Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Diposting pada 29 April 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.363 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cinta adalah karunia yang Allah berikan kepada seluruh manusia. Cinta dapat membuat manusia saling menyayangi, menghargai, dan berbuat baik. Ada cinta yang datang bukan untuk menetap, tetapi hanya sekadar singgah sebentar lalu pergi meninggalkan jejak. Bukan karena cinta tak cukup indah, tapi karena takdir tak menuliskannya untuk bersatu. Inilah cinta yang tidak bisa dimiliki. Cinta yang kadang tak kita undang, namun Allah izinkan tumbuh untuk menguji, untuk mengajari, atau sekadar mengingatkan bahwa tidak semua yang indah harus kita genggam.

Dalam kehidupan, kita sering kali dipertemukan dengan seseorang yang terasa begitu cocok, begitu nyaman, dan begitu membahagiakan. Tapi di saat yang sama, kita sadar bahwa ia bukan milik kita. Mungkin karena terhalang oleh waktu, keadaan, atau perbedaan jalan hidup. Lalu hati bertanya, “Mengapa Allah mempertemukan jika pada akhirnya tidak bisa menyatukan?” Justru di sanalah letak hikmahnya. Karena tidak semua pertemuan bermaksud untuk penyatuan. Terkadang, Allah hanya ingin menunjukkan bahwa ada seseorang yang bisa membuatmu belajar lebih dalam tentang keikhlasan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menjadi lentera bagi mereka yang sedang terluka karena cinta yang tak bisa dimiliki. Allah tidak menanamkan rasa tanpa tujuan. Ada pelajaran yang ingin Ia titipkan. Bisa jadi untuk menguatkan hati, memperhalus akhlak, atau menjadikan kita lebih dekat pada-Nya.

Cinta sejati tidak melulu tentang memiliki, tapi tentang menginginkan kebaikan, bahkan jika itu tidak bersama kita. Seperti yang disampaikan Buya Yahya dalam Inspirasi Cinta ke-20.

“Mencintai adalah menginginkan kebaikan untuk orang yang dicintai dan tidak rela jika keburukan menimpanya. Motivasi cinta adalah berprasangka baik, berharap baik, dan berbuat baik kepada orang yang akan dicintai. Karena dengan seperti itulah hadir dan suburnya cinta.”

Karena itu, cinta sejati tak akan memaksa, apa lagi menyakiti. Ia tumbuh dalam ketulusan doa, dalam diam yang penuh harap, dan dalam tindakan yang selalu mendahulukan kebaikan bagi yang dicintai, meski harus merelakan jarak atau kehilangan. Sebab cinta bukan soal memiliki, tapi soal memberi makna tanpa syarat.

Ketika cinta tidak bisa dimiliki, bukan berarti cinta itu sia-sia. Justru, cinta yang tidak dilampiaskan dalam nafsu atau keinginan duniawi bisa menjadi bentuk ibadah hati yang paling murni. Kita belajar mencintai tanpa berharap, mendoakan tanpa mengganggu, dan merindukan tanpa melanggar syariat.

Cinta yang tidak bisa dimiliki tidak seharusnya membuat kita merasa kalah. Justru, cinta seperti inilah yang mengajari kita arti kebesaran jiwa. Bahwa kita bisa mencintai, tanpa harus menggenggam. Bahwa kita bisa merindu, tanpa harus memaksa. Bahwa kita bisa mengikhlaskan, dan tetap merasa cukup, karena Allah menggantinya dengan ketenangan yang tak bisa dibeli dunia.

 

Penulis: Assyifa

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Anda Ingin Meniup Terompet di Malam Tahun Baru? Mari Simak Penjelasan Buya Yahya
28 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mendekati akhir bulan Desember, banyak orang yang sibuk mempersiapkan perayaan Tahun Baru Masehi. Banyak diantaranya ada... selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 dan Bacaan Muraqqi Tarawih
18 Februari 2026

Berikut link jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1447 H. Bagi sahabat yang... selengkapnya

Masalah dalam Bersedekah
22 Maret 2021

Masalah dalam Bersedekah Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Sedekah, satu kata yang... selengkapnya

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu
6 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad... selengkapnya

Puisi Nur Robi: Sowan, Ustaz, dan Santri (Lama-Baru)
9 November 2025

Sowan Berjalan dengan lutut, berbaris rapi seperti kereta doa, di halaman rumah yang teduh oleh cahaya dan waktu. Kain sarung... selengkapnya

2 Golongan Muslim Yang Tidak Akan Diberikan Pengampunan Saat Malam Nisfu Sya’ban
7 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam dimana amal kita diangkat kelangit. Pada malam ini satu hal yang... selengkapnya

Keceriaan, Rahasia di Balik Setiap Senyuman
17 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keceriaan memiliki peran penting dalam kehidupan, bahkan di tengah kesulitan. Tampil ceria adalah salah satu bentuk syukur... selengkapnya

Sisa Make Up Masih Ada, Sahkah Wudunya?
17 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Make up atau kosmetik sudah menjadi kebutuhan dasar setiap wanita. Fitrah dari seorang wanita yang ingin tampil... selengkapnya

Mengantisipasi Kenakalan Anak di Era Modern: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Ketegasan
30 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mendidik anak menjadi tantangan besar bagi orang tua di zaman sekarang. Tak sedikit orang tua mengalami kesulitan... selengkapnya

Yang Membuat Kita Masih Bertahan Bukan Karena Kita Kuat, Tapi Karena Allah
20 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita merenung, tentang seberapa jauh perjalanan ini yang akhirnya mampu membawa kita sampai titik sekarang? Tentang berapa... selengkapnya

Ketika Allah Menitipkan Rasa Bukan untuk Digenggam

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: