● online
4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, musibah adalah bagian yang tidak bisa dihindari. Ada kalanya seseorang diuji dengan kehilangan, sakit, kesempitan rezeki, masalah rumah tangga, atau luka hati yang tidak terlihat oleh orang lain. Namun, setiap manusia memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi ujian tersebut. Menurut Ummi Fairuz Ar Rahbini, ada empat tipe manusia dalam menghadapi musibah. Tingkatan ini menunjukkan bagaimana kondisi hati seseorang saat diuji oleh Allah.
- Tidak Sabar dan Tidak Ridha
Ini adalah tingkatan paling berat. Ketika musibah datang, ia merasa marah, kecewa, mengeluh terus-menerus, bahkan mempertanyakan takdir Allah. Hatinya penuh penolakan terhadap keadaan yang sedang terjadi.
Orang pada tipe seperti ini biasanya mudah menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, bahkan terkadang merasa Allah tidak adil kepadanya. Akibatnya, musibah yang sebenarnya hanya terjadi di luar dirinya menjadi semakin berat karena hatinya juga dipenuhi kegelisahan. Padahal, kemarahan dan penolakan tidak akan mengubah takdir. Justru hal itu membuat hati semakin lelah dan sulit menemukan ketenangan.
- Sabar, tetapi Belum Ridha
Pada tingkatan kedua, ia sudah mampu menahan dirinya, tidak meluapkan emosi secara berlebihan, dan berusaha tetap bertahan menjalani hidup. Namun di dalam hatinya, masih ada rasa berat menerima kenyataan. Ia mungkin berkata, “Aku harus kuat”, tetapi hatinya masih dipenuhi pertanyaan, kesedihan, atau kekecewaan yang belum selesai. Ia tidak memberontak, tetapi juga belum benar-benar lapang menerima takdir Allah.
Tipe seperti ini adalah kondisi yang banyak dialami manusia. Secara lahiriah terlihat sabar, tetapi batinnya masih berjuang menerima ujian tersebut. Meski begitu, ini tetap merupakan langkah yang baik. Sebab belajar sabar adalah proses panjang, dan tidak semua orang langsung mampu ridha dalam sekejap.
- Sabar dan Ridha
Tingkatan berikutnya adalah ia yang tidak hanya mampu bersabar, tetapi juga menerima ketentuan Allah dengan hati yang lapang. Ia memahami bahwa semua yang terjadi tidak pernah lepas dari hikmah Allah. Meski sedih, ia percaya bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk dirinya.
Ridha bukan berarti tidak menangis atau tidak merasa sakit. Ridha adalah ketika hati tidak lagi memprotes takdir. Ada ketenangan dalam menerima bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Orang yang ridha akan lebih mudah bangkit setelah musibah. Hatinya tidak terus terjebak pada pertanyaan, “Kenapa aku?”, melainkan mulai belajar berkata, “Apa hikmah yang Allah ingin ajarkan kepadaku?”
- Sabar, Ridha, dan Selalu Memuji Allah dalam Setiap Keadaan
Ini adalah tingkatan tertinggi. Bukan hanya sabar dan menerima, tetapi juga tetap memuji Allah dalam keadaan sulit. Ia menyadari bahwa nikmat Allah tidak pernah berhenti meskipun sedang diuji. Saat kehilangan satu hal, ia masih mampu melihat banyak karunia lain yang Allah titipkan.
Lisannya tetap dipenuhi syukur. Hatinya tetap yakin bahwa Allah Maha Baik dalam setiap takdir-Nya. Inilah akhlak para hamba pilihan. Mereka tidak hanya kuat menghadapi ujian, tetapi juga semakin dekat kepada Allah melalui ujian tersebut.
Musibah memang tidak mudah. Setiap orang memiliki proses yang berbeda dalam belajar menerima takdir Allah. Tidak perlu memaksa diri harus langsung berada di tingkatan tertinggi. Yang terpenting adalah terus belajar memperbaiki hati sedikit demi sedikit.
Jika hari ini masih sulit ridha, mintalah pertolongan kepada Allah. Jika hari ini masih banyak mengeluh, jangan berhenti belajar sabar. Karena hati yang tenang tidak hadir secara instan, tetapi tumbuh melalui kedekatan kepada Allah dan latihan menerima setiap ketentuan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang mampu bersabar, ridha, dan tetap memuji-Nya dalam setiap keadaan.
Penulis: Athaya Dinda Haniyah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Manusia diberi nikmat oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan waktu yang begitu panjang dalam satu harinya, yakni... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – “Buku adalah jendela dunia.” Ungkapan tersebut sering kali menjadi kata motivasi bagi seseorang agar selalu membaca... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saudaraku sekalian, sebagai orang yang beriman kita telah mengenal rukun Islam dan rukun iman yang telah masyhur.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak manusia mengenal istilah saling menyapa dalam sejarah peradaban, kontak mata atau tatap muka menjadi hal yang bermakna... selengkapnya
“Perempuan tidak perlu menuntut ilmu terlalu tinggi. Kalau ujung-ujungnya hanya mengurusi sumur, dapur, dan kasur.” Anggapan seperti itu harus diluruskan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merenung sebelum bertindak menjadi urgent di tengah-tengah hidup yang serba kompleks. Bahkan orang tua zaman dahulu sering kali... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan. Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seorang yang terampil bermain bola akan senang saat keterampilannya itu diuji. Seorang yang pintar berhitung akan senang saat... selengkapnya
Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebagaimana umat nasrani yang mempunyai penanggalan atau... selengkapnya
Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra/Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H Visi: “Mendahulukan Akhlaq & Mengembangkan Dakwah Rasulallah SAW.”... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMaulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000
Saat ini belum tersedia komentar.