● online
Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cinta adalah karunia yang Allah berikan kepada seluruh manusia. Cinta dapat membuat manusia saling menyayangi, menghargai, dan berbuat baik. Ada cinta yang datang bukan untuk menetap, tetapi hanya sekadar singgah sebentar lalu pergi meninggalkan jejak. Bukan karena cinta tak cukup indah, tapi karena takdir tak menuliskannya untuk bersatu. Inilah cinta yang tidak bisa dimiliki. Cinta yang kadang tak kita undang, namun Allah izinkan tumbuh untuk menguji, untuk mengajari, atau sekadar mengingatkan bahwa tidak semua yang indah harus kita genggam.
Dalam kehidupan, kita sering kali dipertemukan dengan seseorang yang terasa begitu cocok, begitu nyaman, dan begitu membahagiakan. Tapi di saat yang sama, kita sadar bahwa ia bukan milik kita. Mungkin karena terhalang oleh waktu, keadaan, atau perbedaan jalan hidup. Lalu hati bertanya, “Mengapa Allah mempertemukan jika pada akhirnya tidak bisa menyatukan?” Justru di sanalah letak hikmahnya. Karena tidak semua pertemuan bermaksud untuk penyatuan. Terkadang, Allah hanya ingin menunjukkan bahwa ada seseorang yang bisa membuatmu belajar lebih dalam tentang keikhlasan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini menjadi lentera bagi mereka yang sedang terluka karena cinta yang tak bisa dimiliki. Allah tidak menanamkan rasa tanpa tujuan. Ada pelajaran yang ingin Ia titipkan. Bisa jadi untuk menguatkan hati, memperhalus akhlak, atau menjadikan kita lebih dekat pada-Nya.
Cinta sejati tidak melulu tentang memiliki, tapi tentang menginginkan kebaikan, bahkan jika itu tidak bersama kita. Seperti yang disampaikan Buya Yahya dalam Inspirasi Cinta ke-20.
“Mencintai adalah menginginkan kebaikan untuk orang yang dicintai dan tidak rela jika keburukan menimpanya. Motivasi cinta adalah berprasangka baik, berharap baik, dan berbuat baik kepada orang yang akan dicintai. Karena dengan seperti itulah hadir dan suburnya cinta.”
Karena itu, cinta sejati tak akan memaksa, apa lagi menyakiti. Ia tumbuh dalam ketulusan doa, dalam diam yang penuh harap, dan dalam tindakan yang selalu mendahulukan kebaikan bagi yang dicintai, meski harus merelakan jarak atau kehilangan. Sebab cinta bukan soal memiliki, tapi soal memberi makna tanpa syarat.
Ketika cinta tidak bisa dimiliki, bukan berarti cinta itu sia-sia. Justru, cinta yang tidak dilampiaskan dalam nafsu atau keinginan duniawi bisa menjadi bentuk ibadah hati yang paling murni. Kita belajar mencintai tanpa berharap, mendoakan tanpa mengganggu, dan merindukan tanpa melanggar syariat.
Cinta yang tidak bisa dimiliki tidak seharusnya membuat kita merasa kalah. Justru, cinta seperti inilah yang mengajari kita arti kebesaran jiwa. Bahwa kita bisa mencintai, tanpa harus menggenggam. Bahwa kita bisa merindu, tanpa harus memaksa. Bahwa kita bisa mengikhlaskan, dan tetap merasa cukup, karena Allah menggantinya dengan ketenangan yang tak bisa dibeli dunia.
Penulis: Assyifa
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya
HUJAN turun pelan sejak sore, seperti sengaja menunda reda. Tidak deras, tidak pula berhenti. Butirannya jatuh satu-satu di atas atap... selengkapnya
Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada era sekarang ini, banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum wanita, dimulai dari pemerkosaan,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat agung di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya
(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya
Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000
Saat ini belum tersedia komentar.