Beranda » Blog » Agar Mudik Bernilai Pahala dan Penuh dengan Keberkahan

Agar Mudik Bernilai Pahala dan Penuh dengan Keberkahan

Diposting pada 19 Maret 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 167 kali / Kategori: ,

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mudik telah menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan masyarakat di Indonesia. Tak hanya bagi umat Islam, sering kali non-Muslim pun ikut melaksanakannya juga. Di akhir Ramadan biasanya pemerintah menentukan Hari Libur Nasional agar warganya yang merantau dapat “pulang kampung” dan mengunjungi orang tua, sanak saudara, kerabat, serta teman di kampung halaman dalam momen Idulfitri.  Adapun jangka waktu liburan ini biasanya berkisar 1 pekan atau lebih sebelum akhirnya kembali kepada rutinitasnya. Lantas apa makna mendalam dalam tradisi ini? Apa saja yang perlu dilakukan agar tradisi ini menjadi penuh keberkahan dan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Momen yang Tepat untuk Bersilaturahmi

Pada kesempatan ini Buya Yahya, memberikan pandangannya terkait tradisi mudik. Menurutnya, silaturahmi bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu hari raya. Akan tetapi, ini adalah satu momen yang sangat tepat dalam hal ini. Bahkan para ulama menghubungkan antara hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesamanya. Menjaga hubungan baik di antara keduanya. Jika salah satu saja tidak dilaksanakan maka kita tidak bisa dianggap sebagai orang baik.

“Saat Ramadan, seorang Muslim sibuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan berbagai perintah yang dianjurkan. Menjalin hubungan baik dengan Allah. Separuh perjalanan sudah tuntas. Tinggal menuntaskan separuh perjalanan lagi yaitu menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Saat hari raya, setiap orang saling bermaaf-maafan. Itu momen. Semua orang melakukan itu, dan itu indah.” ujarnya.

Rambu-Rambu dalam Mudik

Buya Yahya melanjutkan, dalam rangka menjalin hubungan baik dengan manusia jangan sampai melanggar Allah Subhanahu wa Ta’ala. Misalnya, saat jadwal kunjungan ke sanak saudara yang begitu padat membuat kita meninggalkan shalat yang menjadi kewajiban.

“Mudik adalah dalam rangka silaturahmi, menyambung silaturahim, dan ini adalah hal baik dengan catatan jangan ada pelanggaran-pelanggaran syariat di saat kita mengadakan mudik,” tambahnya.

Imbauan untuk Senantiasa Menghidupkan Hati

Mudik biasanya dilakukan menjelang hari raya. Artinya pemudik ini melakukan perjalanan pada hari-hari istimewa tatkala para kekasih Allah berada di masjid untuk melakukan I’tikaf dan ibadah lainnya. Dalam hal ini Buya Yahya mengimbau, sebagai pemudik yang cerdas, jadikan perjalanan Anda seperti i’tikaf di dalam masjid. Buatlah sebuah rencana tentang bagaimana perjalanan Anda bernilai pahala di hadapan Allah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan melakukan amalan lainnya. Selain itu, saat perjalanan bisa melaksanakan shalat di atas kendaraan meskipun saat mengendarai.

“Dalam sebuah hadits, Nabi (Muhammad) pernah melaksanakan shalat sambil menunggangi seekor unta,” pungkasnya.

Jangan Tinggalkan Shalat Fardu saat Mudik

Di akhir pembahasan, Buya Yahya mengingatkan kepada para pemudik agar tidak meninggalkan shalat fardu. Saat arus mudik, banyak orang meninggalkan shalat fardu. Dalam konteks ini, Buya Yahya menjelaskan bahwa saat mudik tiba, dirinya beserta keluarga besar Al-Bahjah senantiasa mengamalkan Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet dengan tujuan agar orang tidak meninggalkan shalat fardu meski dalam keadaan di perjalaan di dalam kendaraan.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa shalat fardu bisa dilakukan di tanah lapang apabila kondisi masjid-masjid yang ada di jalan penuh sesak oleh para pemudik sehingga tidak memungkinkan melaksanakan shalat. Tidak hanya itu, Buya Yahya menjelaskan tentang tata cara wudhu dengan segelas air dan tata cara beristinja dengan menggunakan tisu. Terakhir, Buya Yahya juga perpesan agar para pemudik bisa mempelajari tata cara shalat jamak dan qoshor.

 

Sumber: Al-Bahjah TV

Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Agar Mudik Bernilai Pahala dan Penuh dengan Keberkahan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!
21 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bagi orang yang belum paham, ketika bepergian mungkin saja beranggapan bahwa shalat normal seperti biasa, tanpa jamak... selengkapnya

Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia
18 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebencian adalah ketidaksenangan terhadap sesuatu yang bersemayam di hati. Kebencian yang menetap terlalu lama dalam hati seseorang akan... selengkapnya

Nabi Berbangga Terhadap Ummatnya: Pesan Buya Yahya untuk Para Pencinta Nabi
14 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Para pencinta Rasul terus menunjukkan semangat besar mereka dalam mencintai Nabi tercinta. Semangat mencintai Nabi Saw... selengkapnya

Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya
28 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salaf merupakan istilah yang merujuk pada zaman terdahulu, yakni zaman yang telah mendahului kita. Salaf juga bukan manhaj... selengkapnya

Tetangga Non-Muslim Meninggal Dunia, Apakah Boleh Merawat dan Mendoakan?
31 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dalam kehidupan bertetangga dengan non-muslim, tentu kita tidak dapat tenghindar dari hal-hal yang berhubungan dengan kepedulian... selengkapnya

Haramkah Menulis dan Membaca Cerita Fiksi?
17 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cerita fiksi merupakan salah satu jenis karya sastra yang tulis oleh manusia dengan tujuan tidak hanya untuk... selengkapnya

Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren, Rubath Nurul Musthofa Sambangi LPD-Al-Bahjah
10 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Rubath Nurul Musthofa menyambangi Pondok Pesantren Al-Bahjah pada Kamis 19 Dzulhijjah 1444 H atau bertepatan dengan... selengkapnya

Hukum Sedekah Tapi Punya Utang yang Sudah Jatuh Tempo
6 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang memiliki utang, baik kepada individu maupun lembaga. Latar belakang... selengkapnya

Doa Tak Kunjung Terkabul, Harus Bagaimana?
30 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebelumnya, kita telah membahas kisah Nabi Zakariya dan bagaimana rumus agar doa terkabul, jika Anda belum... selengkapnya

Bala Tentara Allah Datang di Saat yang Tepat (Cerpen)
4 Agustus 2024

Sang surya mulai menampakkan sinarnya pertanda hari mulai merangkak siang. Teguh duduk termangu di teras rumahnya. Matanya mendelik ke arah... selengkapnya

Agar Mudik Bernilai Pahala dan Penuh dengan Keberkahan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: