● online
Berpeganglah pada Tali yang Kokoh

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika hati lelah, bingung, pikiran penuh, dan langkah terasa goyah, kita berusaha mencari pegangan akan sesuatu yang membuat hati tenang dan hidup terasa aman. Namun, tidak semua pegangan mampu bertahan ketika ujian datang. Sering kali manusia berharap terlalu besar kepada sesama manusia. Padahal, manusia bukan tempat bergantung yang sempurna. Ketika harapan itu tidak sesuai kenyataan, hati pun dipenuhi kekecewaan. Karena itulah, agar hidup tidak terus-menerus dipenuhi luka akibat berharap kepada manusia, kita perlu belajar menggantungkan hati hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
وَمَنْ يُّسْلِمْ وَجْهَهٗٓ اِلَى اللّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰىۗ وَاِلَى اللّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ ٢٢ ( لقمٰن/31: 22)
“Siapa yang berserah diri kepada Allah dan dia seorang muhsin, maka sungguh dia telah berpegang teguh pada buhul (tali) yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.” (QS. Luqman/31:22)
Ayat ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari harta, manusia, ataupun pujian dunia. Kekuatan sejati lahir dari hati yang berserah diri kepada Allah, tetap berbuat baik, dan yakin bahwa semua urusan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Berserah Diri Bukan Berarti Menyerah
Terkadang, orang mengira tawakal berarti berhenti berusaha dan hanya pasrah menunggu hasil. Padahal, dalam ayat ini Allah menyebut dua hal sekaligus, yaitu menyerahkan diri kepada Allah dan tetap berbuat baik. Artinya, seorang hamba tetap melangkah, tetap berikhtiar, dan terus memperbaiki diri. Namun, hatinya sadar bahwa hasil akhir berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia tidak menggantungkan seluruh harapannya kepada manusia.
Saat berusaha dan berikhtiar, jangan biarkan hati terlalu melekat pada hasil ataupun pada manusia. Biarkan tubuh kita yang bekerja dan berusaha, sedangkan hati tetap bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, ketika hati terlalu bergantung pada dunia, kekecewaan akan mudah datang. Namun ketika hati bergantung kepada Allah, akan selalu ada ketenangan meski jalan yang dilalui tidak mudah. Berserah diri adalah ketika hati berkata: “Ya Allah, aku akan menjalani bagian yang bisa aku lakukan, dan aku percaya Engkau tidak akan meninggalkanku.”
Tali yang Kokoh
Allah menggambarkan iman dan tawakal seperti “buhul tali yang kokoh”. Bayangkan seseorang yang berada di tempat tinggi lalu berpegangan pada tali yang sangat kuat. Ia mungkin masih merasa takut, tetapi ia tidak jatuh karena ada pegangan yang menahannya. Begitulah hidup seorang mukmin. Ujian tetap ada, tangisan tetap ada, ecewa tetap terasa. Namun, ia tidak benar-benar runtuh karena hatinya terikat kepada Allah.
Saat manusia mengecewakan, Allah tetap ada.
Saat dunia berubah, Allah tetap sama.
Saat semua terasa tidak pasti, Allah tetap menjadi tempat paling aman untuk kembali.
Semua Akan Kembali kepada Allah
Penutup ayat di atas mengingatkan bahwa semua urusan akan kembali kepada Allah. Kadang kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana pandangan manusia, bagaimana masa depan nanti, atau bagaimana akhir dari masalah yang sedang dihadapi. Padahal, Allah sudah menenangkan hati kita melalui ayat ini yaitu semua urusan pada akhirnya berada dalam kuasa-Nya.
Tidak ada air mata yang sia-sia.
Tidak ada doa yang tidak didengar.
Tidak ada kesabaran yang luput dari penilaian Allah.
Karena itu, saat hidup terasa berat, mungkin kita tidak selalu membutuhkan jawaban atas semua hal. Kadang kita hanya perlu kembali menggenggam “tali yang kokoh” yaitu iman, tawakal, dan keyakinan bahwa Allah tidak pernah salah mengatur hidup hamba-Nya.
Penulis: Rozal Putra
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Berpeganglah pada Tali yang Kokoh
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak orang-orang muslim berbondong-bondong pergi ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malaikat-malaikat yang sudah masyhur diketahui ada banyak. Kita sudah tidak asing lagi dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua orang bisa mengajak orang lain kepada kebaikan dengan apa pun yang mereka miliki. Karena itu, setiap orang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia berhak untuk berbicara tentang apa pun kepada siapa pun, selagi yang dibicarakannya adalah pembicaraan yang baik... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan, tidak ada manusia yang tidak mendapatkan musibah atau ujian. Baik musibah yang besar maupun kecil.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Tidak jarang kita tergelincir dalam kesalahan yang mungkin... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengutip kisah Nabi Muhammad Saw ketika berdakwah di kota Thaif, kala itu beliau memulainya dengan datang ke... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDi antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500CATATAN PENTING ‼️ Open PO 1-15 Agustus 2026 Pengiriman bertahap 1-5 September 2026 Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Zahro Yahya J…. selengkapnya
Rp 59.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600
Saat ini belum tersedia komentar.