Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » 4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang

4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang

Diposting pada 12 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 119 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, musibah adalah bagian yang tidak bisa dihindari. Ada kalanya seseorang diuji dengan kehilangan, sakit, kesempitan rezeki, masalah rumah tangga, atau luka hati yang tidak terlihat oleh orang lain. Namun, setiap manusia memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi ujian tersebut. Menurut Ummi Fairuz Ar Rahbini, ada empat tipe manusia dalam menghadapi musibah. Tingkatan ini menunjukkan bagaimana kondisi hati seseorang saat diuji oleh Allah.

  1. Tidak Sabar dan Tidak Ridha

Ini adalah tingkatan paling berat. Ketika musibah datang, ia merasa marah, kecewa, mengeluh terus-menerus, bahkan mempertanyakan takdir Allah. Hatinya penuh penolakan terhadap keadaan yang sedang terjadi.

Orang pada tipe seperti ini biasanya mudah menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, bahkan terkadang merasa Allah tidak adil kepadanya. Akibatnya, musibah yang sebenarnya hanya terjadi di luar dirinya menjadi semakin berat karena hatinya juga dipenuhi kegelisahan. Padahal, kemarahan dan penolakan tidak akan mengubah takdir. Justru hal itu membuat hati semakin lelah dan sulit menemukan ketenangan.

  1. Sabar, tetapi Belum Ridha

Pada tingkatan kedua, ia sudah mampu menahan dirinya, tidak meluapkan emosi secara berlebihan, dan berusaha tetap bertahan menjalani hidup. Namun di dalam hatinya, masih ada rasa berat menerima kenyataan. Ia mungkin berkata, “Aku harus kuat”, tetapi hatinya masih dipenuhi pertanyaan, kesedihan, atau kekecewaan yang belum selesai. Ia tidak memberontak, tetapi juga belum benar-benar lapang menerima takdir Allah.

Tipe seperti ini adalah kondisi yang banyak dialami manusia. Secara lahiriah terlihat sabar, tetapi batinnya masih berjuang menerima ujian tersebut. Meski begitu, ini tetap merupakan langkah yang baik. Sebab belajar sabar adalah proses panjang, dan tidak semua orang langsung mampu ridha dalam sekejap.

  1. Sabar dan Ridha

Tingkatan berikutnya adalah ia yang tidak hanya mampu bersabar, tetapi juga menerima ketentuan Allah dengan hati yang lapang. Ia memahami bahwa semua yang terjadi tidak pernah lepas dari hikmah Allah. Meski sedih, ia percaya bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk dirinya.

Ridha bukan berarti tidak menangis atau tidak merasa sakit. Ridha adalah ketika hati tidak lagi memprotes takdir. Ada ketenangan dalam menerima bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Orang yang ridha akan lebih mudah bangkit setelah musibah. Hatinya tidak terus terjebak pada pertanyaan, “Kenapa aku?”, melainkan mulai belajar berkata, “Apa hikmah yang Allah ingin ajarkan kepadaku?”

  1. Sabar, Ridha, dan Selalu Memuji Allah dalam Setiap Keadaan

Ini adalah tingkatan tertinggi. Bukan hanya sabar dan menerima, tetapi juga tetap memuji Allah dalam keadaan sulit. Ia menyadari bahwa nikmat Allah tidak pernah berhenti meskipun sedang diuji. Saat kehilangan satu hal, ia masih mampu melihat banyak karunia lain yang Allah titipkan.

Lisannya tetap dipenuhi syukur. Hatinya tetap yakin bahwa Allah Maha Baik dalam setiap takdir-Nya. Inilah akhlak para hamba pilihan. Mereka tidak hanya kuat menghadapi ujian, tetapi juga semakin dekat kepada Allah melalui ujian tersebut.

Musibah memang tidak mudah. Setiap orang memiliki proses yang berbeda dalam belajar menerima takdir Allah. Tidak perlu memaksa diri harus langsung berada di tingkatan tertinggi. Yang terpenting adalah terus belajar memperbaiki hati sedikit demi sedikit.

Jika hari ini masih sulit ridha, mintalah pertolongan kepada Allah. Jika hari ini masih banyak mengeluh, jangan berhenti belajar sabar. Karena hati yang tenang tidak hadir secara instan, tetapi tumbuh melalui kedekatan kepada Allah dan latihan menerima setiap ketentuan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang mampu bersabar, ridha, dan tetap memuji-Nya dalam setiap keadaan.

 

Penulis: Athaya Dinda Haniyah

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Manajemen Waktu ala Hujjatul Islam Al-Imam Al-Ghazalie
23 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Manusia diberi nikmat oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan waktu yang begitu panjang dalam satu harinya, yakni... selengkapnya

Tip Bagi Kamu yang Sering Bosan Saat Membaca Buku
15 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – “Buku adalah jendela dunia.” Ungkapan tersebut sering kali menjadi kata motivasi bagi seseorang agar selalu membaca... selengkapnya

Mengenal Ilmu Tasawuf; Membersihkan Hati dan Menjernihkan Jiwa Serta Membangun Akhlak dan Adab
17 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saudaraku sekalian, sebagai orang yang beriman kita telah mengenal rukun Islam dan rukun iman yang telah masyhur.... selengkapnya

Saat Kontak Mata Hilang, Makna Pembicaraan Terbuang
6 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak manusia mengenal istilah saling menyapa dalam sejarah peradaban, kontak mata atau tatap muka menjadi hal yang bermakna... selengkapnya

Cara Menjadi Muslimah Mulia dengan Ilmu dan Akhlak
1 Oktober 2024

“Perempuan tidak perlu menuntut ilmu terlalu tinggi. Kalau ujung-ujungnya hanya mengurusi sumur, dapur, dan kasur.” Anggapan seperti itu harus diluruskan.... selengkapnya

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Terakhir dari Dua Tulisan)
23 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merenung sebelum bertindak menjadi urgent di tengah-tengah hidup yang serba kompleks. Bahkan orang tua zaman dahulu sering kali... selengkapnya

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan
13 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan.  Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget,... selengkapnya

Menyambut Datangnya Ujian
27 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seorang yang terampil bermain bola akan senang saat keterampilannya itu diuji. Seorang yang pintar berhitung akan senang saat... selengkapnya

Kisah di Balik Penulisan Kalender Islam yang Tidak Banyak Orang Ketahui
13 Juli 2023

  Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebagaimana umat nasrani yang mempunyai penanggalan atau... selengkapnya

Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra atau Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H
14 November 2021

Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra/Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H Visi: “Mendahulukan Akhlaq & Mengembangkan Dakwah Rasulallah SAW.”... selengkapnya

4 Tipe Manusia Saat Ditimpa Musibah, yang Terakhir Bikin Hati Tenang

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: