● online
Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat Ramadan, ramai di media sosial unggahan konten yang menggunakan istilah mokel. Mokel adalah bahasa gaul yang berasal dari bahasa Jawa dan sudah akrab bagi pengguna sosial media. Mokel adalah tindakan membatalkan puasa Ramadan secara sengaja dengan makan, minum, dan semacamnya secara diam-diam. Meski diam-diam, mirisnya tidak jarang aksi mokel ini dilakukan secara terang-terangan dengan merasa tidak bersalah. Bahkan menjadi bahan lelucon di sosial media dengan tagline “mokel core”, yakni sekumpulan adegan orang-orang yang tertangkap basah makan dan minum di siang bulan Ramadan.
Fenomena mokel dilakukan seseorang dengan beragam alasan dan motif. Di antaranya seperti: Rendahnya kontrol diri menahan lapar, haus, atau hawa nafsu yang ekstrem di siang hari. Tekanan sosial, merasa terpaksa ikut berpuasa meskipun secara fisik atau mental tidak siap, sehingga memilih mokel. Fisik tidak prima, kondisi tubuh sakit atau lemas namun pelaku enggan mengakuinya sehingga memilih membatalkan puasa secara diam-diam. Faktor lingkungan atau teman, pengaruh ajakan teman atau lingkungan sekitar yang juga tidak berpuasa. Hingga faktor kurangnya pemahaman agama akan syariat, esensi kejujuran, dan niat ibadah.
Puasa memang kewajiban bagi manusia beriman dan puasa telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Seseorang yang menahan lapar dan haus selama seharian berpuasa akan diganjar atau dijanjikan padanya pahala. Orang yang kurang memiliki pemahaman agama dan kepercayaan akan pahala, sering kali mudah mengabaikan syariat puasa ini. Karena pahala sifatnya ghaib atau tidak terlihat, sedangkan melaksanakan puasa dapat mengakibatkan letih, lemas, lesu, dan sebagainya.
Sering kali manusia enggan melakukan sesuatu yang membuat dirinya payah dan tidak ada keuntungan bagi dirinya sendiri. Padahal puasa tidak hanya untuk mendapatkan pahala dan menggugurkan kewajiban semata. Banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh seseorang dengan melaksanakan puasa. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ زَكَرِيَّا، ثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ فُضَيْلٍ الْجَزَرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي دَاوُدَ، ثنا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اغْزُوا تَغْنَمُوا، وَصُومُوا تَصِحُّوا، وَسَافِرُوا تَسْتَغْنُوا
“Musa bin Zakariyya meriwayatkan kepada kami, Ja’far bin Muhammad bin Fudayl al-Jazari meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Sulayman bin Abi Dawud meriwayatkan kepada kami, Zuhayr bin Muhammad meriwayatkan kepada kami, berdasarkan riwayat Suhayl bin Abi Salih, berdasarkan riwayat ayahnya, berdasarkan riwayat Abu Hurayrah, yang berkata: Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Berperanglah niscaya kalian akan mendapatkan harta rampasan, berpuasalah maka kalian akan sehat, dan bersafarlah maka kalian akan kaya.’”
Meskipun banyak ulama dan cendekiawan yang mengkritik hadis ini dari segi sanad termasuk dha’if. Bukan berarti umat Muslim berkesimpulan untuk meninggalkan amalan hadis tersebut tentang puasa karena akan mendatangkan penyakit. Akan tetapi kutipan matan hadis di atas, menurut Syekh Abdullah Siraj al-Din al-Husaini berdasarkan hadis riwayat al-Thabarani termasuk sanad hadis yang tsiqah.
Terlepas dari khilaf sanad hadis yang dha’if atau tsiqah, secara substansial, matan hadis di atas tentang puasa akan mendapatkan kesehatan, dibenarkan dalam ilmu medis. Di antara manfaat puasa untuk kesehatan adalah terbakarnya lemak-lemak yang ada di dalam tubuh. Ketika perut manusia kosong dari aktivitas makan dan minum, organ tubuh yang lain akan merasa lemas. Dari rasa itulah tubuh manusia di-setting secara otomatis untuk mengubah tumpukan kolestrol menjadi suatu energi.
Dari proses pengubahan tumpukan kolestrol menjadi suatu energi itu akan menghasilkan HDL (High Density Lipoprotein). HDL yakni kadar kolestrol baik bagi tubuh yang berfungsi seperti vaccum cleaner untuk menghapus flek-flek yang ada dalam pembuluh darah. Selain itu, selama puasa, peningkatan HDL dapat menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolestrol jahat, sehingga berperan penting dalam membersihkan lemak hasil dari metabolisme karbohidrat dan trigliserid. Peningkatan HDL selama puasa membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, mencegah penyumbatan, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, jantung serta stroke.
Realita yang juga dijumpai dalam dunia medis, sering kali para dokter memerintahkan pasien yang akan dioperasi untuk berpuasa atau mengambil jeda sekitar 6-8 jam untuk tidak makan dan minum. Hal itu wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi serius terutama aspirasi paru, yakni isi lambung masuk ke paru-paru akibat muntah saat dibius yang bisa menyebabkan infeksi atau pneumonia. Di sisi lain, puasa pun dapat menurunkan kadar kolesterol, kadar gula, hipertensi, dan kadar beberapa penyakit lain semakin menurun dan bahkan dapat kembali ke kondisi normal.
Selain mendapat validasi dari pakar medis terkait manfaat puasa, Syekh Abdullah Siraj al-Din pun berpendapat bahwa puasa memberikan kesehatan bagi tubuh dan pelindung dari berbagai penyakit. Hal ini dikarenakan mayoritas penyakit yang menyerang tubuh sejatinya disebabkan oleh penumpukan sisa-sisa makanan atau pola makanan yang salah, dan kondisi perut yang terlalu penuh.
Puasa pun dapat memberikan kesejahteraan intelektual, kejernihan pikiran, meningkatkan daya ingat, serta mengurangi sifat pelupa. Hal ini dikarenakan terlalu banyak makan dapat memperbanyak unsur kelembapan cairan tubuh dan uap-uap yang berlebih dalam otak yang mana hal tersebut memicu rasa malas dan memberatkan kerja daya ingat sehingga seseorang sering lupa.
Maka ketika seorang Muslim memilih untuk mokel makan, minum, merokok dengan sengaja di tempat umum tanpa ada alasan yang dibenarkan secara syarak, ia tidak hanya sedang melanggar kewajiban. Ia pun telah mengabaikan detoksifikasi secara alami bagi tubuh, mengakibatkan rusaknya ritme kerja sel tubuh, karena membiarkan tubuh terus-terusan bekerja mencerna apa yang dikonsumsinya, sehingga ia membiarkan kolestrol jahat menumpuk dalam tubuhnya.
Referensi:
- Habib Muhammad bin Anies Shahab, Miracle of Puasa. Ttp: t.np, 2019.
- Abdullah Siraj al-Din al-Husaini, al-Shiyam: Adabuhu, Mathalibuhu, Fawa`iduhu, Fadha`iluhu. Ttp: Maktabah Dar al-Rahmah, t.th.
Penulis: Nur Kholisah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis
Hari ini, Ahad (22/10) bertepatan dengan perayaan Hari Santri Nasional 2023. Pada momentum berharga ini, kita perlu mengetahui makna dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bagi orang yang belum paham, ketika bepergian mungkin saja beranggapan bahwa shalat normal seperti biasa, tanpa jamak... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Para santri dan asatidz SMAIQu Al-Bahjah mengadakan rihlah ke DN Waterplay pada hari Rabu, 23 Rabiul Akhir 1447... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perayaan maulid Nabi Muhammad saw semarak di mana-mana. Namun, sebenarnya apa tujuan dari perayaan maulid Nabi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mesin cuci merupakan salah satu alat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk membersihkan pakaian.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Agama Islam sering kali disebut agama rahmatan lil alamin, agama untuk keselamatan alam semesta. Tak pelak pula, Baginda... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam fiqih, air kencing adalah najis menurut ijma’ ulama. Penentuan najis dapat dilihat dari tiga tanda menurut jumhur... selengkapnya
Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan shalat Jumat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkan sahabat mendengar aturan yang tak tertulis? Aturan tak tertulis adalah aturan yang menjadi kesepakatan sosial dan... selengkapnya
Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000
Saat ini belum tersedia komentar.