Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Diposting pada 29 April 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.221 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cinta adalah karunia yang Allah berikan kepada seluruh manusia. Cinta dapat membuat manusia saling menyayangi, menghargai, dan berbuat baik. Ada cinta yang datang bukan untuk menetap, tetapi hanya sekadar singgah sebentar lalu pergi meninggalkan jejak. Bukan karena cinta tak cukup indah, tapi karena takdir tak menuliskannya untuk bersatu. Inilah cinta yang tidak bisa dimiliki. Cinta yang kadang tak kita undang, namun Allah izinkan tumbuh untuk menguji, untuk mengajari, atau sekadar mengingatkan bahwa tidak semua yang indah harus kita genggam.

Dalam kehidupan, kita sering kali dipertemukan dengan seseorang yang terasa begitu cocok, begitu nyaman, dan begitu membahagiakan. Tapi di saat yang sama, kita sadar bahwa ia bukan milik kita. Mungkin karena terhalang oleh waktu, keadaan, atau perbedaan jalan hidup. Lalu hati bertanya, “Mengapa Allah mempertemukan jika pada akhirnya tidak bisa menyatukan?” Justru di sanalah letak hikmahnya. Karena tidak semua pertemuan bermaksud untuk penyatuan. Terkadang, Allah hanya ingin menunjukkan bahwa ada seseorang yang bisa membuatmu belajar lebih dalam tentang keikhlasan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menjadi lentera bagi mereka yang sedang terluka karena cinta yang tak bisa dimiliki. Allah tidak menanamkan rasa tanpa tujuan. Ada pelajaran yang ingin Ia titipkan. Bisa jadi untuk menguatkan hati, memperhalus akhlak, atau menjadikan kita lebih dekat pada-Nya.

Cinta sejati tidak melulu tentang memiliki, tapi tentang menginginkan kebaikan, bahkan jika itu tidak bersama kita. Seperti yang disampaikan Buya Yahya dalam Inspirasi Cinta ke-20.

“Mencintai adalah menginginkan kebaikan untuk orang yang dicintai dan tidak rela jika keburukan menimpanya. Motivasi cinta adalah berprasangka baik, berharap baik, dan berbuat baik kepada orang yang akan dicintai. Karena dengan seperti itulah hadir dan suburnya cinta.”

Karena itu, cinta sejati tak akan memaksa, apa lagi menyakiti. Ia tumbuh dalam ketulusan doa, dalam diam yang penuh harap, dan dalam tindakan yang selalu mendahulukan kebaikan bagi yang dicintai, meski harus merelakan jarak atau kehilangan. Sebab cinta bukan soal memiliki, tapi soal memberi makna tanpa syarat.

Ketika cinta tidak bisa dimiliki, bukan berarti cinta itu sia-sia. Justru, cinta yang tidak dilampiaskan dalam nafsu atau keinginan duniawi bisa menjadi bentuk ibadah hati yang paling murni. Kita belajar mencintai tanpa berharap, mendoakan tanpa mengganggu, dan merindukan tanpa melanggar syariat.

Cinta yang tidak bisa dimiliki tidak seharusnya membuat kita merasa kalah. Justru, cinta seperti inilah yang mengajari kita arti kebesaran jiwa. Bahwa kita bisa mencintai, tanpa harus menggenggam. Bahwa kita bisa merindu, tanpa harus memaksa. Bahwa kita bisa mengikhlaskan, dan tetap merasa cukup, karena Allah menggantinya dengan ketenangan yang tak bisa dibeli dunia.

 

Penulis: Assyifa

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Cara Mengoreksi Diri Sendiri ala Imam Al-Ghazali
6 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya

(Cerpen) Di Antara Titik dan Koma
17 Januari 2026

HUJAN turun pelan sejak sore, seperti sengaja menunda reda. Tidak deras, tidak pula berhenti. Butirannya jatuh satu-satu di atas atap... selengkapnya

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai)
8 Oktober 2021

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya

Solusi Buya Yahya untuk Mengurangi Kasus Kekerasan dan Pelecehan pada Wanita
10 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada era sekarang ini, banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum wanita, dimulai dari pemerkosaan,... selengkapnya

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu
7 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya

Mensyukuri Nikmat Ramadan
6 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya

Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an
6 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat agung di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.... selengkapnya

Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata
15 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya

Pesan Perdamaian untuk Pemilu 2024
15 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)
15 Oktober 2025

(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: