Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)

Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)

Diposting pada 16 Maret 2021 oleh Dzikri Imaddudin / Dilihat: 4.885 kali

Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan terjerumus kepada perbuatan jahat dan maksiat. Sebagaimana yang terdapat pada QS. AI-‘Ankabut [29]: 45) yang artinya, “Sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.”

Menyikapi firman Allah Swt tersebut, muncul pertanyaan tentang hal yang berkaitan dengan keraguan kepada  seseorang yang shalat. Akan tetapi, shalatnya tersebut tidak bisa mencegahnya dari perbuatan maksiat dan kemungkaran.

Pada Sabtu (06/07/2021) dalam chanels Youtube Al-Bahjah TV. Ada seorang jamaah yang bertanya melalui saluran telepon kepada Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) pertanyannya, “Apabila seorang muslim shalat rajin. Akan tetapi, dalam kehidupannya masih bercampur dengan maksiat dan dosa-dosa. Apakah orang yang semacam ini bisa disebut sebagai orang yang sahalatnya belum benar atau bagaimana Buya?”

Buya pun menjawab, “Jika kita melihat sebuah kasus atau kejadian. Beda jika kejadian itu ada pada orang dan beda jika kejadian itu pada diri kita. Tolong dibedakan! Supaya kita tidak salah dalam menilai atau masuk pada wilayah berprasangka buruk.”

“Komentarnya beda jika ini urusannya dengan orang misalnya ada orang dia rajin sholat, tetapi dia masih selalu melakukan kemaksiatan  ya jangan berprsangka buruk, lalu mengatakan ‘shalat gombal’ ya gak boleh begitu,” imbuh Buya.

Buya menegaskan bahwa, “Kalau pada diri kita beda, baru mengamati shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.”

Buya menyimpulkan, “Kalau ada orang shalat kok masih pekerjaannya haram itu shalatnya yang belum benar. Itu untuk diri jangan nilai orang.”

Sehingga kata Buya, untuk shalat itu bisa khusyuk dan menjauhikan diri dari kemungkaran. Maka, kita harus menyadari bahwa shalat kita belum benar dan  makanan yang kita makan adalah haram. Akhirnya, kita mulai membenahi makanannya, air wudhunya, bajunya, dan tempat shalatnya. Kemudian, bersihlah semua itu dari keharaman semisal riba sehingga Insyha Allah berangkat dari hal tersebut kita akan meninggalkan riba.

Tidak lupa Buya juga mengingatkan bahwa, “Allah takkan salah, karena Allah yang berfirman: ‘innaṣ-ṣalāta tan-hā ‘anil-faḥsyā`i wal-mungkar’. Bagi orang yang bermaksiat, tetapi melaksanakan shalat, lambat laun ia akan berubah karena perlu waktu. Dari Sudut pandang ini kita selayaknya mengambil sisi positifnya jangan mengambil sisi negatifnya. Bahkan, pandanglah dengan kasih sayang dan kita doakan semoga dengan kebaikan yang ia lakukan dia menjadi mudah meninggalkan keharaman dan kemaksiatan.” Wallahualam Bissawab.

Bagikan ke

Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Memang Boleh Sedekah dengan Harta Haram?
29 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya

Keutamaan Puasa Ramadan, Jalan menuju Ampunan dan Meraih Lailatul Qadar
17 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah paling agung dalam Islam. Ia bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi... selengkapnya

Peresmian Gedung Penerbit Pustaka Al-Bahjah
17 Maret 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan sebagai upaya penyebaran ilmu agama Islam, Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah... selengkapnya

Selamatkan Anak dengan Pemanfaatan Gadget yang Cermat
5 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Memiliki seorang ibu merupakan anugerah yang luar biasa sehingga berbakti kepadanya memiliki arti penting bagi seorang anak.... selengkapnya

Keutamaan Menghidupkan Malam Hari Raya
16 Juni 2024

Oleh: Imam Abdullah, B.Sc. MA. Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Imam Nawawi menyebutkan dalam Kitab Al-Adzkar, “Ketahuilah sesungguhnya disunnahkan menghidupkan 2 malam... selengkapnya

Hukum Menyalati Jenazah yang tidak Pernah Shalat? Buya Yahya Menjawab
3 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya

Orang yang Suka Kepo Urusan Orang Lain (Fudhul)
27 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sesekali, kita secara tidak sengaja bisa melihat layar handphone orang lain yang tergeletak atau layar smartphone-nya yang... selengkapnya

Buya Yahya: Santuni Anak Yatim Langsung ke Rumah Mereka
30 Juli 2023

Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah memberikan tausiyah tentang cara yang lebih baik dalam menyantuni anak yatim dan piatu. Menurut Buya... selengkapnya

Seruni: Kejujuran di Tepi Jalan
30 Maret 2024

Aku tak menyangka jika kegemaranku bermain di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku dapat mengantarkanku ke menara gading. Sungguh itu di... selengkapnya

5 Tanda Orang Akan Bahagia di Dunia dan Akhirat
15 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebahagiaan adalah harapan setiap manusia. Akan tetapi, kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari kesenangan dan keberhasilan di dunia,... selengkapnya

Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: