Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Dalam Sunyi, Ada Allah: Puisi-Puisi Syariif Ahmad

Dalam Sunyi, Ada Allah: Puisi-Puisi Syariif Ahmad

Diposting pada 2 Agustus 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 830 kali / Kategori:

 

Dalam Sunyi, Ada Allah

Dalam sunyi yang tak bersuara,
Saat malam memeluk doa,
Aku temukan Engkau di sela napas
Yang menyebut nama-Mu tanpa jeda.

Tak ada gemuruh, tak ada cahaya,
Hanya keheningan yang terasa penuh makna.
Di antara takut dan harap,
Aku bersandar pada kasih-Mu yang tak terbatas.

Bukan pada dunia yang semu,
Aku menitipkan gelisah dan rindu.
Tapi pada Engkau, Pemilik Waktu,
Tempat segala hati menemukan tuju.

Langkahku kadang terantuk dosa,
Terseret arus fana yang menggoda.
Namun saat malam membentang sepi,
Aku kembali, mengetuk pintu-Mu dengan hati.

Kau tak pernah lelah menunggu,
Meski aku sering lupa, sering mengeluh.
Kau tetap ada, dalam senyap yang agung,
Menggenggam luka dan mengganti dengan peluk.

Engkaulah cahaya dalam gulita,
Penuntun di saat jiwa buta.
Tak butuh suara lantang atau megah,
Cukup satu lirih: “Ya Allah…”

Di keheningan yang manusia hindari,
Aku temukan diri, aku temukan Ilahi.
Bersujud bukan sekadar gerak,
Tapi tempat rinduku paling akrab.

Malam pun usai, fajar bersaksi,
Bahwa Engkau tak pernah pergi.
Dalam sunyi, dalam duka, dalam tawa,
Engkaulah tempat pulang segala rasa.

 

Rindu Madinah

Duhai Kekasih, Rasul mulia,
Namamu terpatri dalam dada,
Langkahmu lembut tapi tegas,
Menuntun jiwa menuju cahaya.

Madinah, kau basah oleh doa,
Langitmu memayungi sunnah dan cinta.
Aku di sini, jauh tapi dekat,
Dengan shalawat yang terus melesat.

Rindu ini tak bisa kubendung,
Ingin menyusuri jejakmu yang agung.
Hingga kelak kutemui taman itu,
Dan menatap wajahmu di hari yang syahdu.

Setiap malam kuangkat tangan,
Dengan air mata yang tak tertahan.
“Ya Allah, izinkan aku datang,
Ke kota di mana cinta itu tak pernah hilang.”

Aku ingin duduk di Raudhah nan suci,
Di antara mimbar dan rumahmu yang penuh cahaya abadi.
Membaca salam sambil menunduk rendah,
Menitipkan rindu yang tak pernah punah.

Aku tahu, Madinah bukan sekadar tempat,
Ia adalah rumah bagi hati yang penat.
Ia meneduhkan luka duniawi,
Dan menyalakan kembali cahaya ilahi.

Wahai Rasul, kami jauh dalam jarak,
Tapi hatiku menempuh ribuan tapak.
Membawa cinta yang tak terbatas,
Menyebut namamu dalam setiap napas.

 

Aku dan Dosa

Tiap malam aku terjaga,
Mengenang jejak langkah yang keliru.
Dosa menyusun tangga ke jurang,
Tapi rahmat-Mu memanggilku pulang.

Aku bukan suci,
Tapi tak lelah ingin kembali.
Air mata ini jadi saksi,
Bahwa hati masih ingin disucikan lagi.

Waktu terus berlalu tanpa henti,
Namun detik-detik tak selalu berarti.
Bila hanya terisi alpa dan luka,
Yang kujahit sendiri dengan salah dan cela.

Kadang langkahku terasa berat,
Dipikul dosa yang menggurat.
Namun suara-Mu di dalam hati,
Menenangkan, memanggil, tak henti-henti.

Wahai Tuhan,
Bimbing aku dalam sesal dan harapan.
Ajari aku tulus dalam tobat,
Tanpa menunggu hari yang terlambat.

Jangan biarkan hatiku beku,
Di antara dunia yang kelabu.
Biarlah cahaya-Mu menerobos gelap,
Menerangi sisa-sisa iman yang rapuh dan remuk.

Hingga pada akhirnya,
Saat napas terakhir kutarik perlahan,
Aku mati dalam pelukan ampunan,
Dan hidup abadi dalam kasih-Mu yang tak berkesudahan.

Oleh: Syariif Ahmad Ja’far Shoodiq

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Dalam Sunyi, Ada Allah: Puisi-Puisi Syariif Ahmad

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?
4 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang?... selengkapnya

5 Keutamaan Menunaikan Shalat Tepat Waktu
7 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya

Surat Cinta Untukmu Ya Rasulallah
1 Maret 2023

Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini   Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya

Yang Membuat Kita Masih Bertahan Bukan Karena Kita Kuat, Tapi Karena Allah
20 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita merenung, tentang seberapa jauh perjalanan ini yang akhirnya mampu membawa kita sampai titik sekarang? Tentang berapa... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah
18 September 2024

  Dzikrullah Luasnya bumi terhampar Indahnya langit terbentang Megahnya pegunungan kokoh ditinggikan Matahari pun dihangatkan   Apalagi yang perlu diragukan?... selengkapnya

Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya
27 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia berhak untuk berbicara tentang apa pun kepada siapa pun, selagi yang dibicarakannya adalah pembicaraan yang baik... selengkapnya

Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata
15 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya

Mensyukuri Nikmat Ramadan
6 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya

Hukum Niat Shalat yang Tidak Sesuai antara Hati dengan Lisan
26 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang memiliki rukun-rukun tertentu yang harus dipenuhi agar sah. Salah satu... selengkapnya

Puasakan Hati di Bulan Suci
14 Maret 2024

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Potensi kotornya hati bisa datang kepada siapa saja dari kita sebagai manusia biasa. Mata dapat melihat... selengkapnya

Dalam Sunyi, Ada Allah: Puisi-Puisi Syariif Ahmad

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: