Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia

Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia

Diposting pada 18 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 601 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebencian adalah ketidaksenangan terhadap sesuatu yang bersemayam di hati. Kebencian yang menetap terlalu lama dalam hati seseorang akan memengaruhi pikiran hingga tindakan seseorang. Hal itu disebabkan dari pelampiasan ketidaksenangan dari dalam hatinya. Banyak faktor yang dapat menumbuhkan kebencian dalam hati manusia. Di antaranya karena merasa disakiti, diperlakukan tidak adil, dikhianati, atau bahkan karena iri. Kebencian juga bisa muncul karena prasangka terhadap informasi tentang orang yang dibenci yang ia dapatkan secara tidak utuh atau juga karena luka masa lalu yang belum sembuh.

Manusia yang membenci akan diliputi perasaan tidak tenang, berpikir berlebihan, berprasangka buruk, umpatan-umpatan, bahkan mendoakan keburukan kepada orang yang dibencinya tersebut. Celakanya, doa yang dipanjatkan seseorang kepada orang lain akan kembali kepada dirinya. Namun sebaliknya, apabila dia mendoakan kebaikan kepada orang lain, maka dia juga akan mendapatkan kebaikan seperti doa kebaikannya kepada orang lain tersebut. Oleh karena itu, apabila dia mendoakan keburukan, maka sudah pasti dia juga mendapatkan keburukan seperti doanya tersebut. Nauzubillah.

Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebaik-baiknya teladan. Apabila kita mendengar kisah Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau dicaci, dikhianati, direndahkan, dilempari kotoran, dilempari batu, diludahi, bahkan banyak orang yang ingin membunuhnya karena kebencian yang bersemayam di hati mereka. Namun, Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak membalas dengan kejahatan serupa. Bahkan, Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam justru mendoakan kebaikan kepada mereka.

“Ya Allah, perkuat Islam dengan Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal) atau Umar bin Khattab,” doa Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Agar tidak terjerumus kepada keburukan yang membuat dirinya sendiri rugi ini, maka setiap orang mesti pandai menyikapi kebencian kepada orang lain. Buya Yahya menyampaikan dalam kajiannya bahwa terdapat dua cara menyikapi kebencian yang ada dalam hati:

  1. Memerangi kebencian yang ada dalam hati dengan mengakui bahwa kebencian itu keburukan, yaitu penyakit hati yang tidak boleh dimiliki.
  2. Tidak membiarkan kebencian keluar dari hati kita, baik dari mimik muka yang merefleksikan kebencian, tidak ceria, dan apa lagi tindakan jahat sebagai pelampiasan kebencian.

Kebencian di dalam hati memang tidak mudah dihilangkan, tetapi manusia wajib memeranginya. Sebagai kabar gembira kepada manusia yang berusaha memerangi kebencian, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membantu manusia menghilangkan kebencian tersebut. Sebagaimana penyampaian Buya Yahya,

“Benci di dalam hati memang tidak mudah dihilangkan. Akan tetapi yang wajib Anda lakukan adalah Anda menyesal dan haruslah menganggap bahwa kebencian adalah keburukan. Itu yang pertama. Kalau pun kebencian belum hilang, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan bantu menghilangkannya.”

Selain itu, memerangi kebencian merupakan tindakan mulia yang mendapatkan pahala.

“Maka di saat itu Anda mendapatkan pahala jihad. Hati Anda benci, tetapi ternyata Anda memberikan hadiah kepada anak-anaknya, keluarganya, tetap senyum. Padahal di dalam hati Anda ada kebencian. Itu justru mujahadah jihad. pangkat Anda tinggi dengan sikap semacam itu,” tambah Buya.

Kebencian kepada orang lain yang terlalu lama dipendam, justru akan merenggut kedamaian hidup kita sendiri karena kebencian itu berubah menjadi racun yang menggerogoti tubuh kita. Oleh karena itu, marilah kita menjadi pribadi yang pemaaf dan penuh kasih kepada setiap hamba-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga hati kita dari segala macam penyakit. Aamiin Allahumma Aamiin.

 

Referensi:

 

Penulis: Erna Septiana

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Kecerdasan Hati sebagai Dasar Kebangkitan Generasi Islam
24 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyaksikan sebuah gebyar yang menjunjung tinggi kepintaran? Saat masih anak-anak, kita mungkin pernah mendengar dengan... selengkapnya

Sambut Malam Puncak Harlah ke-13 Al-Bahjah, Perbaharui Semangat Menuju Kejayaan Umat
20 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini tepat 13 tahun yang lalu pada tanggal 23 Muharram 1431 H, Lembaga Pengembangan Dakwah... selengkapnya

Banyak yang Mau Hijrah tapi Tidak Jadi karena Ditakut-Takutin Duluan
21 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada beberapa kajian keagamaan yang sering bersileweran di media sosial, banyak di antaranya memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian mengerikan... selengkapnya

Seruni: Kejujuran di Tepi Jalan
30 Maret 2024

Aku tak menyangka jika kegemaranku bermain di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku dapat mengantarkanku ke menara gading. Sungguh itu di... selengkapnya

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama
4 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya

Kabar Gembira! Sayyidi Syeikh Dr. Muhammad Ba’athiyah Tiba di Al-Bahjah Hari Ini
30 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Rabu 6 Jumadil Ula 1444 H atau bertepatan dengan 30 November 2022, Guru Mulia Sayyidi Syeikh... selengkapnya

Bolehkah Membaca Surah Al-Waqi’ah Setelah Asar?
13 Januari 2025

Sering kali kita mendengar anjuran untuk membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar. Sebenarnya, apakah ini diperbolehkan dalam Islam? Mari simak penjelasannya... selengkapnya

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita
14 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya

Gara-Gara Suami Istri Bertengkar di Depan Anak
3 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Rumah adalah tempat pertama untuk menumbuhkan akhlak, mental, dan kepribadian pada anak. Sebab di rumah anak belajar mencintai,... selengkapnya

Surat Cinta Untukmu Ya Rasulallah
1 Maret 2023

Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini   Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya

Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: