Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Setelah Qurban, Lalu Apa?

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Diposting pada 28 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 124 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan qurban. Di balik ibadah itu, tersimpan kisah agung tentang cinta seorang ayah, keteguhan seorang ibu, dan kepatuhan seorang anak kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kisah itu adalah kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan keluarganya. Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan taat kepada Allah. Bahkan, beliau siap mengorbankan apa pun demi menjalankan perintah-Nya. Namun di balik keteguhan itu, ada penantian panjang yang penuh doa. Bertahun-tahun Nabi Ibrahim mendambakan seorang anak, hingga akhirnya Allah menganugerahkan putra bernama Nabi Ismail dari Siti Hajar.

Kelahiran Nabi Ismail menjadi kebahagiaan besar. Namun ujian cinta kepada Allah kembali datang. Atas perintah Allah, Siti Hajar dan bayi Ismail ditempatkan di sebuah lembah tandus yang gersang, tempat yang kemudian dikenal sebagai Makkah. Tidak ada pepohonan, tidak ada sumber kehidupan. Hanya ada keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.

Di tempat itulah, keteguhan Siti Hajar menjadi pelajaran sepanjang masa. Saat mencari air demi putranya, beliau berlari antara bukit Shafa dan Marwah dengan penuh harap. Hingga akhirnya Allah menghadirkan mata air zamzam sebagai bukti bahwa pertolongan Allah selalu datang pada waktu terbaik.

Ketika Nabi Ismail tumbuh menjadi anak yang saleh dan penyejuk hati, datanglah ujian yang lebih besar. Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya sendiri. Betapa berat ujian itu. Anak yang ditunggu bertahun-tahun, anak yang begitu dicintai, kini harus dikorbankan. Namun luar biasanya, Nabi Ibrahim tetap memilih taat kepada Allah. Yang lebih menggetarkan hati adalah jawaban Nabi Ismail. Ia tidak memberontak, tidak marah, dan tidak lari dari takdir Allah. Dengan penuh keikhlasan ia berkata agar ayahnya menjalankan perintah Allah. Bahkan ia meminta agar tangannya diikat dan pakaiannya dijauhkan dari darah agar ibunya tidak bersedih melihatnya.

Di tengah perjalanan menjalankan perintah tersebut, setan datang menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail agar mengurungkan niat mereka. Tetapi keluarga mulia itu tetap teguh dalam keimanan. Dari peristiwa inilah asal mula lempar jumrah dalam ibadah haji. Dan ketika Nabi Ibrahim benar-benar hendak menyembelih putranya, Allah menunjukkan kasih sayang-Nya. Pisau itu tidak melukai Nabi Ismail. Allah menggantinya dengan seekor domba sebagai qurban.

Peristiwa itu bukan hanya tentang penyembelihan, tetapi tentang pembuktian cinta kepada Allah. Bahwa terkadang, Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Makna qurban hari ini pun bukan sekadar menyembelih hewan setahun sekali kemudian berlalu seakan hal tersebut adalah pencapaian akhir. Qurban adalah tentang belajar ikhlas, berbagi kepada sesama, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan mengalahkan ego dalam diri. Sebab tidak semua pengorbanan berbentuk darah dan hewan sembelihan. Ada pengorbanan waktu, tenaga, perasaan, bahkan keinginan pribadi demi kebaikan dan ridha Allah. Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa apa pun yang diserahkan karena Allah tidak akan pernah sia-sia. Yakinlah setelah itu, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

 

Sumber Referensi: Youtube Ummi Fairuz Ar Rahbini

Penulis: Athaya Dinda Haniyah

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Tidak Merasakan Vibes Nya Ramadhan? Jangan-Jangan Karena Ini
2 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, bulan Ramadhan merupakan bulan panen raya hamba-hamba terkasih Allah Swt karena pada bulan ini... selengkapnya

Penjelasan Buya Yahya Tentang Hukum Permainan Capit Boneka
14 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Belakangan ini permainan mesin capit boneka marak sekali di masyarakat, banyak diantaranya yang berbondong-bondong memainkan mesin... selengkapnya

Kasih Sayang kepada Pembantu, Mulia Dengannya
23 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Satu kebaikan yang dilakukan oleh seseorang berarti ia tengah meneladani satu akhlak Nabi. Sebab, kebaikan dengan segala... selengkapnya

Tip Bagi Kamu yang Sering Bosan Saat Membaca Buku
15 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – “Buku adalah jendela dunia.” Ungkapan tersebut sering kali menjadi kata motivasi bagi seseorang agar selalu membaca... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)
15 Oktober 2025

(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya

Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang
5 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita selalu bergegas menyambut rahmat dan ampunan-Nya. Termasuk tatkala kita bertemu dengan... selengkapnya

Coklat, Langit, dan Tauhid (Sebuah Cerpen)
18 Mei 2024

Cahaya matahari masuk ke sela-sela ruang kamarku. Aku menggeliat malas, tubuhku terasa sakit di beberapa bagian. Kejadian semalam seperti mimpi.... selengkapnya

Kontroversi Amalan di Hari ‘Asyura
5 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita dianjurkan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan di sebagian waktu dengan melakukan amalan kebaikan di waktu tersebut.... selengkapnya

Sejatinya Allah Sudah Menentukan Takdir Kita, Haruskah Kita Tetap Berusaha?
22 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua yang terjadi di dunia ini tidak luput dari ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala (qadha) dan implementasinya (qadar).... selengkapnya

4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang
12 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, musibah adalah bagian yang tidak bisa dihindari. Ada kalanya seseorang diuji dengan kehilangan, sakit, kesempitan rezeki,... selengkapnya

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: