Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Wanita Wajib Memperhatikan Auratnya

Wanita Wajib Memperhatikan Auratnya

Diposting pada 29 Oktober 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 403 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Satu helai rambut saja, bagi wanita itu adalah aurat bagi. Begitu yang disampaikan Umi Fairuz Arrahbini dalam channel Youtubenya. Sebagai Muslimah, mempelajari tentang apa saja yang termasuk aurat hukumnya fardhu ‘ain. Islam juga memberikan panduan cara menutupi aurat tersebut. Sayangnya di antara kaum Muslimah, masih banyak yang rancu. Misalnya, menyamakan kerudung dengan jilbab.

Aurat, Kerudung, dan Jilbab

Berdasarkan hadits dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali dua telapak tangan hingga pergelangan tangan. Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya, kecuali ini dan ini”, Rasul menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (HR. Abu Daud 4140, dalam al-Irwa [6/203] al-Albani berkata: “Hadist ini hasan dengan keseluruhan jalannya”)

Ibnu Qasim Al Ghozzi berkata, “Aurat wanita merdeka di dalam shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, termasuk dalam telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan. Adapun aurat wanita merdeka di luar shalat adalah seluruh tubuhnya. Ketika sendirian aurat wanita adalah sebagaimana pria, yaitu antara pusar dan lutut.” (Fathul Qorib, 1: 116).

Dalam surat Annur ayat 31, dijelaskan tentang kerudung. Dalam bahasa Arab kerudung adalah khimar, bentuk jamaknya adalah khumuur.

﴿وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ﴾

Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.”

Menurut al-Maraghi خمر adalah mengulurkan kerudungnya ke dada bagian atas di bawah leher, agar dapat menutupi rambut, leher dan dada. Orang Jahiliyah sering menutup sebagian kerudung ke kepala dan sebagian lain diulurkannya ke punggung sehingga tampak pangkal leher dan sebagian dadanya.

Jadi, khimar adalah kerudung atau apa pun yang serupa dengannya yang berfungsi menutupi seluruh kepala, leher, dan lubang masuknya pakaian di dada. Pakaian jenis ini harus dikenakan jika hendak keluar menuju pasar-pasar atau berjalan melalui jalanan umum.

Adapun dalam surat Al-Ahzab ayat 59, dijelaskan tentang jilbab. Dalam bahasa Arab jilbab sama dikatakan jilbab, bentuk jamaknya adalah jalaabib.

﴿يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ﴾

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’” (QS Al-Ahzab: 59)

Berdasarkan ayat ini, jilbab disyaratkan tidak boleh potongan, tetapi harus terulur sampai ke bawah sampai menutup kedua kaki. Dalam يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِن (Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka) terdapat kata “يُدْنِينَ” yang artinya adalah “mengulurkan sampai ke bawah/kedua kaki.”

Jilbab dan kerudung ini adalah pakaian luar bagi Muslimah. Saat keluar rumah, Muslimah berkewajiban menutup auratnya dengan menggunakan pakaian rumah terlebih dahulu. Kemudian memakai pakaian luar tersebut. Ada sebuah hadits menarik bagi sesama Muslimah dalam hal membantu saudarinya agar dapat mengenakan jilbab, “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar kami mengeluarkan para wanita, yakni hamba-hamba sahaya wanita, wanita-wanita yang sedang haid, dan para gadis yang sedang dipingit, pada Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. Adapun wanita-wanita yang sedang haid, mereka memisahkan diri tidak ikut menunaikan shalat, tetapi tetap menyaksikan kebaikan dan (mendengarkan) seruan kepada kaum Muslim. Aku lantas berkata, ‘Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab.’ Rasulullah pun menjawab, ‘Hendaklah saudaranya memakaikan jilbabnya kepada wanita itu.’” (HR Muslim)

Hadits di atas menunjukkan wajibnya seorang Muslimah keluar rumah mengenakan jilbab. Apabila ia tidak memiliki jilbab, saudari Muslimah lainnya diperintahkan Rasulullah untuk memakaikan jilbab kepadanya, bisa dengan meminjamkannya atau lebih baik lagi memberikannya.

Pakaian Muslimah di Dalam Rumah

Adapun saat di dalam rumah, Muslimah boleh menanggalkan pakaian luarnya. Pakaian dalam rumah adalah pakaian yang batasnya adalah lutut dan lengan bagian atas. Bisa menggunakan daster atau setelan baju lainnya. Muslimah dalam kondisi ini boleh bersama dengan perempuan lainnya atau laki-laki yang mahram baginya.

Berikut ini yang dapat dikategorikan sebagai mahram bagi Muslimah:

  1. Ayah
  2. Anak laki-laki
  3. Saudara laki-laki, baik saudara laki-laki kandung maupun saudara sebapak ataupun seibu saja.
  4. Anak laki-laki saudara (keponakan), baik keponakan dari saudara laki-laki maupun perempuan dan anak keturunan mereka.
  5. Paman, baik paman dari bapak ataupun paman dari ibu.

Namun, saat ada laki-laki yang bukan mahram seperti sepupu laki-laki bertamu, maka wajib menutup seluruh auratnya tapi tidak wajib menggunakan jilbab dan kerudung. Pada era yang permisif hari ini, banyak Muslimah yang buka tutup kerudung saat menghadapi masalah. Selain itu, di awal tahun 2025 lalu sempat ada viral video yang menormalisasi Muslimah yang buka kerudung dan menampilkan diri dengan menunjukkan rambutnya. Ini merupakan fitnah, yang patut diwaspadai. Meski upload foto atau video membuat aurat di dalam rumah tetap saja yang mengakses siapa saja yang ada di luar rumah bahkan jangkauannya sangat besar. Jika sehelai rambut saja bernilai dosa, apalagi banyak yang ditampakkan dan dilihat oleh banyak laki-laki yang bukan mahram di luar sana.

Barangkali benar akan banyak yang memuji dengan keberanian dia memutuskan membuka auratnya atau memuji karena keindahan rambut juga kecantikan fisiknya. Namun, sebagai Muslimah, akan memahami bahwa pujian itu sejatinya akan menjauhkan dirinya dari kemuliaan hakiki sehingga ia terlena dalam pusaran kemaksiatan. Muslimah sejati akan senantiasa mawas diri dalam menjaga auratnya agar tetap dalam kemuliaan. Ketaqwaannya yang mendorongnya taat kepada aturan Allah dalam menutup aurat insyaallah akan menjadikan ia mulia disisi Allah. Sebagai bonus pahalanya, bisa jadi ada Muslimah atau perempuan lainnya yang terinspirasi dengan tampilan syar’inya. Surga pun melambainya sebagai ratu untuk menempati istana di sana.

Berkumpul dengan sesama Muslimah yang senantiasa mengingat Allah dan menghiasi diri dengan syariat Allah, menjadi booster tersendiri saat menghadapi fitnah akhir zaman ini. Ada banyak cara sebenarnya untuk mendapatkan booster tersebut. Misalnya dengan mengikuti kajian-kajian Muslimah, baik secara online maupun offline melalui berbagai media sosial, membaca bacaan Islami, dan lainnya. Hanya saja memang yang terbaik adalah dengan memiliki guru untuk mempelajari Islam dan mengistiqomahkan diri di jalan Islam, khususnya persoalan seputar fiqih Muslimah.

 

Penulis: Naila Dhofarina Noor

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

Bagikan ke

Wanita Wajib Memperhatikan Auratnya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Kenali 6 Jenis Paragraf Ini Sebelum Kamu Menulis. Lengkap dengan Contohnya!
10 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penulis hebat tidak pernah terlepas dari kemampuan penulisan paragraf yang baik, sehingga pengetahuan paragraf yang baik... selengkapnya

Pendidikan Formal Al-Bahjah: Tak Hanya Mencerdaskan, tapi Menyejukkan Hati
16 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak berdirinya, pendidikan formal Al-Bahjah telah menjadi tujuan masyarakat untuk menitipkan para putra dan putrinya dalam menimba ilmu... selengkapnya

Yayasan Aliqa Jalin Silaturahim dengan Penerbit Pustaka Al-Bahjah
6 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selasa, 16 Dzulhijjah 1444 H bertepatan dengan 4 Juli 2023 rombongan dari Yayasan Aliqa yakni Owner... selengkapnya

Hikmah Merindukan Surga dan Takut Neraka
8 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang sudah mengikrarkan dirinya beriman secara otomatis akan mudah untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Ia juga akan secara... selengkapnya

Mengantisipasi Kenakalan Anak di Era Modern: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Ketegasan
30 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mendidik anak menjadi tantangan besar bagi orang tua di zaman sekarang. Tak sedikit orang tua mengalami kesulitan... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Puisi-Puisi Faizatulatifah (2): Hijrah yang Hijrah
12 Juli 2025

  Hijrah Cahaya   Tahun Baru Hijriah terbit seperti fajar keemasan, Menghadirkan harapan dalam tiap getar jiwa yang lapang. Hijrah... selengkapnya

Waspadalah! Bahaya Mengintai Anda di Hari Valentine
11 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu keindahan agama Islam adalah hadirnya Syariat yang berperan sebagai rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Ibarat... selengkapnya

Jangan Menjadi Kufur Karena Satu Nikmat yang Terlepas
27 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita sejenak menepi dari hiruk-pikuk dunia dan merenung: mengapa di zaman yang serba instan ini, justru kesehatan... selengkapnya

Melek Literasi Digital Menuju Santri yang Berdaya Saing
10 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pesantren, yang sejak dulu menjadi tempat utama... selengkapnya

Wanita Wajib Memperhatikan Auratnya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: