● online
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA
- النجاح في تكملة المفتاح
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan
- المعين المبين في تعلم العرب
- FIQIH SHOLAT KARYA BUYA YAHYA
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita
Amalan Penghapus Dosa

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan kurang nyaman ketika menjalankan hari-hari. Seperti pekerjaan yang seakan tidak kunjung beres, rezeki sulit, sakit yang tak kunjung sembuh, hubungan dengan saudara memburuk, teman semakin jauh, atau lainnya. Hati terasa gundah dan pikiran semakin berat karena berbagai permasalahan dari segala arah.
Barangkali hal seperti itu adalah ara Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sinyal kepada hamba-Nya yang sudah semakin jauh dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bisa jadi selama ini kita sudah banyak melewatkan hari, tatapi terlalu sibuk dengan urusan dunia, sehingga urusan akhiratnya dinomorakhirkan atau bahkan terlupakan. Pagi sudah dihadapkan dengan pekerjaan, pulang kerja sore jalanan macet dan badan sudah capek, malam kadang masih harus terjaga untuk keluarga. Padahal setiap hari itu sudah sepatutnya aktivitas kita diimbangi dengan tujuan akhirat. Seperti bekerja untuk ibadah atau bekerja adalah jeda untuk menunggu waktu shalat. Ketika dipanggil dalam seruan “Hayya alal falah” kita akan bergegas untuk segera menuju kemenangan. Meninggalkan sejenak urusan dunia, untuk mendekat kepada Tuhan yang Maha Kaya, Maha segalanya.
Merenunglah, apa yang telah membuat kita semakin jauh dari-Nya? Adakah dosa yang pernah kita lakukan, tetapi tidak sadar kita telah melakukannya? Ketahuilah, dosa itu akan membuat hati terkotori dan menjadikan semangat ibadah menurun. Bahkan menjadi penghalang terkabulnya doa. Allah Subhanahu wa Ta’ala senang dengan hamba-Nya yang senantiasa bertobat dan tidak berputus asa dengan rahmat-Nya.
Tobat adalah sebuah bentuk penyesalan diri atas perbuatan dosa yang telah dilakukan dengan memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Yahya bin Muadz berkata:
Yang menghalangi tobat seseorang adalah panjang angan-angan, dan tanda-tanda orang yang bertobat adalah mencucurkan air mata penyesalan, senang menyendiri, serta introspeksi diri dalam setiap keinginannya.
Berikut beberapa amalan penghapus dosa yang dapat dilakukan agar diterima tobatnya oleh Allah Yahya bin Muadz.
- Istighfar
Istighfar adalah amalan yang banyak dibaca oleh para ulama dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad Salallahu ‘Aalaihi Wasallam. Pada hakikatnya manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan lupa, maka perlu senantiasa untuk bertobat dan memohon ampun setiap harinya dengan penyesalan diri dan tidak mengulanginya kembali. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfiman dalam surat An-Nisa’ ayat 106:
وَٱسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
“Dan mohonlah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’:106)
Dalam kitab Risalatul Muawanah, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menyebutkan bahwa Rasulullah Salallahu ‘Aalaihi Wasallam selalu bertobat dan membaca istighfar sebanyak 70 kali (dalam riwayat lain sebanyak 100 kali) dalam sehari. Nabi Muhammad yang maksum (terjaga dari dosa) tetap memohon pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan kita seakan merasa baik-baik saja di tengah zaman yang banyak kedzaliman, maksiat dengan terang-terangan tanpa ada rasa malu, fitnah yang cepat tersebar dan segala musibah yang datang. Kita perlu kembali ke jalan Allah, merenungi segala perbuatan kita, menyesali kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.
Imam Muhyiddin Abu Zakariya an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata, “Seandainya seseorang berbuat dosa seratus kali ataupun lebih, dan setiap kali berdosa ia bertobat dan menyesali, maka Allah akan menerima tobatnya dan dosa-dosanya berguguran.”
- Bersedekah
Allah berfirman:
إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَـٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah:271).
Dalam ayat tersebut menerangkan bahwa sedekah dapat menghapus dosa atau kesalahan yang telah dilakukan asalkan dengan niat yang benar. Baik itu sedekah dalam keadaan lapang maupun sempit. Sedekah yang dilakukan dengan niat untuk mencari ridha dan pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan untuk mencari validasi orang lain agar terlihat baik di mata manusia. Rasulullah Salallahu ‘Aalaihi Wasallam juga bersabda:
الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطَايَا كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ
“Sedekah itu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)
Dosa diibaratkan seperti api yang dapat membakar apa saja. Dan sedekah bagaikan air yang mematikan api. Manusia yang dipenuhi dengan dosa atau kesalahan yang terus menumpuk akan menjadikan dirinya keras, api yang membakar ke mana saja hingga menjadi hitam dan sukar menerima nasihat.
- Memaafkan orang lain dan berlapang dada
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai orang-orang yang mau memaafkan orang lain yang berlaku jahat terhadapnya. Dia yang tidak mendendam walaupun mampu melakukannya, menahan diri dari amarahnya, dan berlapang dada dengan ikhlas atas perlakuan buruk orang lain terhadapnya, terlebih mendoakan kebaikan orang yang menyakitinya dengan kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ۞
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ ۞
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imron: 133-134).
Sungguh balasan Allah itu lebih indah, apabila kita memohon ampunan-Nya dan bertakwa dengan sebaik-baiknya, maka Allah telah menyiapkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
- Berwudhu dan melaksanakan shalat
Perbuatan sekecil apa pun itu kita tidak boleh meremehkannya. Karena bisa jadi hal biasa tersebut nampak mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala di antara amal yang kita lakukan, mana yang Allah terima dan ridhai. Salah satu amalan baik yaitu berwudhu dan melaksanakan shalat sunnah selepas wudhu. Yang setiap orang seharusnya mampu melakukannya tanpa susah mengeluarkan biaya, air banyak tersedia, tempat ibadah masih nyaman. Namun sedikit yang tergerak untuk melaksanakannya.
Mengutip dari kitab Tuhfatut Tullab oleh Syekh Zakariya Al-Shari, Nabi Muhammad Salallahu ‘Aalaihi Wasallam bersabda,
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُحَدِّثْ فِيهِمَا نَفْسَهُ غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa saja yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya dan shalat dua rakaat dengan tidak berbicara kepada dirinya sendiri (dengan urusan duniawi) dalam dua rakaat tersebut, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”
Sempurnakan wudhu dan laksanakan shalat. Dianjurkan shalat sunnah wudhu selepas selesai wudhu dengan tujuan apa pun, baik setelah berhadats maupun tidak. Bahkan untuk seseorang yang ingin meredam amarahnya, dia pun dianjurkan untuk berwudhu. Termasuk wudhu yang diperbaharui walaupun masih dalam kondisi suci (mujaddad). Demikian di antara amalan-amalan yang dapat melebur dosa atau kesalahan agar selalu ingat Allah dan bersegera bertobat untuk tidak mengulangi kembali diiringi dengan penyesalan diri. Semoga kita semua dijadikan hamba Allah yang taat dan diberkahi setiap langkah hidup kita.
Penulis: Halimatussa’diyah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Amalan Penghapus Dosa
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati memiliki dua pintu utama, yaitu mata dan telinga. Segala informasi yang diterima hati melalui mata dan telinga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salaf merupakan istilah yang merujuk pada zaman terdahulu, yakni zaman yang telah mendahului kita. Salaf juga bukan manhaj... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap Muslim pasti mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan salah satu upaya untuk mendapatkannya adalah dengan berbuat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pemilu menjadi ajang pesta demokrasi sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara. Agar pemilu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setidaknya di akhir pekan bulan ini orang-orang mulai melaksanakan aktivitasnya kembali. Suasana dan euforia pascaliburan membekaskan kesan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sulit khusyu dalam shalat merupakan salah satu masalah yang seringkali dialami oleh setiap muslim. Meski shalat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah telah memasuki H-2, berbagai persiapan terus dikebut demi menyambut dan memuliakan... selengkapnya
AB Voice: Dakwah Melalui Musik PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI- Alhamdulillah Pustaka Al-Bahjah, Rabu (29-09-2021) kedatangan tamu yang sangat spesial. Beliau adalah Kang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000
Saat ini belum tersedia komentar.