Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Masih Relevan Hukuman Fisik di Pesantren?

Masih Relevan Hukuman Fisik di Pesantren?

Diposting pada 10 Agustus 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 48 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan pemimpin bangsa. Selama ratusan tahun, pesantren dikenal dengan budaya disiplin yang kuat. Di sebagian pesantren, hukuman fisik ringan pernah menjadi salah satu instrumen untuk menegakkan tata tertib. Akan tetapi, ketika dunia memasuki era Generasi Alpha, anak-anak yang lahir sejak 2010 dan tumbuh bersama teknologi digital muncul pertanyaan yang layak direnungkan: masihkah hukuman fisik relevan sebagai metode pendidikan Islam?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak cukup didasarkan pada tradisi semata, tetapi harus berpijak pada tujuan pendidikan Islam (maqāṣid at-tarbiyah), perkembangan ilmu pengetahuan, serta teladan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Islam memandang pendidikan sebagai proses membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang paling baik.” (QS. An-Nahl: 125).

Ayat ini menunjukkan bahwa hikmah dan kelembutan merupakan prinsip utama dalam mendidik. Ketegasan memang diperlukan, tetapi ketegasan tidak identik dengan kekerasan. Seorang pendidik yang bijaksana mampu membedakan antara memberikan konsekuensi yang mendidik dan melampiaskan emosi melalui hukuman fisik. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam juga memberikan teladan yang luar biasa. Dalam hadis riwayat, Aisyah Radhiallau ‘Anha menyatakan bahwa Rasulullah tidak pernah memukul istri maupun pembantunya. Keteladanan beliau menunjukkan bahwa akhlak mulia lebih efektif dalam membentuk karakter daripada kekerasan.

Di sisi lain, pendukung hukuman fisik berpendapat bahwa disiplin tidak mungkin ditegakkan tanpa sanksi yang tegas. Mereka khawatir jika hukuman fisik dihapus, santri menjadi kurang menghormati aturan dan kehilangan rasa tanggung jawab. Kekhawatiran ini dapat dipahami karena disiplin merupakan ruh kehidupan pesantren. Akan tetapi, pada hakikatnya sebuah kedisiplinan tidak dibentuk dari rasa takut terhadap hukuman semata, melainkan kemampuan mengendalikan diri meskipun tidak diawasi oleh guru ataupun senior (orang lain).

Pendidikan yang berhasil bukanlah yang menghasilkan kepatuhan sesaat, melainkan melahirkan kesadaran jangka panjang. Pandangan tersebut didukung berbagai penelitian. Laporan menyebutkan bahwa hukuman fisik meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, perilaku agresif, dan menurunnya kualitas hubungan antara anak dan pendidik. Demikian pula meta-analisis yang dipublikasikan oleh menunjukkan bahwa hukuman fisik tidak terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan disiplin positif dalam membentuk perilaku jangka panjang. Temuan ilmiah tersebut sangat relevan bagi Generasi Alpha. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang menuntut komunikasi dua arah, penjelasan logis, dan hubungan emosional yang sehat.

Karakteristik ini bukan berarti mereka lebih lemah dibanding generasi sebelumnya, melainkan memiliki pola belajar yang berbeda.  Ketika diperlakukan dengan penghargaan dan diberikan alasan yang masuk akal atas suatu aturan, mereka justru lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan. Karena itu, pesantren tidak perlu meninggalkan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang tegas. Yang perlu diperbarui adalah metodenya. Hukuman dapat diganti dengan konsekuensi edukatif seperti tugas pelayanan kepada lingkungan pesantren, pembinaan karakter, refleksi tertulis, tambahan hafalan yang proporsional, pendampingan konselor, maupun sistem penghargaan bagi santri yang menunjukkan perubahan positif. Pendekatan ini tetap menjaga wibawa aturan sekaligus menghormati martabat peserta didik.

Prinsip Islam sendiri menegaskan bahwa mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada memperoleh kemaslahatan yang belum pasti. Jika sebuah metode berpotensi menimbulkan trauma, rasa takut, bahkan kebencian terhadap proses belajar, maka sudah saatnya metode tersebut dievaluasi. Evaluasi bukan berarti menolak tradisi, melainkan menghidupkan semangat tajdid (pembaruan) agar nilai-nilai Islam tetap relevan sepanjang zaman.

Pada akhirnya, yang harus dipertahankan bukanlah hukuman fisiknya, melainkan tujuan pendidikannya. Pesantren akan tetap menjadi benteng peradaban Islam apabila mampu memadukan ketegasan dengan kasih sayang, disiplin dengan penghormatan terhadap martabat manusia, serta tradisi dengan perkembangan ilmu pengetahuan.  Sebab, generasi yang lahir dari rasa hormat akan lebih kokoh daripada generasi yang tumbuh hanya karena rasa takut. Itulah esensi pendidikan Islam yang diwariskan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam membentuk manusia melalui keteladanan, hikmah, dan rahmat bagi seluruh alam.

 

Penulis: Ainun Mubin Misbah N.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Masih Relevan Hukuman Fisik di Pesantren?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ
9 Oktober 2021

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID  NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya

Buya Yahya Menjawab: Bagaimana Menyikapi Adanya Dugaan Kecurangan Hasil Pemilu?
19 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masyarakat Indonesia telah melangsungkan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali yang digelar pada tanggal 14 Februari 2023. Setelah... selengkapnya

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 1444 H
20 April 2023

Sebentar lagi kita akan menyambut hari nan fitri, hari penuh keberkahan dan kebahagiaan. Untuk sampai pada hakikat fitri pada hari... selengkapnya

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”
7 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya

Patungan Kurban Satu Kambing Oleh Satu Kelas Ternyata Bisa Sah, Begini Caranya
6 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon- Patungan kurban adalah gabungan beberapa orang dalam pengumpulan dana untuk membeli hewan kurban. Umumnya fenomena patungan kurban... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Jika Toleransi Sulit Dilakukan, Cukup Jadilah Manusia untuk Mewujudkannya
25 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah sangat masyhur bagi kita, bahwa Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alahi Wassalam adalah manusia teragung dan disebut sebagai... selengkapnya

Buat Apa Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam?
9 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Dzahirnya diciptakan dengan istimewa.... selengkapnya

Menulis Itu Mudah?
17 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering kali mendengar dari sebagian orang bahwa menulis itu mudah. Hanya menggoreskan tinta di atas kertas, mengetikannya... selengkapnya

Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan
27 November 2023

Pustaka Al-Bahjah – Cirebon, Betapa banyak kita temukan titel akademik dimiliki seseorang, tetapi moral mereka tidak mewakili orang-orang berpendidikan. Banyak... selengkapnya

Masih Relevan Hukuman Fisik di Pesantren?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: