Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Berita Pahit Bunuh Diri: Merangkul para Ibu yang Dilanda Pilu

Berita Pahit Bunuh Diri: Merangkul para Ibu yang Dilanda Pilu

Diposting pada 15 September 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 545 kali / Kategori: ,

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Beberapa hari terakhir ini, berita pilu tentang seorang Ibu yang melakukan bunuh diri bersama anak-anaknya ramai diperbincangkan di masyarakat. Himpitan ekonomi menjadi alasan utamanya. Di negeri mayoritas Muslim yang seharusnya memiliki dorongan keyakinan agama dan spiritual yang kuat terhadap seseorang, ternyata tidak menjadi sebuah jaminan seorang Ibu tidak melakukan perbuatan bunuh diri. Di satu sisi, di dalam Islam dijelaskan posisi penting seorang Ibu sejatinya adalah madrasah utama bagi anak-anaknya. Perannya begitu penting untuk membentuk kepribadian yang tangguh calon pemimpin masa depan. Ia layaknya arsitek peradaban.

Namun tidak dapat menutup mata, menjadi Ibu abad ini tidaklah mudah seperti cerita Cinderella atau kartun fiktif lainnya yang menggambarkan kehidupan bahagia setelah menikah. Faktanya, seorang calon Ibu harus memiliki kekuatan dan berkapasitas tinggi untuk menghadapi peliknya kehidupan yang penuh dengan nuansa materialisme dan permisivisme. Tidak bisa semata menggantungkan kepada suami atau orang lain, karena mereka juga manusia yang lemah dan punya batasan.

Salah satu hal yang dapat memberikan dorongan kekuatan dalam menghadapi itu semua adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, layaknya hamba sejati, kedekatan kepada pencipta-Nya adalah jalan meraih kekuatan. Tidak mudah memang. Namun, keyakinan bahwa Allah sedang siapkan hadiah terbaik atas kesabaran akan menjadikan para Ibu kuat menjalani segala yang telah ditakdirkan.

Sulit jika harus berjuang sendirian. Butuh teman yang bisa merangkul dengan ketulusan dan terutama keimanan serta ketaqwaan. Sulit jika menghadapi masalah runyam sendirian. Butuh saudara yang hadir dengan kasih sayang dan membawa harapan. Oleh karenanya, dalam kitab Al-Adzkar, karya Imam Nawawi, ada nasihat yang menenangkan hati mengenai pentingnya berkawan dengan orang saleh salehah yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ibrahim al-Khawwash rahimahullah berkata:

دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عِنْدَ السَّحَرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَ

“Penawar hati itu ada lima: membaca Al-Qur’an dengan tadabbur (perenungan), kosongnya perut (dengan puasa), qiyamul lail (shalat malam), berdoa di waktu sahar (waktu akhir malam sebelum Subuh), dan duduk bersama orang-orang saleh.”

Islam mengajarkan agar tidak menyendiri dengan hati yang merasa tersakiti. Islam memberikan jalan agar mencari sahabat-sahabat yang diliputi keimanan. Insyaallah dengan begitu akan menjadi kuat dengan kapasitas yang tinggi karena Allah pemilik kekuatan yang tidak terbatas.

Wahai para Ibu, mari kita berkaca pada penduduk Gaza. Alangkah kuatnya mereka digempur dengan keadaan yang tidak manusiawi, sengaja dilaparkan oleh para penjajah. Bukanlah dalam hitungan menit semata, melainkan bulanan bahkan tahunan berada dalam penderitaan. Hantaman rudal dan bombardir peluru tak berhenti menggema di setiap telinga, tak pelak sanak keluarga yang menjadi korban berjatuhan di depan mata. Namun, mereka tetap berdiri teguh dengan keimanan, terus mengajarkan anak-anak mereka arti perjuangan. Tidak ada berita bunuh diri karena kesedihan dan keletihan. Tidakkah kita mengambil pelajaran dari saudar kita di sana itu? Sungguh, penderitaan mereka lebih dahsyat daripada kita. Masyaallah.

Ada sebuah hadits yang menjadikan kita yakin bahwa ada derajat di balik kesabaran melewati cobaan yang pilu:

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ خَالِدٍ السَّلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى

“Diriwayatkan dari Muhammad ibn Khalid As-Salamiy dari bapaknya dari kakeknya yang merupakan salah satu sahabat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam (Radhiyallahu ’Anhu) berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya seorang hamba jika telah ditentukan/ditakdirkan padanya suatu tingkatan (di surga) dia belum bisa meraihnya dengan sebab seluruh amalnya, maka Allah akan timpakan padanya musibah berkaitan dengan dirinya, hartanya atau pada anaknya. Kemudian Allah jadikan dia bisa bersabar atas musibah tersebut sehingga dengan sebab tersebut Allah sampaikan ia pada tingkatan (di surga) yang telah Allah tetapkan untuknya.’” (HR. Abu Daud, no. 2686 dengan sanad yang saleh)

Terkhusus untuk para Ibu yang sabar, kuat, dan menghadapi segalanya dengan tegar, ada surga yang menantikan kedatanganmu sebagai ratunya. Begitulah bisyarah dari Rasulullah. Oleh karenanya, dekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama dengan orang-orang yang saleh salehah. Turutlah bersama dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan ini dilingkupi nuansa keimanan dan ketaqwaan. Insyaallah kesabaran dalam ujian dan perjuangan akan menemui penghujungnya yang penuh kebahagiaan.

 

Penulis: Naila Dhofarina Noor

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Berita Pahit Bunuh Diri: Merangkul para Ibu yang Dilanda Pilu

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Membeli Kendaraan Bodong, Bagaimana Hukumnya?
11 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kendaraan yang yang pajaknya mati (tidak aktif) dan bodong cukup banyak kita temui di... selengkapnya

Peradaban Islam dan Akar Orientalisme
12 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era modern kita melihat kejayaan yang dimiliki Barat hampir mencakup semua sektor kehidupan. Namun, tak banyak yang... selengkapnya

Musabaqoh Kubro LPD AL-Bahjah: Menggali Potensi Diri dari Para Santri
15 Oktober 2021

Musabaqoh Kubro LPD AL-Bahjah: Menggali Potensi Diri dari Para Santri PUSTAKA AL-BAHJAH-SEPUTAR PONDOK-Penutupan Musabaqoh Kubro di Lapangan Formal LPD (Lembaga... selengkapnya

Salah Kaprah Berbuka Puasa dengan yang Manis-Manis
18 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berbuka puasa bukan hanya prosesi melepas dahaga dan haus, tapi juga merupakan salah satu ibadah yang memiliki... selengkapnya

Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
2 Oktober 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perayaan maulid Nabi Muhammad saw semarak di mana-mana. Namun, sebenarnya apa tujuan dari perayaan maulid Nabi... selengkapnya

Hafalkan 5 Rumus Ini Agar Mudah Memahami Darah Haid
5 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Darah haid bisa dikenali dengan mengetahui wawasan umum dan rumus haid. Wawasan umum darah haid sebagaimana sudah... selengkapnya

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban: Jangan Biarkan Berlalu Sia-Sia
13 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan... selengkapnya

Cara Mengoreksi Diri Sendiri ala Imam Al-Ghazali
6 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya

Kunci Kebahagiaan Keluarga dengan Teladan Mulia
5 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di momen hari Iduladha ini mari kita belajar dari kisah keteladanan dari seorang hamba kekasih Allah, Kholilurrohman Nabi... selengkapnya

Banyak Yang Menikah di Bulan Syawal, Adakah Ketentuan Waktu Khusus untuk Menikah?
3 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Syawal adalah bulan yang identik dengan pernikahan. Banyak diantara umat Islam yang melangsungkan pernikahan pada... selengkapnya

Berita Pahit Bunuh Diri: Merangkul para Ibu yang Dilanda Pilu

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: