman/31:22)

Ayat ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari harta, manusia, ataupun pujian dunia. Kekuatan sejati lahir dari hati yang berserah diri kepada Allah, tetap berbuat baik, dan yakin bahwa semua urusan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Berserah Diri Bukan Berarti Menyerah

Terkadang, orang mengira tawakal berarti berhenti berusaha dan hanya pasrah menunggu hasil. Padahal, dalam ayat ini Allah menyebut dua hal sekaligus, yaitu menyerahkan diri kepada Allah dan tetap berbuat baik. Artinya, seorang hamba tetap melangkah, tetap berikhtiar, dan terus memperbaiki diri. Namun, hatinya sadar bahwa hasil akhir berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia tidak menggantungkan seluruh harapannya kepada manusia.

Saat berusaha dan berikhtiar, jangan biarkan hati terlalu melekat pada hasil ataupun pada manusia. Biarkan tubuh kita yang bekerja dan berusaha, sedangkan hati tetap bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, ketika hati terlalu bergantung pada dunia, kekecewaan akan mudah datang. Namun ketika hati bergantung kepada Allah, akan selalu ada ketenangan meski jalan yang dilalui tidak mudah. Berserah diri adalah ketika hati berkata: “Ya Allah, aku akan menjalani bagian yang bisa aku lakukan, dan aku percaya Engkau tidak akan meninggalkanku.”

Tali yang Kokoh

Allah menggambarkan iman dan tawakal seperti “buhul tali yang kokoh”. Bayangkan seseorang yang berada di tempat tinggi lalu berpegangan pada tali yang sangat kuat. Ia mungkin masih merasa takut, tetapi ia tidak jatuh karena ada pegangan yang menahannya. Begitulah hidup seorang mukmin. Ujian tetap ada, tangisan tetap ada, ecewa tetap terasa. Namun, ia tidak benar-benar runtuh karena hatinya terikat kepada Allah.

Saat manusia mengecewakan, Allah tetap ada.

Saat dunia berubah, Allah tetap sama.

Saat semua terasa tidak pasti, Allah tetap menjadi tempat paling aman untuk kembali.

Semua Akan Kembali kepada Allah

Penutup ayat di atas mengingatkan bahwa semua urusan akan kembali kepada Allah. Kadang kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana pandangan manusia, bagaimana masa depan nanti, atau bagaimana akhir dari masalah yang sedang dihadapi. Padahal, Allah sudah menenangkan hati kita melalui ayat ini yaitu semua urusan pada akhirnya berada dalam kuasa-Nya.

Tidak ada air mata yang sia-sia.

Tidak ada doa yang tidak didengar.

Tidak ada kesabaran yang luput dari penilaian Allah.

Karena itu, saat hidup terasa berat, mungkin kita tidak selalu membutuhkan jawaban atas semua hal. Kadang kita hanya perlu kembali menggenggam “tali yang kokoh” yaitu iman, tawakal, dan keyakinan bahwa Allah tidak pernah salah mengatur hidup hamba-Nya.

 

Penulis: Rozal Putra

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Berpeganglah pada Tali yang Kokoh

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Secangkir Teh yang Tak Pernah Usai (Cerpen)
29 Juli 2025

PAGI itu, embun masih menggantung malu-malu di ujung daun jambu pekarangan rumah. Cahaya mentari baru saja menyelinap dari balik genting... selengkapnya

Muslimah Wajib Meneladani Sayyidah Fatimmah Az-Zahra, Begini Kisahnya
9 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berawal dari hadits Rasulullah Saw: قال رسول الله عليه وسلم : صنفان من أهل النار لم أرهما... selengkapnya

Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban
16 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan salah... selengkapnya

Menyelami Manhaj sebagai Cahaya Dakwah dan Penebar Hikmah
28 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Manhaj dalam bahasa Arab, berarti jalan atau metode. Dalam konteks Islam merujuk pada metode memahami dan mengamalkan ajaran... selengkapnya

(Cerpen) Cahaya Santri, Warisan Sunan Gunung Jati
13 September 2025

LANGGAR tua itu berdiri di ujung kampung, sederhana dan hampir lapuk dimakan waktu. Namun setiap sore, suara ayat suci selalu... selengkapnya

Mengupas 3 Tujuan Puasa: Elemen Penting dari Esensi Krusial Ibadah Puasa
5 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan mestinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, bukan pula sebagai ajang kumpul buka puasa bersama semata, melainkan... selengkapnya

Benarkah Menjadikan Pakaian Bekas sebagai Lap Bisa Menyempitkan Rezeki?
20 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebagian masyarakat, terdapat anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas sebagai kain lap dapat menyempitkan rezeki. Di antaranya menyebutnya... selengkapnya

Menjaga Pandangan dan Pendengaran: Dua Pintu yang Bisa Merusak Hati
29 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman sekarang, setiap orang dapat mengakses apa pun dengan bebas melalui peranti teknologi. Tidak sedikit pula melalui... selengkapnya

Tanda Allah Cinta kepada Kita
27 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sudah sering mendengar kata cinta. Pengungkapannya pun banyak ditampakkan dalam berbagai bentuk oleh manusia. Ada yang menjelma... selengkapnya

Seruan Kemanusiaan untuk Palestina
21 Oktober 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at  (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya

Berpeganglah pada Tali yang Kokoh

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: