● online
Agar Mudik Bernilai Pahala dan Penuh dengan Keberkahan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mudik telah menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan masyarakat di Indonesia. Tak hanya bagi umat Islam, sering kali non-Muslim pun ikut melaksanakannya juga. Di akhir Ramadan biasanya pemerintah menentukan Hari Libur Nasional agar warganya yang merantau dapat “pulang kampung” dan mengunjungi orang tua, sanak saudara, kerabat, serta teman di kampung halaman dalam momen Idulfitri. Adapun jangka waktu liburan ini biasanya berkisar 1 pekan atau lebih sebelum akhirnya kembali kepada rutinitasnya. Lantas apa makna mendalam dalam tradisi ini? Apa saja yang perlu dilakukan agar tradisi ini menjadi penuh keberkahan dan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Momen yang Tepat untuk Bersilaturahmi
Pada kesempatan ini Buya Yahya, memberikan pandangannya terkait tradisi mudik. Menurutnya, silaturahmi bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu hari raya. Akan tetapi, ini adalah satu momen yang sangat tepat dalam hal ini. Bahkan para ulama menghubungkan antara hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesamanya. Menjaga hubungan baik di antara keduanya. Jika salah satu saja tidak dilaksanakan maka kita tidak bisa dianggap sebagai orang baik.
“Saat Ramadan, seorang Muslim sibuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan berbagai perintah yang dianjurkan. Menjalin hubungan baik dengan Allah. Separuh perjalanan sudah tuntas. Tinggal menuntaskan separuh perjalanan lagi yaitu menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Saat hari raya, setiap orang saling bermaaf-maafan. Itu momen. Semua orang melakukan itu, dan itu indah.” ujarnya.
Rambu-Rambu dalam Mudik
Buya Yahya melanjutkan, dalam rangka menjalin hubungan baik dengan manusia jangan sampai melanggar Allah Subhanahu wa Ta’ala. Misalnya, saat jadwal kunjungan ke sanak saudara yang begitu padat membuat kita meninggalkan shalat yang menjadi kewajiban.
“Mudik adalah dalam rangka silaturahmi, menyambung silaturahim, dan ini adalah hal baik dengan catatan jangan ada pelanggaran-pelanggaran syariat di saat kita mengadakan mudik,” tambahnya.
Imbauan untuk Senantiasa Menghidupkan Hati
Mudik biasanya dilakukan menjelang hari raya. Artinya pemudik ini melakukan perjalanan pada hari-hari istimewa tatkala para kekasih Allah berada di masjid untuk melakukan I’tikaf dan ibadah lainnya. Dalam hal ini Buya Yahya mengimbau, sebagai pemudik yang cerdas, jadikan perjalanan Anda seperti i’tikaf di dalam masjid. Buatlah sebuah rencana tentang bagaimana perjalanan Anda bernilai pahala di hadapan Allah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan melakukan amalan lainnya. Selain itu, saat perjalanan bisa melaksanakan shalat di atas kendaraan meskipun saat mengendarai.
“Dalam sebuah hadits, Nabi (Muhammad) pernah melaksanakan shalat sambil menunggangi seekor unta,” pungkasnya.
Jangan Tinggalkan Shalat Fardu saat Mudik
Di akhir pembahasan, Buya Yahya mengingatkan kepada para pemudik agar tidak meninggalkan shalat fardu. Saat arus mudik, banyak orang meninggalkan shalat fardu. Dalam konteks ini, Buya Yahya menjelaskan bahwa saat mudik tiba, dirinya beserta keluarga besar Al-Bahjah senantiasa mengamalkan Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet dengan tujuan agar orang tidak meninggalkan shalat fardu meski dalam keadaan di perjalaan di dalam kendaraan.
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa shalat fardu bisa dilakukan di tanah lapang apabila kondisi masjid-masjid yang ada di jalan penuh sesak oleh para pemudik sehingga tidak memungkinkan melaksanakan shalat. Tidak hanya itu, Buya Yahya menjelaskan tentang tata cara wudhu dengan segelas air dan tata cara beristinja dengan menggunakan tisu. Terakhir, Buya Yahya juga perpesan agar para pemudik bisa mempelajari tata cara shalat jamak dan qoshor.
Sumber: Al-Bahjah TV
Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Agar Mudik Bernilai Pahala dan Penuh dengan Keberkahan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an adalah salah satu ibadah yang bisa dilakukan kapan pun oleh kaum muslimin. Selain mendapatkan pahala, membaca... selengkapnya
Masalah dalam Bersedekah Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Sedekah, satu kata yang... selengkapnya
Pelaksanaan hari raya Idulfitri di Indonesia identik dengan halal bihalal bersama keluarga besar, tetangga dan orang-orang yang dihormati di lingkungan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Fenomena stres dan depresi bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia. Namun pada zaman modern dengan tekanan hidup yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merenung sebelum bertindak menjadi urgent di tengah-tengah hidup yang serba kompleks. Bahkan orang tua zaman dahulu sering kali... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di Bulan Suci Ramadan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang paling mulia di muka bumi karena kesempurnaannya melebihi makhluk... selengkapnya
Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000
Saat ini belum tersedia komentar.