● online
Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebencian adalah ketidaksenangan terhadap sesuatu yang bersemayam di hati. Kebencian yang menetap terlalu lama dalam hati seseorang akan memengaruhi pikiran hingga tindakan seseorang. Hal itu disebabkan dari pelampiasan ketidaksenangan dari dalam hatinya. Banyak faktor yang dapat menumbuhkan kebencian dalam hati manusia. Di antaranya karena merasa disakiti, diperlakukan tidak adil, dikhianati, atau bahkan karena iri. Kebencian juga bisa muncul karena prasangka terhadap informasi tentang orang yang dibenci yang ia dapatkan secara tidak utuh atau juga karena luka masa lalu yang belum sembuh.
Manusia yang membenci akan diliputi perasaan tidak tenang, berpikir berlebihan, berprasangka buruk, umpatan-umpatan, bahkan mendoakan keburukan kepada orang yang dibencinya tersebut. Celakanya, doa yang dipanjatkan seseorang kepada orang lain akan kembali kepada dirinya. Namun sebaliknya, apabila dia mendoakan kebaikan kepada orang lain, maka dia juga akan mendapatkan kebaikan seperti doa kebaikannya kepada orang lain tersebut. Oleh karena itu, apabila dia mendoakan keburukan, maka sudah pasti dia juga mendapatkan keburukan seperti doanya tersebut. Nauzubillah.
Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebaik-baiknya teladan. Apabila kita mendengar kisah Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau dicaci, dikhianati, direndahkan, dilempari kotoran, dilempari batu, diludahi, bahkan banyak orang yang ingin membunuhnya karena kebencian yang bersemayam di hati mereka. Namun, Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak membalas dengan kejahatan serupa. Bahkan, Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam justru mendoakan kebaikan kepada mereka.
“Ya Allah, perkuat Islam dengan Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal) atau Umar bin Khattab,” doa Rasulullah Ṣalallahu ‘Alaihi Wasallam.
Agar tidak terjerumus kepada keburukan yang membuat dirinya sendiri rugi ini, maka setiap orang mesti pandai menyikapi kebencian kepada orang lain. Buya Yahya menyampaikan dalam kajiannya bahwa terdapat dua cara menyikapi kebencian yang ada dalam hati:
- Memerangi kebencian yang ada dalam hati dengan mengakui bahwa kebencian itu keburukan, yaitu penyakit hati yang tidak boleh dimiliki.
- Tidak membiarkan kebencian keluar dari hati kita, baik dari mimik muka yang merefleksikan kebencian, tidak ceria, dan apa lagi tindakan jahat sebagai pelampiasan kebencian.
Kebencian di dalam hati memang tidak mudah dihilangkan, tetapi manusia wajib memeranginya. Sebagai kabar gembira kepada manusia yang berusaha memerangi kebencian, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membantu manusia menghilangkan kebencian tersebut. Sebagaimana penyampaian Buya Yahya,
“Benci di dalam hati memang tidak mudah dihilangkan. Akan tetapi yang wajib Anda lakukan adalah Anda menyesal dan haruslah menganggap bahwa kebencian adalah keburukan. Itu yang pertama. Kalau pun kebencian belum hilang, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan bantu menghilangkannya.”
Selain itu, memerangi kebencian merupakan tindakan mulia yang mendapatkan pahala.
“Maka di saat itu Anda mendapatkan pahala jihad. Hati Anda benci, tetapi ternyata Anda memberikan hadiah kepada anak-anaknya, keluarganya, tetap senyum. Padahal di dalam hati Anda ada kebencian. Itu justru mujahadah jihad. pangkat Anda tinggi dengan sikap semacam itu,” tambah Buya.
Kebencian kepada orang lain yang terlalu lama dipendam, justru akan merenggut kedamaian hidup kita sendiri karena kebencian itu berubah menjadi racun yang menggerogoti tubuh kita. Oleh karena itu, marilah kita menjadi pribadi yang pemaaf dan penuh kasih kepada setiap hamba-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga hati kita dari segala macam penyakit. Aamiin Allahumma Aamiin.
Referensi:
- Youtube Al-BahjahTV
- Situs resmi NU Online: https://nu.or.id/sirah-nabawiyah/awal-mula-sayyidina-umar-bin-khattab-masuk-islam-nLiZl (Diakses pada 15 Juni 2025)
Penulis: Erna Septiana
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyaksikan sebuah gebyar yang menjunjung tinggi kepintaran? Saat masih anak-anak, kita mungkin pernah mendengar dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini tepat 13 tahun yang lalu pada tanggal 23 Muharram 1431 H, Lembaga Pengembangan Dakwah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada beberapa kajian keagamaan yang sering bersileweran di media sosial, banyak di antaranya memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian mengerikan... selengkapnya
Aku tak menyangka jika kegemaranku bermain di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku dapat mengantarkanku ke menara gading. Sungguh itu di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Rabu 6 Jumadil Ula 1444 H atau bertepatan dengan 30 November 2022, Guru Mulia Sayyidi Syeikh... selengkapnya
Sering kali kita mendengar anjuran untuk membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar. Sebenarnya, apakah ini diperbolehkan dalam Islam? Mari simak penjelasannya... selengkapnya
PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Rumah adalah tempat pertama untuk menumbuhkan akhlak, mental, dan kepribadian pada anak. Sebab di rumah anak belajar mencintai,... selengkapnya
Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900
Saat ini belum tersedia komentar.