Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jalan Terjal Muslimah Zaman Now

Jalan Terjal Muslimah Zaman Now

Diposting pada 25 November 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 215 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua kalangan dapat merasakan dampak dari perkembangan zaman, tak terkecuali Muslimah. Tantangan Muslimah dalam menjalankan syariat di era modern ini, dianggap lebih terjal, termasuk tantangan untuk menjaga diri dari perkembangan media sosial. Di satu sisi media sosial dapat menjadi ladang pahal, tetapi paradoksnya, media sosial juga dapat memudahkan seorang Muslimah melakukan kemaksiatan. Banyak style fashion, konten tutorial make up, tutorial hijab, dan dunia kemuslimahan tetapi tidak sesuai dengan syariat Islam. Muslimah yang tidak tahan dengan godaan-godaan itu, akhirnya ikut terbuai mengikuti tren-tren itu. Oleh karena itu, sudah sangat urgent Muslimah era ini meninjau kembali aktivitasnya di media sosial. Menjadi pionir tren Muslimah yang sesuai syariat.

Menormalisasi tren-tren Muslimah yang tidak sesuai syariat bukanlah perkara remeh. Semua pihak harus bahu-membahu dalam memberikan pemahaman yang sesuai syariat. Tidak hanya kewajiban sesama Muslimah, tetapi semua orang dan terutama orang-orang yang memiliki ilmu dan memahami hal tersebut. Semua pihak harus terlibat dengan mudah mengingatkan dan mudah diingatkan.

Selain itu, seorang Muslimah adalah Al-Ummu Madrasatul Ula, yakni madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka dari itu kita Muslimah harus saling menjaga diri agar tidak terbawa arus tren media sosial yang melanggar syariat Islam. Sebab jika tidak dibenahi, hal tersebut akan merusak akhlak (Ghazwul Fikr) dan dapat menghilangkan jati diri seorang Muslimah. Tidak hanya memupuskan identitas seorang Muslimah, Ghazwul Fikr juga dapat diartikan sebagai pemisahan umat Islam dari syariatnya. Hal ini diindikasikan dengan menjauhnya umat Islam dari nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri. Oleh karena itu, identitas Muslimah sejati adalah Muslimah yang tetap berpegang kepada syariat.

Hasrat Popularitas

Media sosial telah menjadi medan popularitas bagi penggunanya. Namun segala yang ditampilkan di media sosial memerlukan validasi untuk mengukurnya. Sebab dunia maya memiliki jarak dan perbedaan yang jauh dengan dunia nyata. Termasuk dalam menetapkan standar kecantikan, media sosial sering kali bersifat subjektif sekaligus tidak realistis. Akan tetapi, ironisnya tidak jarang pula para Muslimah merasa minder saat melihat postingan wanita lain yang terlihat cantik, glowing, anggun, dan menawan. Padahal dalam beberapa kejadian, kenyataannya tidaklah demikian. Meskipun demikian, banyak dari Muslimah akhirnya terpancing dan secara sadar ingin tampil seperti apa yang dilihatnya di media sosial. Hal tersebut demi memuaskan rasa keikutsertaan agar menjadi seperti yang dilihatnya. Baik dari segi kecantikannya, fashion, style, dan lain-lainnya.

Perasaan terpantik itu akhirnya terus tumbuh dan tidak cukup hanya melihat satu konten dari satu orang saja. Demi memuaskan rasa keinginannya agar sama menjadi popularitas, akhirnya ia memfollow akun-akun kecantikan yang lainnya. Padahal, seharusnya media sosial menjadi ladang mencari ilmu dengan memfollow akun-akun yang memberikan ilmu pengetahuan, maupun berbagi ilmu dakwah. Seharusnya kita bertanya, “Luar biasa sekali wanita itu bisa berdakwah di media sosial tanpa menampakkan wajahnya.” Bukan malah, “Bagaimana caranya agar aku terlihat cantik dan mendapat followers yang banyak di media sosial seperti yang ia dapatkan.”

Niatkan media sosial dan banyaknya followers untuk berdakwah agar ilmu yang diberikan menyebar luas. Bukan mencari followers hanya untuk kesenangan duniawi. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam QS. Al-Ankabut: 64:

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan permainan dan senda gurau. Dan sesungguhnya kampung akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui”.

Maka dari itu penggunaan media sosial yang bijak harus diterapkan mulai dari sekarang.

Benteng-Benteng Muslimah

Menilik tantangan yang semakin terjal itu, seorang Muslimah harusnya semakin memperkuat pondasi ilmu agama. Caranya adalah dengan mendatangi kajian-kajian, majelis ilmu, membaca buku islami, dan lain-lain. Dari pondasi agama yang kuat, kedekatan dengan Allah akan semakin terjaga. Tidak meninggalkan ibadah wajib seperti shalat, rajin membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan melakukan ibadah sunnah lainnya.

Selain itu, jika kita ingin melakukan kebaikan, kita harus berada di lingkungan yang baik.  Jika lingkungan baik itu tidak ada, kita harus menciptakannya dimulai dari diri kita sendiri dan keluarga. Memulainya dengan memilih teman yang baik yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah dan memiliki visi yang sama menuju kebaikan. Melalui lingkungan yang baik ini, minimal kita akan terjaga dan saling menjaga dari keburukan.

Marilah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jika kita memiliki kurikulum dan programnya telah disiapkan sedemikian rupa, niat diperbaiki, insyaallah dengan keistiqamahan kita akan terjaga dari maksiat. Dengan begitu Muslimah akan terjaga dan tidak akan terpengaruh dalam setiap perkembangan zaman.

 

Penulis: Adinda Putri Rizki Prahadianti

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

Bagikan ke

Jalan Terjal Muslimah Zaman Now

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Cara Muslim Hadapi Overthinking
12 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Depresi dapat menimpa semua kalangan, baik kaum muda maupun tua. Fenomena yang merebak saat ini bahwa banyak... selengkapnya

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai)
8 Oktober 2021

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya

Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra atau Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H
14 November 2021

Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra/Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H Visi: “Mendahulukan Akhlaq & Mengembangkan Dakwah Rasulallah SAW.”... selengkapnya

Salah Kaprah Berbuka Puasa dengan yang Manis-Manis
18 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berbuka puasa bukan hanya prosesi melepas dahaga dan haus, tapi juga merupakan salah satu ibadah yang memiliki... selengkapnya

Mengukur Derajat Sabar dan Syukur, Mana yang Lebih Luhur?
30 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sabar dan syukur merupakan dua kata yang umum diucapkan, namun pada hakikatnya sangat sulit untuk dipraktikkan. Lisan... selengkapnya

Langkah-Langkah Menulis Beserta Penjelasannya
15 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa pun dapat menulis, tetapi tidak semua orang dapat menghasilkan tulisan yang baik. Sebab, menulis merupakan wujud... selengkapnya

Haramkah Menulis dan Membaca Cerita Fiksi?
17 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cerita fiksi merupakan salah satu jenis karya sastra yang tulis oleh manusia dengan tujuan tidak hanya untuk... selengkapnya

Ternyata Allah Tidak di Arsy Saat Isra Miraj Nabi Saw, Tapi….
18 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Isra Miraj merupakan sebuah peristiwa agung yang dialami oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. Dalam peristiwa ini... selengkapnya

Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
9 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya

Jalan Terjal Muslimah Zaman Now

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: